Monthly Archives: October 2012

Dear kambing…

Image

Hmm, besok umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha, atau biasa orang Indonesia menyebutnya sebagai Lebaran Haji. Well, apa yang istimewa dari Lebaran Haji kali ini? Selain jatuh pada hari Jumat yang menandakan akan dimulainya long weekend dan kebebasan sementara dari rutinitas pekerjaan yang membosankan, Lebaran Haji kali ini juga merupakan sentilan bagi saya untuk menyisihkan sebagian uang untuk, apalagi kalo bukan beli kambing.

Well, meskipun bukan muslim yang baik dan taat (ngaku lho), tapi apabila ada kesempatan di setiap Idul Adha, saya selalu menyempatkan diri untuk menyisihkan sebagian uang yang saya punya buat beli kambing. Kalo saya sih mikirnya, sekalian buat sedekah, udah gitu mumpung masih single jadi kebutuhan masih belum banyak, lalu uangnya juga ada dan daripada buat yang aneh-aneh, dan yang paling penting lagi sih sebenernya, biar dapet ridho dari Allah Swt (aamiin..) haha.. Ya gitu deh.

Lagipula kambing yang saya beli bukanlah kambing yang besar atau bandot, atau yang paling bagus. Disesuaikan dengan kemampuan aja, cari kambing yang murah. Itupun masih ada pemikiran setan-setan yang selalu menggoda dengan kata-kata “Ngapain sih lo beli kambing, Bim.. Udah mendingan duitnya lo pake buat ……………… (isi sendiri, pokoknya hal yang asik-asik deh)”.

Apakah hal yang asik-asik? Jangan dulu berpikiran aneh-aneh ya, karena hal yang asik-asik menurut saya adalah misalkan makan-makan, nonton, jalan-jalan atau beli apa gitu yang saya suka. Tapi saya pikir, saya udah sering belanjain uang buat kayak gitu, dan ini kan juga setaun sekali, lagian mudah-mudahan ini juga buat kelancaran rizki saya juga, akhirnya omongan setan itu saya ga dengerin, hehe.

Okelah, tulisan singkat diatas cuma buat pengingat aja dan sekedar motivasi buat teman-teman, syukur-syukur ada yang termotivasi, bukan buat sombong atau apa yah, wong cuma kambing kok, kecuali mungkin onta atau yang lain, hehe.

Yang jadi permasalahan adalah, harga kambing yang semakin naik seiring dengan berat si kambing itu sendiri. Ambil contoh, dengan uang segini, taun lalu saya bisa mendapat kambing dengan penampakan yang lebih gemuk dan besar. Tapi di tahun ini dengan uang segini, kambing saya kok nampaknya ga besar, tapi cukuplah untuk dikurban, dan yang terpenting sehat. Waduh, gimana jadinya di tahun-tahun mendatang ya? Mudah-mudahan rizkinya ada terus dan semakin bertambah juga, aamiin.

Ada yang lucu ketika saya memilih kambing saya ini, jadi saya menjatuhkan pilihan pada kambing ini dikarenakan si kambing sangat aktif dan sangat bergairah! Haha.. Ya, dikala kambing lain di malam itu tidur dan bermalas-malas, kambing saya (entah abis minum Hemaviton atau apa) sangat bergairah dan nomplokin temen-temennya mulu, hehe. Kecil-kecil tapi lincah, saya suka.

Advertisements
Tagged , , , ,

[Album Review] Agustus 1997 (1997) ~ The Fly

Ingatkah anda dengan The Fly? Yap, band yang beberapa tahun lalu sempat mengguncangkan blantika musik Indonesia dengan hit single-nya yang mengindonesia (lawannya mendunia) halah, yaitu Terbang.. Dan vokalisnya sempat membuat berita dengan skandal hebohnya dengan mantan pacarnya (jadi merambah ke ranah gosip). Jadi sebelum hal itu semua terjadi mereka menelurkan album ini sebagai album awal keiikutsertaan mereka dalam dunia musik Indonesia yang pada saat itu, menurut saya, masih murni dan pure, dengan lagu-lagu original dan tanpa hal aneh-aneh seperti sekarang ini.

Album ini adalah album tahun 1997 dengan titel “Agustus 1997” dan pada saat itu saya dikenalkan oleh kakak saya, yang juga penggemar musik dan kolektor kaset dengan album ini. Saya ingat betapa kakak saya mengajak saya ke toko-toko kaset (jaman dulu belum ada donlot mendonlot) mencari album ini dan akhirnya ketemu. Dan sepulang sekolah, kegiatan saya adalah di kamar kakak saya sambil menyetel album ini, dan di mobil juga kalau diajak pergi.

Oke, album ini adalah album The Fly paling idealis dan sangat kental pengaruh U2-nya. U2 yang menjadi darah dari lagu-lagu The Fly dan menjadi nafas dan nuansa serta bunyi-bunyian di rata-rata lagu mereka. Dengan lirik gloomy yang sangat mencerminkan keadaan galau, kehilangan, kesepian, dan khas anak muda saat itu, menjadikan album ini album yang segmented juga idealis dari sisi lain.

Sisi gelap album ini bisa kita dengar dari Track ke-2 Air Mata Suci. Dengan video klip serba hitam dan nuansa lagu pelan dan mematikan, membuat band ini sukses menciptakan bebunyian baru setelah single pembuka nan digdaya, Pelangi Semu. Track jagoan yang klipnya pernah memenangi klip Video Musik Indonesia itu memang menjadi andalan dengan beat kencang dan kocokan rhythm ala The Edge U2. Di lagu ini pula, Kin, gitaris sekaligus pentolan The Fly, bernyanyi satu lagu full menggantikan peran B’jah sebagai vokalis utama. Dan Pelangi Semu memang ga ada matinya, ketika didengar sekarang ini pun nuansa yang diciptakan tetap sama, enerjik. Beranjak ke Track 3, Cahaya. Lagu ini merupakan lagu dengan semangat paling tinggi di album ini. Dengan dentuman kencang drum dan sayatan gitar Kin membuat lagu ini menjadi salah satu track favorit saya.

Kemudian disusul Hampa, track menarik dengan lead guitar diiringi alunan vokal B’jah yang agak meninggi, membuat lagu “galau” ini menarik untuk diikuti. Kemudian berturut-turut Puisi Dunia, Bayangku dan Gelap. Dan ditutup oleh Mimpi Indah, salah satu track favorit saya juga, dengan reffrain ear catching dimana ada backing vocal khas Bono disitu dan ditutup dengan humming, menarik.

Salah satu memorable album of the 90’s dan collectors item tentunya, hehe.

(4/5)

Persesuaian Kehendak

Seorang teman pernah berkata kepada saya bahwa persesuaian kehendak itu adalah hal paling sulit yang dapat diraih umat manusia dalam kehidupan ini. Persesuaian kehendak disini tentunya adalah persesuaian kehendak antara manusia atau kita, dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kenapa sulit? Karena kehendak kita belum tentu merupakan kehendak Tuhan, dan kehendak Tuhan pun belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Pertabrakan kehendak inilah yang sulit untuk diterima, bila itu yang terjadi.

Apalagi untuk sesuatu yang kita inginkan dengan sangat, dimana di pandangan kita, bahwa apabila kita mendapatkan hal tersebut maka akan menjadi bahagia dan lengkap hidup kita, itulah yang memiliki tingkat adrenaline rush tertinggi bila ternyata hal itu bukanlah persesuaian Tuhan. Keinginan tersebut bisa berupa apa saja, bisa berupa pekerjaan, jodoh, atau hal-hal lainnya.

Terkadang, ayat-ayat agama dari kitab suci manapun yang menyarankan kita untuk bersabar apabila kehendak kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak cukup banyak membantu orang yang telah menginginkan sekali hal tersebut lalu mengalami kegagalan.

Saya juga ingin bertanya kepada teman-teman sekalian, bagaimana kiat dan tips menghadapi ketidaksesuaian kehendak antara diri kita dengan Tuhan? Hal yang sebenarnya mudah untuk diucapkan sebagai nasihat kita kepada orang lain, tapi kalau terjadi kepada kita, belum tentu..

Hidup saya memang bukanlah hidup yang selalu sama kehendaknya dengan Yang Maha Kuasa. Kalau dipikir-pikir malah, sedari kecil saya selalu diwarnai dengan kehidupan yang diluar dugaan. Namun bukan berarti hidup saya tidak bahagia. Ketika SD, saya sudah punya gambaran masuk ke SLTP dan SMU favorit keinginan saya, namun itu buyar. Selepas sekolah, mau masuk ke Universitas dan jurusan keinginan saya, sirna juga. Kerja juga begitu, mau masuk ke instansi atau perusahaan idaman, ga jadi. Untuk masalah asmara, ada beberapa kegagalan yang juga saya temukan.

Kadang butuh air mata dan kebesaran hati untuk melaluinya. Dan hal itu tidak selalu sama, ada beban tersendiri dari setiap episode dimana kita sedang menunggu kesesuaian Tuhan dengan ingin kita.

Rangkuman Hari Kemarin..

ImageJadi, beberapa hari ini saya telah mengalami berbagai kejadian yang agak tidak enak dan membuat resah, apa ya, ibaratnya kita sebagai manusia pasti pernah mengalami hari yang buruk, dan hari yang buruk tersebut adalah hari dimana kita telah mempersiapkan segalanya dan berharap hari itu akan menjadi hari yang sukses tapi ternyata tidak, dan akhirnya hari itu menjadi bencana.

Oke, tak perlu menyalahkan siapa-siapa, karena saya terbiasa apabila ada apa-apa selalu melihat ke diri sendiri. Dan saya pikir persiapan saya kurang maksimal dan ada faktor psikologis lain, yaitu faktor doa atau spiritual saya yang agak kurang bagus.

Jadi, saya coba membaca-baca kembali dari berbagai sumber dan saran beberapa teman, dan akhirnya saya berhasil merangkum resep-resep dalam menjalani kehidupan, yang lebih banyak didominasi oleh hal-hal spiritual. Hmm, saya pikir beberapa hari belakangan sisi spiritual saya kurang baik dan sudah agak tumpul dan perlu diasah. Beberapa hal diantaranya adalah lebih konsisten dalam beribadah dan coba lebih benar dalam berdoa atau meminta.

Doakan saya ya, semoga shadow days ini akan segera berakhir, dan saya pikir saya juga telah lama kehilangan momen dan sisi spirituil saya yang agak terkikis oleh dunia *asek*, aamiin.

Tagged , , ,
Advertisements