Monthly Archives: October 2013

Last 4 tickets goes to…

image

Well, putaran final Piala Dunia Brasil 2014 akan segera tiba tahun depan, dan saat ini tinggal berlangsung babak-babak akhir untuk menentukan sisa tim yang boleh mendapat jatah terbang ke Brasil. Yang paling menarik perhatian tentunya, adalah kualifikasi zona Eropa yang kini tinggal menentukan pemenang dari 4 match terakhir babak play-off. Beberapa diantaranya melibatkan tim unggulan seperti Prancis (juara dunia ’98) dan Portugal.

Play-off akan dilangsungkan home and away pada tanggal 15 dan 19 November. Berikut adalah 4 match yang dipastikan bakal panas karena siapa yang menang, mereka yang akan lolos!

PORTUGAL VS SWEDIA

Ini mungkin menjadi partai paling panas diantara peserta play-off lain. Kenapa? Karena pada match ini kita harus menyaksikan bahwa salah satu bintang dari masing-masing tim, pasti tidak akan ikut meramaikan Piala Dunia tahun depan. Ya, siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Zlatan Ibrahimovic (Swedia).

CR7 dan Ibra dipastikan bakal bentrok dan nantinya hanya akan ada satu nama yang lolos. Publik tentu tidak “tega” memilih siapa yang harus ikhlas melepas kesempatan unjuk gigi di pentas dunia tahun depan. Namun, hidup adalah soal pilihan bukan? Halah. Dijamin pada ga rela deh kalo Piala Dunia besok kita ga bisa liat penetrasi super cepat Ronaldo ataupun gol-gol akrobatik trademark Zlatan.

Bagaimana kalo saya yang disuruh memilih? Hmm, meskipun bukan fans keduanya (meski sempet dukung Ibra ketika di Milan), saya lebih “agak suka sedikit” kalo kapten Swedia itu yang melepaskan tempatnya untuk diisi Cristiano dan Selecao nya di Brasil 2014. Dengan kata lain, Portugal yang lolos. Alasannya? Bila dilihat dari satu kesatuan tim, Portugal sepertinya lebih unggul dan lebih enak melihat permainan kolektif mereka tahun depan. Namun, bila Swedia yang akhirnya lolos, saya berharap Ibra bisa mencapai puncak penampilannya tahun depan dan memperlihatkan permainan juga gol-gol istimewanya.

Prediksi lolos: PORTUGAL.

UKRAINA VS PRANCIS

Satu lagi tim kuat yang berada di ujung tanduk. Yup, Prancis yang notabene adalah penguasa dunia (1998) dan Eropa (2000), harus legowo berjibaku hingga titik darah penghabisan. Dan, lawannya adalah Ukraina. Jujur saja sepeninggal Andriy Shevchenko, saya ga tau banyak kekuatan Ukraina, dan sepertinya mereka sedang membangun tim baru dengan pemain-pemain muda. Memang, tuan rumah Piala Eropa 2012 lalu ini tidak bisa dianggap remeh, Namun sepertinya Piala Dunia akan menjadi hampa dengan kehadiran Olivier Giroud, Franck Ribery, Samir Nasri, Karim Benzema dan personil Le Blues yang lain, bukan?

Prediksi lolos: PRANCIS

YUNANI VS RUMANIA

Tentulah bakal sulit memilih siapa diantara kedua tim ini yang sebaiknya lolos. Ini partai yang adil dan berimbang. Meskipun Yunani adalah kampiun Eropa 2004, namun bisa dibilang gelar tersebut itu “pantas ga pantas” disematkan kepada mereka (no offense) haha. Mungkin memang generasi emas mereka lahir di tahun tersebut, namun nyatanya kini Yunani masih sering terseok-seok dan prestasi mereka pun tidak seperti (mantan) pemegang gelar juara Eropa pada umumnya.

Rumania? Sempat menyandang predikat sebagai kuda hitam di beberapa turnamen-turnamen besar dahulu, sekaligus penghasil pemain top Eropa, saya pun kini belum lagi mengetahui sepak terjang mereka. Singkat kata, nampaknya salah satu dari mereka pantas-pantas saja mengisi satu spot di Brasil esok.

Prediksi lolos: YUNANI

ISLANDIA VS KROASIA

Satu match yang menghadirkan debutan Piala Dunia bila lolos. Adalah Islandia, negeri yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit dibanding Jakarta ini (hanya 320.000 jiwa) bersiap menorehkan sejarah lolos pertama kalinya. Dan lawannya adalah Kroasia, tim “lama” yang pernah mengejutkan dunia di Prancis ’98 yang akan mencoba peruntungannya kembali.

Tentunya Piala Dunia akan lebih baik dengan kehadiran tim papan catur sepeninggal generasi emas Davor Suker itu. Jangan lupakan, kini mereka punya pemain-pemain bertalenta macam Ivan Rakitic dan Luka Modric, pun bomber sekelas Mario Mandzukic yang sedang naik daun bersama Bayern Muenchen, sang juara Eropa.

Prediksi lolos: KROASIA.

Advertisements

METALLICA LIVE IN JAKARTA 2013 (A Review from My Best Concert so far) #latepost

metallica-live-in-jakarta

Dan tulisan ini bakal panjang lagi.

Well, harus diakui.. Dengan tulus ikhlas dan kebesaran hati yang benar-benar fitrah juga normal, bahwa ini adalah konser paling akbar yang pernah terjadi di Indonesia, khususon, yang pernah saya saksikan. Konser yang sangat megah, dihadiri puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karnon (GBK), yang biasanya hanya penuh sesak ketika timnas sepakbola Indonesia tanding, kali ini penuh karena sebuah band legendaris manggung. Ya, siapa lagi kalau bukan Metallica.

Metallica, sebuah nama bersejarah buat dunia perkonseran Tanah Air. Ketika 20 tahun lalu, tepatnya bulan April tahun 1993, mereka sempat menggelar konser di Jakarta, dan malah terjadi kerusuhan saat itu. Saya yang tahun segitu masih SD kelas 3, sudah dicekokin dan kenal lagu-lagu Metallica dari kakak saya. Kamar kakak saya menjadi saksi perkenalan saya dengan para nabi heavy metal tersebut. Kenalannya lewat satu album legendaris yang covernya berwarna hitam, dengan gambar ular melingkar yang hanya bisa keliatan kalo dilihat pake mata hati (halah).

Yap, itulah album yang biasa orang sebut sebagai The Black Album.

Dan kini, 20 tahun kemudian, saya mulai beranjak dewasa, mungkin begitu juga dengan anak-anak lain seusia saya yang dulu kecilnya juga dengerin Black Album, Metallica datang kembali menyapa Jakarta. Sebagai pecinta musik, dan juga penggemar Metallica, haram hukumnya bagi saya kalau sampe melewatkan kesempatan ini. Okelah, mungkin kedengarannya naif ya menganggap ini semua sesuatu yang harus ditonton. Tapi, ini Metallica bung. Dengan usia mereka kini, bila konser tanggal 25 lalu lewat, butuh minimal 20 tahun lagi buat saya menunggu kedatangan mereka. Itu juga dengan catatan, kalau mereka ga pensiun main musik, hehe.

Jadi begitulah, ketika mendengar mereka akan menggelar konser di Singapore, publik metalheads Indonesia dibuat gregetan dan meradang, kenapa mereka ga bisa konser di Jakarta? Come on, promotor Indonesia. Terlebih lagi, metalheads Indo tambah kesel ketika James Hetfield dkk mengumumkan bahwa Malaysia akan menjadi destinasi selanjutnya. What, Malaysia..?? Are you kidding me?? Well, dilihat dari sisi histori, jumlah fans, antusiasme publik terhadap rock, maupun dari manapun, jelas Indonesia one step ahead dan lebih berhak disambangi Hetfield cs.

Alhamdulillah dan puji Tuhan, lewat gebrakan sebuah promotor bernama Blackrock Entertainment, akhirnya Metallica berhasil digiring untuk datang, dan akhirnya secara resmi, Jakarta menjadi show terakhir mereka di Asia. Semua orang senang.

Begitu pula saya. Salah satu band yang saya nantikan kehadirannya tiba. Langsung saya hunting tiketnya, sambil tentunya mencari teman. Grasak grusuk sana sini, akhirnya saya sukses menemukan barengan. Tak hanya satu, dua atau tiga.. Banyak! Hehe. Ada yang di festival, tribun maupun VIP.

Memang, Metallica milik semua.

Hebatnya, kakak saya, yang menjadi saksi kerusuhan konser ’93, antusias bernostalgia dan menonton kembali bersama teman-temannya yang dulu. Mereka semua memesan tiket di tribun. Ketika saya tanya kenapa ga di festival biar lebih seru nontonnya, jawabnya begini:

“Udah ga kuat lagi ah, berdiri lama-lama.”

Oh, ternyata faktor U, haha. Bertambah 20 tahun usia ternyata berpengaruh pada stamina. Usut punya usut, alasan lain adalah ketakutan akan terulang kembali bentrokan ’93. Dan kalau itu sampai terjadi, prediksi kakak saya dan teman-temannya, nonton di festival bahaya. Oh, mungkin pikir mereka kalo di tribun gampang cari pintu keluar kali ya.. Hmm, sedikit masuk akal memang.

Singkat cerita, pada hari H, tiket yang saya beli sebulan sebelumnya telah siap dan telah ditukar, kemudian saya berangkat bareng teman dan kakak saya. Rencana nanti ketemu di venue sama 2 orang teman lagi. Jadi rencananya, yang nonton di festival empat orang. Dan kakak saya bertemu juga dengan geng nya sesama tribun.

Kostum udah pas banget. Dari atas, kaos Metallica yang saya beli di salah satu mall Bekasi 2 hari sebelumnya haha, kemudian jeans nudie hitam ketat, dan sepatu Converse mono black, kami datang dan ketika memasuki wilayah Senayan, jalanan sudah macet dan banyak orang beratribut hitam-hitam. Mungkin kalo fans Metallica mendirikan partai politik, bisa bikin macet Jakarta pas kampanye, haha. Saya dan rombongan memilih parkir di Plaza Senayan. Well, kalo nonton konser begitu memang lebih nyaman parkir di mall daripada di dalam lahan parkir GBK, karena lebih ga ribet jalan keluarnya.

Kurang lebih pukul 17.15, kami berhasil membaurkan diri dengan geng hitam-hitam metalheads Indonesia. Hebatnya, ternyata tak hanya dari Jakarta saja para penggila metal itu hadir. Tampak dari seluruh Indonesia mereka berdatangan, dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai ke Talaud *kemudian jadi iklan Indomie*. Banyak juga berseliweran di depan saya pemusik dan publik figur lokal macam Ipang, Sheila on 7 dan lain sebagainya. Bahkan terdengar juga kabar kalau Gubernur DKI Jakarta, Jokowi akan menonton di festival. Ya kali deketan sama gue berdirinya haha.

Masuk ke GBK, antrian penuh banget di gate. Bagi-bagi sembako atau zakat fitrah kalah jelas kalah rame. Dan semua serba hitam, daleman juga mungkin hitam. Cuma mereka yang anti mainstream saja, atau yang sok-sokan mau jadi pusat perhatian, atau ga punya baju, atau bukan fans cuma ikut-ikutan ngehits, yang ga pake item-item. Dan karena ada peraturan bahwa di dalem GBK nanti ga boleh ngerokok, karena dikhawatirkan merusak rumput, jadi ada petugas gitu yang ngumpulin rokok di dekat gate. Teman-teman saya yang ngerokok dan ga rela rokoknya disita, empot-empotan deh ngabisin rokoknya sembari ngantri, hehe.

IMG_0706

Tidak beberapa lama kami sudah di dalam dan situasi masih agak lowong. Stage yang telah berdiri kokoh dan para penonton sudah bersiap di posisi sesuai kelasnya. Tribun tampak sudah mulai terisi, yang di festival mulai merangsek ke depan, yang di front row stage sudah mulai berdiri (entah mereka ngantri dari jam berapa tuh dapet front row), dan kami semua dag dig dug menanti jam 8, waktu yang dijanjikan oleh Metallica untuk mengguncang Jakarta.

Setelah menanti beberapa saat, Seringai (yang didaulat menjadi opening act), dan Raisa! tampil di stage untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seringai mencoba melakukan yang terbaik saat perform dan memanaskan GBK yang makin lama makin penuh. Seringai, yang merasa terkejut dengan penunjukkan mereka sebagai band pembuka, mengaku tak ingin perform lama-lama. Karena mereka juga pengen cepet-cepet ngeliat Metallica, hehe. Dan terbukti, meskipun hanya beberapa lagu yang mereka bawakan, penonton cukup riuh dan antusias.

Tapi sepanas-panasnya Seringai, masih lebih panas Raisa. Hmm, tapi Raisa ga muncul lagi, cuma di awal aja. Dan saya pun ga liat itu Raisa karena pas dia nyanyi Indonesia Raya diatas panggung saya sedang solat magrib, haha.

Raisa sudah, Seringai sudah. Sekarang giliran para kru Metallica yang semuanya berbadan besar dan berkepala botak macam wrestler atau tukang jagal atau algojo atau bodyguard, unjuk gigi dengan menyiapkan equipment di stage. Dasar tukang jagal iseng, mungkin ngeliat metalheads Indo udah haus dahaga (baik dahaga air minum dan dahaga mau buru-buru liat Hammett cs.) mereka “sengaja” nyetem gitar di depan kita.

Suara gitar disetem cukup bikin jerit-jerit, tapi belum seberapa. Nah, pas drum di setem, baru sekali pukulan. DHAKK..!! Bergetar bumi yang kita semua injak sodara-sodara. Luar biasa, merinding disko. Sound yang digunakan bakalan bisa bikin copot jantung kakek-kakek usia 75 tahun nih pemirsa..!! (Ya kali ada kakek-kakek nonton Metallica). Tapi memang betul, kami semua menyambut gegap gempita setiap pukulan drum oleh algojo itu, dan setiap drum dipukul, jantung saya ikut bergetar, sama bergetarnya ketika saya melihat kamu (PLAKK!!)

Tapi lama nih, kita di PHP-in si tukang algojo yang nyetem ini itu, kemudian kadang lampu dimatikan sampai gelap tapi orangnya ga muncul-muncul, atau para algojo masuk tapi ga ada apa-apa. Namun akhirnya penantian panjang terbayar. Di layar lebar kanan kiri, akhirnya menampilkan film koboi. Yep.. Itulah film pendek The Good, The Bad and The Ugly yang selalu diputar setiap Metallica menggelar konser dan akhirnyaa.. Diputar juga di Jakarta! Otomatis kami semua histeris dan koor bareng dengan antusias.

Well, the show is about to begin dan.. Sungguh ini luar biasa. Salah satu mimpi telah nyata. Apalagi ketika layar LED super besar yang memenuhi seluruh bagian panggung menampilkan gambar Lars Ulrich duduk dan menggebuk drum perdana.. YEAH!! They’re here and already on stage! Lars, Kirk, Robert dan James.. Sudah siap di posisi mereka masing-masing dan mulai menggebrak dengan lagu pertama dari album pertama dan track pertama, apalagi kalo bukan Hit The Lights!

DCIM101GOPRO

Hit The Lights dibawakan, energi penonton luar biasa, baru-baru kali yee. Saya yang tadinya berdua bareng temen, pas Hit The Lights dimainkan langsung terpencar. Karena apa, karena lautan penonton di festival benar-benar gila dan mulai mengacak-acak berantakan. Semua melompat kesana kemari dengan liarnya dan kalo ada sikut-sikut nyasar, ya dimaklumi aja. Beberapa kali kaki saya dibuat tak menepak tanah saking berhimpitannya orang. Malahan cowok di sebelah saya yang tadinya diam kalem saja begitu Hit The Lights mulai langsung berubah beringas sampe beberapa kali nyikut. Sial.

Karena saya terpisah, ya akhirnya harus ikhlas lepas dari teman saya. Yasudah terpaksa saya harus selesaikan konser ini seorang diri *halah*. Beberapa orang sudah mulai minta permisi numpang lewat untuk ke belakang, ga hanya cewek. Cowok pun dari yang badannya kecil sampe yang besar, sepertinya shock dan ga berani lagi ngelanjutin sisa konser dari posisi depan. Dalam hati saya khawatir juga, karena there’s no way out. Berdoa aja deh supaya kuat. Untungnya, konser diadakan outdoor. Itu aja masih sulit bernapas. Gimana indoor yak? Bisa dibayangin kan betapa kacaunya crowd festival.

Setelah Hit The Lights, lagu kedua adalah Master Of Puppets. Dahsyat! Lagu ini semakin membawa penonton ke suasana yang lebih gila dan kacau lagi. Berkali-kali teriakan “MASTER! MASTER!” menggema di GBK. Master of Puppets yang menjadi lagu yang paling sering dibawakan ketika konser, dan pasti ditaruh di awal-awal setlist, sukses menghipnotis metalheads yang masih terbius dalam ekstasi kegembiraan. Disusul Fuel dari album Reload.. Tiga lagu awal yang benar-benar bikin bumi GBK dan sekitarnya bergoncang hebat.

Belum puas dengan itu semua, James Hetfield sang vokalis sekaligus gitaris kembali menggebrak dengan Ride The Lightning, yang kebetulan sesuai dengan kaos saya, yang baru dibeli 2 hari sebelum konser haha. Yap, kaos Ride The Lightning yang bernuansa biru dan ada gambar tengkorak di belakangnya itu saya pilih karena kaos tersebut desainnya agak lebih bagus dari desain-desain lainnya. Sebenarnya saya mau pake kaos hitam oblong dengan logo Metallica berwarna putih di dada, simpel. Tapi apa daya kaos itu sudah keburu dipake kakak saya.. (Btw ini kenapa jadi ngomongin kaos yak), oke skip.

Ride The Lightning selesai, Metallica kembali membius penonton dengan Fade To Black. Intro dari lagu legendaris itu berhasil membuat rakyat metal di Jakarta bernyanyi bersama. Saya yakin banyak diantara penonton yang sampai menitikkan air mata saking terharunya. Bener, dan ini ga lebay kok. Okelah, coba kita pikir bersama dan bareng-bareng, berapa banyak pecinta musik Indonesia dari dulu, yang ngeband (sekali lagi) dari dulu hingga sekarang, mainin lagu-lagu Metallica. Di festival-festival, di pensi, di cafe-cafe.. Jangan lihat di Jakarta aja, tapi lihat di daerah-daerah seluruh Indonesia. Atau mereka yang ngoleksi kaset, ngumpulin poster, CD, DVD dan segala pernak-pernik lain yang berhubungan dengan Metallica. Atau yang lainnya. Tua, muda, gondrong, cepak, item, putih, abu-abu dan lain-lain. Dan malam itu, mereka akhirnya bisa secara langsung nonton idolanya di depan mata. Ga bisa dibayangin. Priceless.

IMG_0836

Selesai Fade To Black, bukannya dikasih napas dulu, kita malah digeber dan ditambah histeris dengan dibawakannya satu nomor yang katanya jarang dimainin ketika live, tapi lagu ini punya makna yang luar biasa. Yap, track kedua dari the deadly debut album Kill ‘Em All, The Four Horsemen mulai dibawakan. Alhasil rakyat GBK makin larut dalam histeria.

Saat itu, saya masih berharap nomor yang ingin saya dengar pas konser, Memory Remains, dibawakan sama seperti ketika mereka tampil di Singapore beberapa hari lalu. Namun sayangnya keinginan saya itu belumlah jadi kenyataan, karena setelah Horsemen, yang dibawakan adalah lagu yang relatif baru dari album Death Magnetic (2008), yaitu Cyanide. Bagi mereka pemuja tua Metallica di album-album lama sepertinya agak kurang familiar dengan album-album periode millenium ke atas. Namun hebaynya, Cyanide ini memiliki daya hentak yang keras sama seperti Fuel, dan tak sulit bagi kami untuk sekedar headbanging atau bahkan ber-moshing ria. Pemilihan lagunya emang pas.

Bagi para pemirsa yang agak ngeri ngeliat orang-orang saling menabrakan diri mengikuti aliran musik, pasti serem deh lihat ginian haha. Saya aja masih deg-degan takut kena hantam. Tapi ya itu biasa di konser rock, apalagi sekelas Metallica. Meskipun kata temen saya, sebenarnya moshing atau bikin circle mosh pit itu bukan “tradisi” Metallica, tapi ya kalo sudah terbius dengan alunan musik metal mau dibilang apa. Segala batasan halangan rintangan ya ditabrak halah. Di sebelah saya, tercatat ada 2 mosh pit, baik di kanan maupun kiri. Nah kalo udah gitu emang paling bener terapin survival guide lah. Apa itu? Kalo suvival guide versi saya saya gini:

  1. Ikuti arus penonton. Maksudnya, kemana penonton “bergoyang”, arus crowd nya ikutin aja. Kalo kira ngelawan arus, kontak fisiknya bakal lebih kerasa dan kadang kalo lagi sial banyak tulang-tulang, sikut or tangan yang melayang lho haha. Kalo kita ngikutin arus, dengan ditambah sedikit tenaga, maka kontak fisik bisa diminimalisir.
  2. Kalo perlu, ikut-ikutan sok bergaya tabrak-tabrakin diri aja. Atau kalo dikaitkan dengan nomor 1, kalo ngikutin arus, pura-puralah untuk sedikit “mau membuat rusuh”, karena kita akan tampak menikmati dan ga keliatan jiper. Kalo keliatan jiper pasti makin ga betah deh, hehe (pada ngerti ga ya??) pokoknya begitu deh, Kak.
  3. Ini berkaitan dengan fashion. Saat terjebak di kerumunan crowd yang liar, dilarang pake sendal jepit dan/atau bawa peralatan yang berat (misalkan tas gemblok). Itu kesengsaraan yang jadi pelajaran saya dulu ketika nonton Smashing Pumpkins. Oh ya, selalu pastikan barang-barang anda jangan sampe ada yang jatuh. Kalo udah jatuh, tamat cerita.

Nah, malah jadi sok-sokan tips survival guide haha. Kembali ke setlist, Cyanide ini masuk ke dalam video resmi tur Asia Metallica yang diunggah di laman Metallica. Bisa dibayangin kan betapa keren dan bangganya metalheads Indonesia. Setelah Cyanide, euforia kembali dilanjutkan ketika intro Welcome Home (Sanitarium) dibunyikan.

Kelar Sanitarium, Hetfield mencoba menyapa warga Jakarta, apakah suka dengan musik keras? Do you like heavy? YEAAHH jawab penonton. Karena Metallica gives us heavy. Guess what, the heaviest Metallica’s song. Ladies and gentlemen, please welcome, Sad But True.

IMG_0832

Pecah. Gila. Berantakan.

Setelah nomor kedua dari Black Album itu dibawakan, giliran lagu instrumental Orion tampil. Disambung dengan One, yang seperti biasa, dimulai dengan dibunyikannya tembakan sana-sini. Begitu denger bunyi tembakan, kita semua udah pada tau kalo One yang bakal dibawain. One ini jadi salah satu lagu andalan konser, dan saya suka banget bagian bridge-nya. Sampe saya sengaja ngerekam khusus di bagian itu haha.

Setelah One, sisanya adalah surga. Yap, 4 lagu yang benar-benar bikin orgasme telinga berurutan dimainkan. Berawal dari For Whom The Bell Tolls yang membuat saya jatuh cinta semenjak dibawakan dengan balutan orkestrasi gagah nan sangar di album S&M (1999), lanjut dengan Blackened, lagu lama yang benar-benar kencang, sampai di lagu ini saya ingat, lautan manusia di GBK bergoyang mengikuti irama lengkingan gitar Hammet. Selesai dibuat berpeluh keringat dan belumlah lagi detak jantung kembali normal, Hetfield sangat paham bagaimana membuat penonton cooling down. Well, inilah saatnya bagi kita untuk menyalakan korek api dan mengayunkannya ke atas (bagi yang berhasil nyembunyiin korek), atau menyalakan handphone dengan membuat efek lampu menyala (kalo ini, buat hape biasa atau keluaran terbaru bisa), atau bahkan sekedar menyanyi bersama sambil menengadah ke atas melihat langit, dengan tangan membentuk simbol metal. Sungguh tak percaya kalau akhirnya bisa menyanyikan lagu ini bersama-sama, dan juga menjadi kesempatan bagi para perekam video, mulai dari kamdig, handphone dan gadget yang berukuran kecil hingga iPad yang bikin gengges, untuk mengabadikan momen luar biasa.. Ya, sambutlah Nothing Else Matters.

Ingatan langsung melayang jaman SD ketika saya mendengarkan lagu ini terus menerus di kamar kakak saya, kalo pergi naik mobil (dulu masih tape kaset), dan pas belajar gitar pertama kali (diajarin intro lagu ini) dan saya tambah jatuh cinta, sekali lagi, ketika ngumpulin duit sendiri terus naik angkot ke mall terdekat untuk beli VCD album S&M, karena disana Nothing Else Matters dibawakan dengan sangat apik. Dan malam itu, suasana menjadi sangat syahdu dan khidmat karena lagu itu mengalun di depan mata saya, langsung.

Sama halnya ketika saya tak percaya bisa nyanyi bareng Tender bersama Blur. Di kamus perkonseran saya, tinggal satu lagu yang saya harus nyanyi bareng penyanyinya, Don’t Look Back In Anger nya Oasis.

Oke, dan disinilah yang menurut saya menjadi klimaks dari Metallica tour on Jekardah.. Nothing Else selesai, kemudian layar LED super besar yang menjadi background di stage, yang amat sangat sungguhlah bening itu, lebih bening daripada DVD dan TV plasma apapun keluaran manapun, atau layar amoled dari gadget supercanggih mana aja, di zoom ke jari Hetfield yang sedang memetik gitar dari outro Nothing Else, kemudian dia menunjukkan pick berlogo Metallica, juga tato di jari-jarinya.

Hening, penonton bersorak dan bertepuk tangan. Dan kemudian, intro paling familiar sepanjang sejarah musik Metallica mengalun. Enter Sandman.

Tidak ada kata lain kecuali mari kita masukkan semua gadget ke dalam tas, ga usah ngerekam lah, dan marilah kita larut didalam kebahagiaan ini. Hanya di lagu ini, saya ingin menikmati semuanya tanpa gangguan gadget apapun. Lagu yang konon paling populer dalam sejarah Metallica, berhasil membuat lebih dari 60 ribu penonton bernyanyi dan melompat bersama. Bahkan katanya, keriuhan koor Sandman sampai terdengar beberapa meter di luar GBK, begitu pula laman resmi Metallica menulis: “That’s the loudest I ever heard a crowd sing “Sandman” in a very long time.”

Yep, this is Indonesian crowds.

Setelah Sandman, saatnya encore. Well, ngasih kesempatan Metallica buat minum-minum bentar, pijit-pijit, bobok bobok cantik atau ngerokok barang 10-15 menit kali ya.. Atau mandi, soalnya kan di Indo panas banget.. Atau main poker dulu, remi atau BBM-an, apdet status Path. Oke ga penting.

Sepertinya penonton sudah tidak sabar dan tahu kalo itu cuma pancingan buat encore (ya iyalah, cuma orang yang baru pertama kali nonton konser mengira kalo itu udah habis dan pulang, haha). Dan seiring hadirin mengumandangkan kalimat sakti “we want more” dan/atau menyebut-nyebut nama Metallica, seiring itu pula 4 bapak-bapak punggawa metal kembali hadir ke stage dan menempati posnya masing-masing. Hetfield lagi-lagi melucu dan menggoda penonton dengan berpura-pura mau ngalungin gitar untuk nyanyi tapi ga jadi, haha. Dan inilah encore-nya!

Pertama, terdengar intro Creeping Death. Setelah itu, penonton pada ngira Battery yang bakal dibawain, berkaca pada negara-negara Asia Tenggara sebelumnya. Namun semua salah, justru lagu yang jarang nongol di setlist, Fight Fire With Fire. Dua lagu awal itu adalah dari album kaos saya lagi, Ride The Lightning. Huyeehh..!!

Sebagai penutup, lagu pamungkas yang biasa dimainin sebagai ending tiap konser, Seek & Destroy. Di lagu ini para penonton diserbu puluhan balon hitam yang disebar di kerumunan.. Dan balon-balon itu pada crowd moshing. Ujung-ujungnya balonnya dibuat rebutan para metalheads haha, buat dijadiin bantal di rumah kali ya. Lumayan juga sih. Seek & Destroy sendiri sukses bikin seisi GBK bernyanyi bersama. Seeekk and Destrooyyy…!!!

indonesia-metallica

Di akhir show, semua personil Metallica membagikan “merchandise”. Yep, James, Kirk dan Rob meraup pick untuk disawer kepada penonton.. Untung gitar sama bass nya juga ga dilempar. Tak ketinggalan Lars juga membagikan beberapa sticknya. Kemudian mereka meminta bendera Indonesia dari penonton (atau udah disediain panitia ga tau juga), untuk dibentangkan di panggung. Di speech penutup, mereka mengucapkan terima kasih banyak dan sebagai #kode, Lars pokoknya bilang yang intinya, sampai berjumpa lagi Jakarta.

Apakah ada kemungkinan Metallica bakal datang kembali di masa mendatang?

Ga ada yang ga mungkin. Tapi seperti yang saya ungkapkan di awal cerita tadi (ayo scroll) melihat kuantitas usia mereka yang kini sudah berkepala 5, dan melihat perjuangan promotor Indo yang membutuhkan waktu lama untuk menggiring mereka kemari, sepertinya bisa dibilang ini adalah konser “terakhir” mereka di Indo, kecuali ada peristiwa khusus ya.. Bayangin, butuh 20 tahun lamanya untuk memboyong kembali Hetfield dkk pasca ’93, dan bila dihitung pake matematika sederhana di masa kini, maka Metallica akan hadir kembali lagi 20 tahun kemudian yang artinya usia para personilnya sudah 70 tahun! Agak mustahil, bukan?

Ada yang lupa. Sebelum Metallica naik panggung, sempat ada keriuhan yang membuat fokus penonton tertuju ke tengah-tengah kerumunan festival. Yup, apalagi kalo bukan kedatangan Jokowi. Jokowi benar-benar memenuhi janjinya untuk hadir dan langsung merangsek ke tengah-tengah massa. Wah ternyata ga jadi di sebelah saya, hehe.

That’s it and that’s a wrap! Saya pulang dengan kaki pegal dan perjuangan mencari minuman yang dahsyat sangat susah luar biasa. Akhirnya bisa dapet dan kalo udah begitu sungguhlah ga mikir harganya berapa, yang penting beli aja daripada dehidrasi.

C U at the next concert report!

 

Foto-foto: courtesy of myself, google and @deramdhani

5 concerts worth to wait.

Bagi penggemar musik seperti saya, menonton konser suatu band adalah sebuah hal yang memiliki sensasi berbeda dari mendengarkan musik biasa. Dan juga memiliki kasta yang berbeda pula dengan mengikuti perkembangan band tersebut dari album-albumnya. Dan, meskipun dewasa ini menonton konser harganya kadang ga masuk akal, udah gitu harus merogoh kantong dalam-dalam juga, tapi bila ada band yang saya ingin lihat secara live, ya pasti saya belain ujung-ujungnya. Pikiran saya gini aja, mereka pasti ga setahun sekali dateng ke Indo, jadi ya.. Menurut saya itu menjadi suatu kesempatan langka dan berharga menonton langsung band yang biasanya hanya saya dengarkan lewat kaset atau CD.. Ya sekarang iPod kali ya haha.

Meskipun ga sering-sering banget nonton konser (diantaranya karena masalah budget itu tadi), membuat saya harus selektif dalam memilih. Kalo ga suka-suka banget ya ngapain ditonton. Namun saya cukup bersyukur bahwa saya telah diberi kesempatan nonton beberapa band favorit saya yang tadinya ga pernah kepikiran bisa nonton live, malah bisa nyanyi bareng sama mereka. Seperti misalnya kalo band lokal, macam GIGI, Padi atau Sheila on 7 udah ga jarang saya tonton. Kalo yang bule.. Metallica, Blur, Mr. Big dan lain-lain adalah beberapa band yang saya udah pernah sing-along bareng vokalisnya langsung.

Tapi, ada beberapa band yang belum pernah saya tonton hingga saat ini, dan saya pengen banget lihat konsernya, baik kalo mereka perform di dalam maupun luar negeri. Kalo udah nonton konser mereka, kayaknya riwayat perkonseran saya bakal lebih lengkap, meskipun musik terus berkembang dan perkonseran adalah sesuatu yang dinamis dan terus bergejolak perubahannya (boso opooo iki).

Berikut adalah beberapa band yang saya gemes liat performance nya:

1. OASIS

20131012-171432.jpgBand yang sebenarnya udah bubar ini bener-bener bikin saya penasaran. Kalau udah bubar, tentunya saya hanya bisa berharap mereka reuni kembali dan menggelar tur konser keliling dunia, atau minimal Asia, supaya mereka bisa mampir ke Indo. Kalo enggak, ya impian nonton Oasis tetaplah menjadi mimpi. Lagian kenapa juga sih Liam pake berantem sama Noel, yang bikin Oasis jadi bubar? Dan Liam bikin band Beady Eye. Saya sebagai penggemar Oasis tentu kecewa, karena Oasis itu adalah band yang berpotensi bikin Gelora Bung Karno penuh kembali kalo mereka konser disana, seperti yang dilakukan Metallica 2 bulan lalu.

Lagian, naik haji britpop saya yang udah terjadi sekali pas Blur dateng kemaren bakal lebih sahih kalo Oasis dateng. Udah merinding kalo bayangin koor bareng penonton di lagu Don’t Look Back In Anger menggema di GBK.

Ada beberapa wacana atau gosip yang mengatakan Oasis akan reuni lagi. Well saya berharap sih demikian. Karena Oasis adalah band pertama yang kasetnya saya beli kelas 2 SMP, sebelum saya mulai ngoleksi kaset tentunya.. Album Be Here Now dulu, dengan hit single Stand By Me sama Don’t Go Away. Hmm, kaset itu setia menemani walkman Aiwa yang saya bawa tiap hari ke sekolah.. *jadul bener boosss…* haha.

2. COLDPLAY

20131012-170504.jpgKalo yang ini agak masuk akal, meskipun setengah pesimis juga. Kenapa? Pertama karena Coldplay adalah band terbaik di blantika musik saat ini. Dan mengundang mereka datang berarti mengupayakan sesuatu yang amat sangat luar biasa dan menjadi prestasi besar. Kedua, karena Chris Martin cs. pernah mengumandangkan ultimatum bahwa band nya tidak akan berkonser selama 3 tahun dari konser terakhir mereka awal tahun ini. Itu kan berarti menutup segala spekulasi yang ada bahwa mereka bakal datang ke Indonesia.

Coldplay terkenal dengan aksi panggungnya yang luar biasa. Dengan gelang-gelang lampu menyala yang dipakai oleh penonton dikala gelap, akan tercipta lautan lampu berwarna-warni. Seorang teman pernah menonton konsernya di Sydney kemarin, dan hasilnya bener-bener bikin ngiri abeeesss..!!!!

3. U2

20131012-170939.jpgSiapa tak kenal dengan band legendaris asal Irlandia yang baru saja saya sebut? Father of all bands ini sempat saya katakan sebagai penutup perjalanan konser saya sepanjang hidup. Artinya, riwayat perkonseran saya bisa dibilang sudah khatam kalo udah nonton Bono, The Edge, Adam Clayton dan Larry Mullen Jr ini. Lebay? Tidak juga, karena memang U2 adalah band yang pantas dibilang lebih besar daripada sekedar besar.

Selain itu, aksi panggung mereka juga sangat luar biasa. Banyak stage di tiap konser dibuat berbeda sedemikian rupa, dan performance mereka sudah ga pantas lagi kalo digelar indoor. Suatu saat mereka pernah menggelar konser dengan stage seperti tarantula, dengan posisi di tengah stadion, stage tersebut bisa dilihat dari setiap sudut, alias 360 derajat. Bagaimana betuknya? Silakan googling, hehe.

Yang membuat harapan nonton U2 menipis karena Bono sang vokalis pernah menyatakan kalo ia ga mau manggung di suatu negara yang bermasalah dengan lingkungan nya. Well Indonesia? Kalian bisa nilai sendiri lah apakah Bono tertarik untuk mampir kesini kalo dilihat dari keadaan lingkungan kita, hehe. Oh ya, selain itu masalah pelanggaran HAM juga sesekali diangkat oleh vokalis yang juga aktifis ini. Ribet yaaa..!!??!!

4. PEARL JAM

20131012-173155.jpgYang ini masih masuk akal dan peluang saya bisa nonton pentolan Grunge ini cukup terbuka lebar. Saat ini sedang didekati oleh salah satu promotor Indonesia dan gosipnya, mereka akan datang tahun depan. Apalagi, mereka baru saja mengeluarkan album baru dan ada chance mereka buat tur ke beberapa negara. Dedengkot alternative band era 90-an sudah cukup lama menjadi favorit saya. Dulu saya mengenal mereka lewat kaset-kaset kakak saya yang saya dengarkan terus hampir setiap hari di kamar. Ah, masih ingat saya pernah menggemari album live mereka “Live On Two Legs” ketika jaman SMP.

Pearl Jam terkenal dengan lagu-lagu yang menjadi hits meskipun tidak ada video klip nya. Karena basis massa dan karakter musiknya yang kuat, meskipun tidak melakukan promosi melalui video musik seperti yang dilakukan band lain pada umumnya, namun mereka tetap laku dan tak melepaskan cengkeraman kuat mereka di blantika musik dunia.

5. MATCHBOX TWENTY

20131012-172754.jpgAgak mengejutkan bisa masuk list saya, tapi memang kekaguman saya akan sosok dan karakter suara Rob Thomas sebagai vokalis, membuat band ini layak tonton. Matchbox adala Rob dan Rob adalah Matchbox. Dan melihat mereka tampil live di depan mata adalah suatu pengalaman berharga bagi khazanah perkonseran saya. Peluang masih terbuka lebar untuk band satu ini.

Tinggal melihat perkembangan mereka untuk membuat album baru lagi, dan ada tur keliling Asia, atau meskipun mereka tidak/belum mengeluarkan album lagi, toh lagu dan album-album mereka sudah banyak dan tetap bisa menggelar show di sini, hehe.

Tagged , ,

Euforia, atau..?? Semoga tidak.

20131010-223927.jpg Ketika saya menulis ini, di tv sedang ada pertandingan Pra Piala Asia U-19, antara Indonesia melawan Filipina. Saat ini, heboh timnas U-19 sedang mewabah. Masyarakat dibuat terbuai oleh keberhasilan mereka menjuarai AFF Cup U-19. Ketika berhasil mengalahkan Vietnam lewat adu penalti beberapa minggu lalu, publik sepakbola Indonesia bagai diguyur hujan deras setelah dilanda musim kemarau berkepanjangan. Atau seperti buka puasa dengan es kelapa muda, trus makan gorengan, kemudian disusul nasi padang, abis itu lanjut sop buah dan terakhir ditutup puding cokelat.. Setelah sebelumnya berpuasa di tengah teriknya udara di gurun pasir Dakkar (lebay). Intinya, sepakbola Indonesia telah berbuka setelah 22 tahun lamanya berpuasa.

Tahun 1991, Indonesia juara. Tunggu, tahun segitu saya masih kelas 2 SD.

Okelah, meskipun yang juara itu tingkat junior, karena di tingkat seniornya masih melempem dan lembek kayak biskuit basah dimasukin ke kopi, namun patut kita apresiasi, karena mereka para tunas-tunas persepakbolaan bangsa, menunjukkan permainan memikat dengan teknik yang bagus dan luar biasa. Ini aja bisa kita lihat nih pas lawan Filipina ini (skor masih 1-0 untuk timnas), permainan Garuda Muda eksplosif dengan umpan satu-dua dan penetrasi ke kotak penalti yang membuat pemain-pemain Filipina kewalahan. Belum lagi tendangan anak-anak asuhan Indra Sjafrie ini yang keras-keras sekali. Gol pun lahir dari tendangan bebas cukup jauh. Pokoknya secara teknik, anak-anak muda ini ga kalah deh sama timnas negara lain yang selangkah lebih maju dari negara kita.

Tentunya masih terlalu dini bila hal ini dibilang sebagai kebangkitan sepakbola Indonesia, atau awal mula dari rangkaian prestasi timnas. Oke, kita berharap hal itu terjadi. Namun, masih perlu dibuktikan. Ingat, kita terlalu lama dan terlalu sering dibuai euforia.

Ah, sudah banyak contoh euforia-euforia dalam dunia sepakbola kita. Yang namanya euforia, ujung-ujungnya dekat dengan kekecewaan. Contoh yang masih lekat di ingatan saya ya pas itu, Piala AFF tahun 2011 kalo ga salah.. Ketika kita begitu digdaya namun akhirnya gagal juara karena “cuma” kalah sekali di final lawan Malaysia.

Ya sudah, itu sudah berlalu. Dan ga ada gunanya menengok ke belakang. Toh kini timnas muda sedang menjanjikan permainan gemilang yang pastinya akan mengharumkan nama bangsa. Ga perlu ngimpi jauh-jauh banget ke tingkat dunia. Bisa berbicara banyak di Asia saja, sudah menjadi kemajuan signifikan bagi PSSI.

Yang terpenting, bagaimana cara agar pemain-pemain muda ini tidak keok dan mengkeret di masa depan mereka, seperti layaknya timnas senior. No offense, tapi timnas senior memang mengkeret dan masih belum menggembirakan. Pemain-pemain naturalisasi pun seperti datang dan pergi, tanpa ada yang benar-benar berarti bagi kemajuan timnas. Jujur saja, pemain naturalisasi yang menurut saya membawa dampak cukup besar bagi timnas hanyalah Cristian Gonzalez. Itu juga sesaat karena El Loco sudah dimakan usia ketika paspornya telah berganti kebangsaan. Mungkin Diego Michiels bisa mengikuti jejaknya, kalo saja ia ga berantem gebuk-gebukan pas dugem terus ditangkep polisi. Atau sekarang mungkin Raphael Maitimo.

20131010-224216.jpg Sisanya? Sori-sori aja jek, ga ngaruh. Ah, mungkin Irfan Bachdim bisa masuk list.. Tapi sekarang juga mainnya ga jelas rimbanya.

Lupakan sesaat timnas senior, mari konsen dan doakan timnas junior ini yang banyak. Mudah-mudahan mereka ga sampe keracunan atmosfir sepakbola Indonesia yang lebih banyak konfliknya dibanding suksesnya. Lebih rame kerusuhannya dibanding kisah manisnya. Apalagi kalo udah bawa-bawa konflik dualisme PSSI. HIIHH!!

Saya menyarankan agar pemain-pemain timnas junior ini dikarantina aja. Atau dijadikan satu klub khusus yang mengikuti liga dalam negeri. Masih ingat wacana Primavera jaman dulu yang berencana mau dijadikan tim untuk ikut Liga Indonesia? Nah hal tersebut bisa direalisasikan meskipun untung ruginya perlu dihitung kembali. Tapi hal itu penting karena kalo udah di klub, pasti aneh-aneh aja yang ada.. Well banyak lah macamnya. Tapi tentunya kita ga mengharapkan itu bukan? Kita ngarep malah kalo bisa Garuda Muda personilnya pada dicomot satu-satu sama tim luar negeri. Aamiin.

Tapi itulah, sebegitu buruknya sepakbola kita, kita harus tetap dukung. Sebegitu bencinya kita sama tampang Menpora kita, kita tetep harus menepuk dengan gagah berani logo Garuda di dada sebelah kiri. Yang penting jangan euforia!

Gimana sih caranya ga euforia? Ya kalo nonton dan menang biasa aja. Lagian ini baru babak awal kan? Artinya gini lho, jangan anggap ini kemenangan luar biasa banget sampe kita jadi jumawa. Cukup bilang: ah ini biasa kok, masih harus banyak meningkatkan permainan. Atau sebut saja alhamdulillah *kemudian pasang peci*

Senang boleh, tapi jangan euforia. Tetap dukung timnas agar permainan mereka menanjak naik dan berkembang sepakbolanya. Maju terus Garuda Muda!

Tagged , , ,

Let’s Get Inspired! (Catatan mengenai Kelas Inspirasi Bekasi)

IMG_0943

Udah pantes jadi guru belum? Hehe.

Tulisan ini bakalan panjang lho. Hehe.

Baiklah, kini saya mau menyampaikan sesuatu tentang.. Hmm, Kelas Inspirasi! Oke, ini sudah basi, karena Kelas Inspirasi yang saya ikuti di Bekasi sudah dilaksanakan tanggal 11 September kemarin. Dan, saya baru bisa menulis sekarang, hehe. Oke tak apa. Mari kita mulai.

Kelas Inspirasi (KI) adalah salah satu “cabang” dari program Indonesia Mengajar (IM) yang diprakarsai Anies Baswedan. IM adalah suatu program dimana para pengajar yang ikut serta, dikirim ke pedalaman untuk mengajar selama kurang lebih 1 tahun lamanya, dan digaji juga. Nah, bagi mereka yang berjiwa pengajar dan bertujuan mengajar demi kemajuan dunia pendidikan, program ini layak diikuti. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang (juga) memiliki jiwa pengajar, namun berat untuk sampai meninggalkan keluarga, kantor jika harus pergi selama 1 tahun? Atau mereka yang memiliki jiwa pengajar namun tidak sanggup untuk hidup di pedalaman, karena tidak ada mall, bioskop dan tempat hiburan lain (halah ini mah kayaknya salah satu alasan gue).

Oke, mereka bisa mengikuti yang namanya Kelas Inspirasi.

KI adalah salah satu sarana bagi kita-kita, para profesional, untuk menularkan ilmu kita, atau apa yang kita kerjakan sehari-hari, atau profesi kita, atau pekerjaan kita, kepada anak-anak Sekolah Dasar, dengan segmentasi SD menengah ke bawah, dengan tujuan agar mereka para tunas-tunas bangsa dapat termotivasi dan terinspirasi akan pekerjaan kita. Dan mungkin suatu saat, mereka akan mengikuti jejak kita dan menjadi penerus kita.

Mulia sekali bukan? Hehe.

Seperti kita ketahui bersama bahwa anak-anak SD (kayak dulu kita jaman SD aja), sepertinya minim akan suatu gambaran profesi atau pekerjaan, atau kata lainnya: CITA-CITA. Kita dan teman-teman pasti dulu pas ditanya guru di depan kelas mau jadi apa nanti gedenya? Pasti jawabannya sudah bisa ketebak. Kalo ga DOKTER, paling INSINYUR.

Dokter mungkin terinspirasi dari salah satu lagu anak jaman dulu, Susan & Ria Enes kalo saya ga salah, yang bilang “Susan kalo udah gede mau jadi dokter biar bisa nyuntik orang lewat, jus.. jus.. jus..!”, begitulah kalo saya ga lupa liriknya, hehe. Atau karena dokter identik dengan suatu pencapaian cita-cita tertinggi, pencapaian suatu maksimalisasi materi dan kekayaan? *terVicky*

Kalo Insinyur, sepertinya 80% terinspirasi dari Si Doel Anak Sekolahan.

Kericuhan di kelas.

Kericuhan di kelas.

Hanya satu-dua anak yang berani mendobrak paradigma cita-cita jaman SD dengan profesi lain seperti ABRI (oke, ketahuan deh gue hidup di jaman apa), atau sekarang TNI kali ya (karena kebanyakan nonton film perang yang jagoannya menang terus), pelukis (dulu terkenal pas Basuki Abdullah baru meninggal), atau bahkan pemain sepakbola. Kalo pemain bola, sepertinya cita-cita yang everlasting, khususnya bagi anak cowok.

Pernah ga kalian membayangkan kalo anak-anak SD pas ditanya cita-cita, mereka akan menjawab:

“Mau jadi presideeeennn..”, “Mau jadi fotograferrrr…”, “Mau jadi pegawai telekomunikasiiii…”, atau “Mau jadi Travellleeeeerrrr..”, akan lebih seru kan kedengarannya, hehe. Dan gambaran seperti itulah yang akan kita coba berikan kepada mereka kemarin. *hasek*

Singkat cerita, saya mendaftar pengajar KI dari website, isi biodata, dan voila.. Lolos seleksi. Kemudian saya ditempatkan di Kelompok 2 dan disediakan kawah candradimuka nya, yaitu SD Negeri Margahayu XII, Bekasi Timur.

Saya dan teman-teman (ada 4 pengajar dan 1 fotografer), diberikan waktu selama 1 hari penuh untuk mengajar di kelas 1 sampai 6, mengenai apa yang kita kerjakan sehari-hari.

Dan inilah wajah-wajah kami:

The team.

The team.

  1. Wulan Busono. Wanita mungil nan luar biasa pendidikannya ini berprofesi sebagai dosen lulusan Teknik Sipil. Ia akan menginspirasi anak-anak agar mampu membuat konstruksi bangunan dan membuat gedung-gedung tinggi dan jembatan-jembatan besar mampu berdiri kokoh.
  2. Alvan Alvian. Pria berkacamata ini bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka. Cerdasnya, ia akan membawa anak-anak melalui kemajuan teknologi dengan melakukan teleconference via Skype dengan teman-teman di luar negeri.
  3. Alexander Arie. Cowok penggemar (musuh saya) Inter ini adalah eks pengajar di KI sebelumnya. Ia adalah seorang apoteker, blogger, dan juga fotografer plus penulis buku lho. Bukunya bisa dilihat disini (iklan gratis nih Ri, traktir yak, haha). Di KI kali ini ia membawa kamera nya dan berbaik hati ngejeprat jepret kita semua seharian penuh. Hasil fotonya bisa dilihat di tulisan ini (karena saya memang ambil dari foto-foto dia, hehe).
  4. Petra Sinambela. Ia adalah seorang pegawai swasta yang akan menginspirasi anak-anak melalui hobinya, yaitu travelling. Petra akan mengajak anak-anak berkeliling dunia lewat merchandise, foto-foto dan pengalaman yang indah luar biasa.
  5. Terakhir, Bimo. Siapakah Bimo? Ya begitu deeehh.. Haha. Saya akan mencoba mengenalkan anak-anak mengenai sistem Pemilihan Umum dan demokrasi di Indonesia, lewat mekanisme pemilihan ketua kelas. Dan juga akan mencoba mengetahui seberapa kenal mereka dengan presiden nya, hehe.

Jadi.. Kelas dimulai. Kami semua mendapat giliran mengajar selama 30 menit. Dan pertama kali, saya mendapat giliran kelas 1 dan 2. Oke, setelah saya melihat wajah-wajah mereka anak-anak kelas 1 SD, kesan pertama: mereka lucu-lucu! Mereka (sepertinya) penurut dan kalem. Saya akan perform setelah Alvan yang menyajikan pengalaman ber-Skype ria. Oalah, tak sabar rasanya untuk bercerita di depan mereka. Wajah mereka manis-manis lho.

Selain Alvan, Mba Wulan sama Petra juga ngajar di kelas sebelah. Tinggallah saya berdiri mondar mandir di depan kelas sambil deg-degan nunggu giliran. Persis dulu waktu SD saya mondar mandir karena nahan boker.

Dan eng ing eng, tibalah giliran saya untuk menginspirasi (pret) mereka, langsung saya masuk dengan tampang sumringah.. Dan inilah opening conversation saya dengan murid-murid nan lutju itu:

“Ya anak-anak.. Tadi udah belajar nelpon ya sama kak Alvan.. Sekarang kalian belajar sama Kak Bimo yaa.. Kita main games yaa..”

“Iya kaaakkk…”

“Tapi kakak mau tanya dulu.. Sekarang siapa yang mau ke belakang? Mau pipis? Ke belakang dulu sekarang yaa.. Biar nanti ga bolak balik keluar kelas lagii..”

Satu anak menunjuk.

“Iya kamu”

Satu lagi menunjuk.

“Iya kamu juga”

Dua, tiga, empat orang menunjuk.

Oke saya bingung.

“Saya kaaakk mau ke belakaanng…”

Dan semua murid keluar.

(…..)

Mari menggambar.

Mari menggambar.

TIDAAAK..!! Salah strategi saya, haha. Namanya juga bocah, sekali keluar ya semua ikut-ikutan keluar. Yang ada sekarang ibu guru beneran yang tadinya istirahat di ruang kepala sekolah, sibuk ngangon anak-anak kelas 1-2 itu berhamburan di luar kelas. Ada yang ke kantin, lari-lari, ada yang benar-benar pipis (kalo yang ini jujur), dan ada juga yang masuk masuk WC tapi cuma masuk trus keluar lagi, haha rusuh.

Alhamdulillah-nya, entah bagaimana caranya, mereka semua bisa masuk kelas lagi. Pfiiuuuhhh.

Kemudian saya memulai pelajaran. Oh ya, fyi, saya memberikan pelajaran mengenai Tata Negara. *berat yee*

Saya akan bertanya, sejauh mana mereka mengenal sosok seorang presiden. Dan bagaimana presiden itu bisa terpilih. Saya sudah menyiapkan beberapa properti: gambar-gambar presiden mulai dari Soekarno hingga SBY. Dan sebagai perbandingan, saya buat pula gambar-gambar artis seperti Iqbal Coboy Junior (saya tau Iqbal ini begitu terkenal dari ponakan saya), Tukul, Sule, Cherrybelle (saya ga tau siapa gambar personilnya yang saya comot dari Google, tapi kata anak-anak itu namanya Angel), dan gambar Jokowi.

Lalu, saya menyiapkan pula kotak suara mini yang saya bikin dari kardus roti. Saya akan bikin simulasi pemilihan ketua kelas. Terdengar menarik, bukan? Hehe.

Oke, beberapa kesimpulan saya untuk anak kelas 1 dan 2 adalah:

  1. Mereka masih belum mengerti. Jadi, sebisa mungkin sampaikan apa yang bisa mereka pahami. Jangan pake kata-kata susah seperti: demokrasi, pemilu, jurdil, luber, konstitusi, atau bahkan sengketa pilkada yang menyebabkan ketua Mahkamah Konstitusi tertangkap tangan KPK (halah). Jadi gunakan kata sesimpel mungkin.
  2. Mereka liar. Mohon dipahami kata “liar” dari perspektif positif ya. Liar disini maksudnya susah dikendalikan. Coba apa yang bisa kalian perbuat ketika kalian sedang bercerita (dengan harapan semua anak-anak memperhatikan), tapi hanya beberapa anak yang dengerin. Sisanya.. main sendiri! Ada yang guling-gulingan di lantai, corat coret papan tulis pake spidol yang ga bisa kehapus, ada juga yang main ledek-ledekan sampe nangis, ada yang main hardcore: nendang meja yang nyaris kena perut temannya, dan ada yang ngobrak abrik properti saya karena ngeliat gambar. Duh, gusti.
  3. Mereka kenal Jokowi. Luar biasa kan Gubernur Jakarta itu? Ketika saya tanya “siapa yang tahu presiden kita?”, mereka bukan jawab SBY lho, tapi malah Jokowi, haha. Ada lagi yang jawab Barack Obama. Dan mereka lebih kenal artis-artis lho dibanding presiden kita. Apalagi si Iqbal tadi, wuih.
  4. Udah ga jaman lagi ledek-ledekan nama bokap ya, hehe. Ga terdengar tuh dari kelas 1 sampai 6 kata-kataan nama bokap. Padahal dulu saya jaman SD parah banget tuh. Sepertinya tren itu telah dimakan usia *sedih inget umur* Oke, ga penting.

Nah pas saya melakukan simulasi pemilihan ketua kelas, saya mencoba menterjemahkan pemilihan itu menjadi kata yang akrab bagi anak-anak kelas 1. Alhasil, ketua kelas yang (tadinya) saya rencanakan beberapa murid saya panggil maju ke depan sebagai calon, saya ganti dengan buah. Yep, saya bilang kalo kalian pilih jeruk gambar buah jeruk, kalo kalian pilih apel gambar apel. Dan mereka excited! Ada yang gambar lama banget, pas saya liat kok ga selesai-selesai, satu kertas digambar jeruk semua, haha.

Tapi percayalah, cerita diatas terjadi dengan kerusuhan, tenggorokan kering dan peluh bercucuran menyelamatkan properti saya diatas meja yang ditarik-tarik mereka. Huft.

Terpujilah engkau wahai ibu bapak guru yang dengan sabar, ngajarin anak kelas 1 dan 2 yang bandel, ceria, ekspresif dan eksplosif tersebut. Eh tapi tunggu dulu, perasaan saya kelas 1 lagi itu ga bandel deh. Saya dulu pendiam, pemalu, pintar, dan duduk manis ga banyak tingkah, ditambah cute juga lagi. *kemudian diamuk massa*

Defli dan Naura

Defli dan Naura

Oke, kelas 1 dan 2 selesai. Kelas yang tersisa itu kelas 3 sampai 6. Prediksi saya, kelas lebih dewasa itu (seharusnya) lebih gampang dan kondusif kok. Kenapa? Karena mereka lebih ngerti kali ya. Dan dugaan saya tepat. Malahan baru masuk aja saya udah kena cengan anak kelas 4:

“Kakak namanya Bimo ya?”

“Iya.. Kamu namanya siapa?”

“Defli kak..”

“Oh Defli..”

“Kak Bimo, kakak abis makan apa sih? Itu di pipinya kotor tuh, ada sisa ya, bersihin dulu dong..”

DHUAR! Bocah kecil kelas 4 SD udah bisa cengin tahi lalat gw yang supermanis ini di pipi, haha.. Untung yang ngomong anak SD, saya masih sabar. Coba kalo yang ngomong wanita dewasa siap nikah, cantik, setia, ga macem-macem lagi baik hatinya, udah saya lamar deh.. *lah malah curhat*

Dan mengajar anak kelas 3 sampai 6 itu mekanismenya sama kok. Yang berbeda cuma simulasi pemilihan. Saya panggil 3 anak maju ke depan, biasanya ada ceweknya, untuk dipilih jadi “ketua kelas”.

Dasar bocah SD jaman sekarang udah tau romansa dan cinta-cintaan kali ya (eh tapi ga ding, dulu gw juga udah tau haha). Pas ada cewek yang maju ke depan, malah dijodoh-jodohin sama temennya yang cowok.

“Cieee.. Naura sama Defli ciyee… Suit suit.”

Maksudnya yang maju ke depan Defli, anak yang sukses ngeledek tahi lalat saya itu tadi, sama Naura, temennya cewek.

Oh, ada juga lho yang sudah bisa menebak hasil pemilihan, layaknya LSI. Coba simak prediksi berikut:

“Ah, ini pasti yang menang Naura ini.. Pasti semua pada milih Naura semua.. Cewek soalnya..”

Dan prediksi jadi-jadian itu tepat. Naura yang menang karena dipilih secara demokratis oleh seluruh rakyat kelas 3 dan 4, hehe.

Selanjutnya, tidak jauh beda. Ketika saya tunjukkan poster besar para presiden, mereka menjawab seadanya dan secukup tahunya. Namun ketika saya tunjukkan foto artis (yang saya kasih clue dengan potongan-potongan mata, hidung, bibir) mereka langsung heboh dan jejeritan.

“IQBAAAL.. IQBAAAL.. IQBAAAL..”

“ANGEL CHERRYBEELLEEE..”

Makanya banyak selebritis yang bisa kepilih jadi anggota dewan ya, hehe.

Terakhir, saya ajak anak-anak semua nyanyi Indonesia Raya. Well sebenarnya saya mau ngetes aja sih, sampe sejauh mana mereka hapal dan tahu lagu kebangsaan kita. Apa sudah tergerus oleh lagu-lagu barat, boysband cilik dan girlsband, halah. Lagian itu juga buat ngisi waktu sih, karena kalo udah terakhir-akhir gitu saya suka habis ide, haha.

Untuk penutupan, saya dan teman-teman pengajar mengumpulkan mereka di lapangan, dan kemudian menyediakan papan besar yang ditempeli oleh tulisan cita-cita mereka. Lucu-lucu lho cita-citanya. Selain cita-cita umum macam dokter, insinyur, pilot dan sebagainya, kemudian cita-cita universal di kalangan anak laki, yaitu pemain bola. Ada satu anak yang mau jadi Spider-Man.. Mungkin dia udah tahu with great power comes great responsibility? Atau dia mau dapet cewek macam Mary Jane Watson? Halah. Trus kenapa ga mau jadi Bima Satria Garuda?

Rame!

Rame!

Sayangnya, cuma satu-dua orang yang mau jadi Presiden.

Atau mau jadi anggota KPK aja kali ya biar bisa nangkepin pejabat? Hehe.

Sampai jumpa di Kelas Inspirasi berikutnya!

 

Credits:

Foto-foto diambil dari blog dan Fb nya Arie. Thanks bro!

Tagged

Gravity (2013)

Image

Yang terlintas di benak saya setelah melihat trailer film ini ketika saya menonton Pacific Rim adalah, film jenis apakah ini? Film yang tak biasa, mengambil setting di luar angkasa. Oke, sampai di sini, masih biasa. Banyak film mengambil setting di luar angkasa.. Seperti misalnya Apollo 13, Alien, dan banyak lagi. Namun, ini berbeda. Ini adalah film tentang kecelakaan di luar angkasa. Dan gambar yang saya lihat tadi begitu indah! Bumi sangat bulat dan besar, dan astronot lengkap dengan space suit nya itu sangat nyata, terombang ambing di ruang hampa udara. Dan yang membuat saya tercengang kembali adalah, scene kecelakaan yang seakan terjadi benar di depan mata.. Pesawat luar angkasa yang meledak, astronot yang lepas pegangan tangannya kemudian melayang jauh di angkasa.. Sungguh membuat saya bergidik ketika membayangkan kalau saja saya yang berada di sana.

Well, setelah membaca beberapa sumber yang menyumpahserapahi film ini dengan berbagai pujian, bahkan ada teman saya yang bilang bahwa dia sampai menangis saking bagusnya, dan menyebut film ini adalah film terbaik dalam 1 dekade terakhir.. Berlebihan? Well penilaian memang subjektif, sampai saya menilai sendiri. Bahkan ada yang ga suka juga kok sama film ini. Dan hal tersebut yang membuat saya amat sangat penasaran untuk (segera) menontonnya. Dan masih menurut berbagai sumber, juga prediksi saya sendiri, IMAX adalah pilihan tepat untuk menikmati pemandangan luar angkasa ini, dan bangku yang pas adalah row H. Dan semua itu saya ikuti, haha.

Hasilnya? Oke pertama-tama saya harus mengatakan, ini bukan sekedar film. Ini adalah suatu pengalaman yang luar biasa, terlebih bagi kalian yang menyukai science fiction, luar angkasa dan semacamnya, ini adalah film yang lebih ke arah pemuasan hasrat akan keindahan luar angkasa. Dan terbukti, saya yang menyukai (walaupun bukan penggemar) luar angkasa dan planet-planet dan astronomi dan semacamnya.. Kadang masih bengong dan mikirin apa yang telah saya tonton. Memikirkan bagaimana rasanya jika saya menjadi astronot dan celaka di atas sana.

gravity-explosion

Kedua, bagi kalian yang memiliki daya imajinasi tinggi, film ini akan membuat anda berkhayal setinggi-tingginya, seandainya anda menjadi astronot macam Ryan Stone (Sandra Bullock) dan Matt Kowalski (George Clooney), dan bila dihayati lebih jauh lagi, yang kalian rasakan tidak lain hanya ketakjuban dan bulu kuduk yang merinding. Lebay? Ga juga. Ketiga, hmm ini dia. Ternyata bumi itu indah lho. Kita sedang membicarakan bumi sebagai suatu planet ya. Benar-benar indah, apalagi bila dilihat dari luar angkasa. Dan kita cuma segede upil. Ih, menakjubkan.

Mungkin saya sekarang hanya bisa melihat melalui film ini, namun percayalah, anda akan terperangah begitu menyadari kita adalah bagian dari alam semesta. Dan film ini benar-benar menterjemahkan itu semua. Ditambah lagi ada beberapa scene sunrise yang indah sekali. Lalu scene dimana ada kumpulan awan (atau ombak di samudera) yang selama ini hanya kita tahu dari pelajaran geografi di bangku sekolah. Oh jangan lupa amati scene aurora di sebelah kanan atas layar.. Hampir sama dampak merindingnya ketika ikan paus muncul dari dasar laut di Life of Pi (2012).

Selain itu, keheningan luar angkasa yang hampa juga didukung oleh tata suara yang baik oleh Steven Price. Score yang digunakan mewakili kegelisahan dan ketegangan ilmiah di luar angkasa yang gelap gulita. Apalagi ketika Ryan terombang ambing dan menghilang jauh. Atau amati ketika musik sama sekali tidak ada dan yang terdengar hanya desahan nafas. Pokoknya, kita semakin terbawa ketegangan hingga pop corn yang tadinya saya pegang ga jadi masuk-masuk ke mulut karena bengong.

Penampilan Bullock juga menawan di film ini. Dan Clooney juga tampil segar di tengah keheningan luar angkasa dengan jokes-jokes dan musik country nya. Bullock pun seperti jadi mirip Keanu Reeves disini, haha (oke skip, agak absurd juga pas liat Bullock jadi ingetnya Speed jaman dulu). Dan yang kita selama ini sadari bahwa akting Bullock biasa-biasa saja, mungkin karena kebanyakan tampil di komedi romantis, diuji disini. Well anda yang menilai sendiri apakah ia bisa masuk nominasi Oscar tahun ini atau tidak (too early?). Oh ya, pergerakan kamera di film ini juga bagus. Kita kadang diajak untuk masuk ke sudut pandang Ryan ketika mengikat-ikat tali, melepaskan diri dari jeratan tali parasut yang kusut, masuk dan melayang di dalam pesawat luar angkasa, atau bahkan melompat-lompat dari satu pegangan pesawat ke pegangan yang lain. Ah, scene point of view yang saya suka adalah ketika kamera menyorot helm Ryan, semakin dekat hingga ke wajah dan akhirnya masuk ke dalam helm, dan kita bisa melihat semua komponen tanda-tanda penunjuk di dalam helm astronot, macam panel oksigen dan sebagainya. Cool.

M_Id_418149_Gravity

Dan semua ini menjadi breath-taking karena, kita ga akan bisa jatuh ke bawah. Dan kalau anda menonton film ini, anda akan bersyukur bisa jatuh ke bawah haha. Kalo di luar angkasa, ga ada yang namanya jatuh. Bila pegangan terlepas kita hanya berputar-putar dan melayang saja. Jauh entah kemana.. Mungkin ga ada berhentinya. Dan, tidak ada yang bisa mendengar dan menolong kita, bukan? Hehe.

Last words, tontonlah film ini dengan tenang. Kalo saya sih cukup bawa pop corn salty small size satu ditambah air mineral kecil. Matikan segala alat komunikasi, dan berpeganglah hanya pada pop corn anda dan masukan perlahan ke dalam mulut, namun mata anda jangan sampai terlepas dari layar, karena.. Bila mulut anda terlalu melongo ketika merasakan sensasi film ini, pop corn itu pasti akan lama habisnya atau bahkan jatuh ke kursi. Seperti yang berkali-kali saya alami, hehe.

Rate: 5/5

Tagged , ,