Monthly Archives: June 2013

[movie review] 9 Summers 10 Autumns

20130613-205640.jpg

Satu film yang sudah saya tonton sejak lama, namun baru bisa ditulis disini. Adalah sebuah film yang diangkat dari novel yang sejujurnya saya mau baca awalnya, tapi setelah menonton filmnya, saya jadi beranggapan tidak perlu untuk membaca bukunya dan tidak tertarik lagi. Well, sebenarnya ide cerita film dan yang diangkat dari novel ini bagus, namun menurut saya tidak terlalu istimewa. Bagus untuk inspirasi dan banyak quotes-quotes menarik bertebaran disini. Seperti misalnya “dunia ini hanyalah untuk orang-orang berani” atau apa lagi ya saya lupa. Oh ya “never let anyone steal your dreams” atau “jangan sampai ada yang mencuri mimpi kamu” kurang lebih begitulah. Dan sepanjang film dipenuhi dengan ekspektasi, apakah setelah saya menonton film ini saya akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa untuk perkembangan jiwa saya, hehe.

Saya coba mengikuti alur dari film ini dengan sabar, awalnya terasa mengasyikkan dan membuat penasaran ketika film coba diceritakan dari awal keadaan pemeran utama (Iwan Setyawan sang pengarang novel) dilahirkan di Batu, kota di Jawa Timur, dan masa kecilnya. Dimana dia menjadi anak lelaki satu-satunya dan seluruh adik-adik dan kakaknya perempuan. Ia diharapkan menjadi penerus ayahnya yang pekerja keras dan mau agar anak lelakinya mengikuti jejak ayahnya yang menjadi supir angkot. Namun apa dikata, Iwan tumbuh menjadi anak yang agak feminim (kalo bisa dibilang demikian) dan sukanya main di dapur. Di satu scene diceritakan Iwan yang ketauan ayahnya sedang main di dapur lalu dihukum ayahnya dengan disiram di kamar mandi (spoiler ga nih ya, hehe).

Yang perlu saya garisbawahi disini adalah penampilan Ihsan Tarore. Ihsan yang merupakan pemenang Indonesian Idol memang sepertinya pantas memerankan tokoh utama di film ini yang setelah saya googling, memang bertubuh kecil dan agak nerd gitu. Well memang saya ga baca novelnya, namun jangan salahkan saya kalo ekspektasi saya tehadap film ini agak diluar dugaan. Saya mengharapkan alur yang cepat, tegang dan intense dan kisah heroik namun ga lebay. Tapi yang saya dapatkan adalah alur yang lambat, cerita yang kemasannya kurang greget dan inspirasi yang biasa-biasa saja.

Yang tak perlu diragukan aktingnya tentu saja Alex Komang yang memerankan tokoh ayah. Disini Alex pun seperti tak banyak mengeluarkan kemampuan aktingnya, karena memang challenge di film ini menurut saya tidak ada apa-apanya bagi seorang Alex Komang. Namun saya agak terharu di bagian agak akhir ketika….. Ah sudahlah nanti dibilang spoiler saya hehe. Pokoknya chemistry antara Alex dengan Ihsan yang pada awalnya kurang terbangun menjadi cukup berasa gitu di bagian dimana sang ayah akhirnya harus membuktikan cintanya pada si anak laki-lakinya yang dulunya sering dimarahi.

Dan endingnya pun yang saya harapkan menjadi sebuah klimaks yang oke, ternyata hanya meninggalkan komentar “yah begini aja toh” bagi yang menontonnya haha. Well begitulah mungkin bagi sebagian orang film ini sangat berarti dan menghibur juga menginspirasi, namun bagi saya hanya sedikit hiburan yang bisa saya tangkap sepanjang satu setengah jam lebih durasi film ini berjalan.

Rate: 2/5

Advertisements
Tagged ,
Advertisements