Monthly Archives: April 2013

Audisi Menulis: BUKAN LAJANG DESPERADO (Revisi)

Well, inilah dia lomba yang diadakan oleh teman saya dahulu di MP, ya sekarang juga masih berteman sih, belagu amat jadi ga temenan lagi haha.. Yang merasa mampu dan punya ide, ikutan yah.. Yuk yuk marii.. Baca pengumuman selanjutnya sendiri aja ya, hehehe.

———-Image

Lajang, sebuah status yang mempunyai dua sisi yang saling berlawanan. Di satu sisi Lajang identik dengan kebebasan dalam menjalani hidup dan pencarian pasangan hidup yang sangat menantang. Namun di sisi lain jika terlalu lama melajang dikarenakan pasangan hidup tak kunjung datang, status lajang terasa begitu berat. Apalagi jika ditambah dengan tekanan dari lingkungan sekitar untuk segera mengakhiri masa lajang.

Ternyata hidup sebagai Lajang itu gampang-gampang susah ya?

Nah, oleh karena itu kami menantangmu untuk berbagi kisah tentang bagaimana kamu menjalani kehidupanmu sebagai seorang lajang dalam sebuah lomba bertajuk: BUKAN LAJANG DESPERADO

Tulis kisahmu mulai dari pencarian belahan jiwa yang penuh perjuangan, menghadapi tekanan untuk segera menikah, sebutan sebagai perawan tua atau bujang lapuk hingga bagaimana kamu tetap bisa semangat menjalani hidup meski jodoh tak kunjung datang.

Untuk mengikuti lomba BUKAN LAJANG DESPERADO syaratnya mudah sekali.

Syarat Peserta:

  1. Pria atau Wanita berstatus Lajang atau Mantan Lajang.
  2. Berteman dengan Mozaik Indie Publisher di FB.
  3. Like Fanpage Mozaik Indie Publisher atau follow twitter kami: @mozaik_indie.
  4. Sebarluaskan info event ini melalui dua cara yang bisa kamu pilih:

Jika lewat note FB, maka kamu harus mentag minimal 20 teman dan akun FB Mozaik Indie Publisher.

Jika lewat blog, maka kamu harus publish blogmu di twitter dengan format: Lomba #BukanLajangDesperado [link blogmu] mention: @mozaik_indie dan minim 3 orang temanmu di twitter.

Jangan lupa pasang calon cover buku BUKAN LAJANG DESPERADO di note atau blogmu ya.

Lalu untuk ketentuan naskahnya sebagai berikut:

  1. Naskah harus kisah nyata dan tentang dirimu sendiri.
  2. Naskah ditulis dengan gaya yang populer dan mencerminkan jiwa mudamu. Boleh mengangkat kisah yang sedih namun tetap harus mampu menunjukkan perjuanganmu untuk bangkit agar bisa memberikan semangat bagi para pembaca, khususnya para lajang.
  3. Belum pernah dipublikasikan di media apapun, baik online maupun offline.
  4. Panjang naskah antara 5-8 halaman. Diketik di kertas A4, huruf TNR 12, spasi 1,5 dan margin 3 cm tiap sisinya. Kirim naskah ke: lombabld@gmail.com dengan judul email: BLD-Judul Naskah. Jangan lupa sertakan juga biodata naratif Anda maksimal 100 kata di akhir naskah. Semua berkas tersebut dilampirkan di attachment, jangan di badan email.
  5. Naskah diterima paling lambat 21 April 2013. (deadline bisa diperpanjang jika naskah yang masuk belum memenuhi kuota)

Akan kami pilih 25 naskah terbaik akan dibukukan dengan naskah Mr.Moz.  Karena ini diterbitkan secara indie, maka kontributor tidak akan diberikan royalti namun akan mendapatkan diskon 20 persen jika membeli bukunya sendiri.

Bagi dua naskah terbaik akan mendapatkan bukti terbit.

Jika naskah-naskah yang terpilih mempunyai nilai jual yang tinggi maka akan kami coba ajukan ke investor untuk diterbitkan secara major dan tentunya semua kontributor akan mendapatkan royalti. Oleh karena itu keluarkan kemampuan terbaikmu yaa!!

Please, feel free to copy paste and share to everyone!

Salam Cinta

Advertisements
Tagged , , ,

Oz the Great and Powerful (2013)

oz_the_great_and_powerful_ver8

Ini adalah film yang memberikan sensasi luar biasa kepada saya. Bukan hanya karena efek dari film ini yang saya tonton dalam bentuk tiga dimensi, namun memang ceritanya cukup menarik dan mudah diikuti, serta sekali lagi seperti halnya film-film fantasi Hollywood, membawa penonton ke dunia alam mimpi dan imajinasi yang tampak nyata di layar lebar. Terlebih lagi, saya menontonnya di IMAX, bioskop dengan 3D terbesar dan layarnya juga lebih besar dari bioskop biasa, dan sensasi yang dihasilkan tentunya lebih mantap untuk dirasakan.

Saya sendiri sudah lama mendengar kata Oz di dalam sebuah film. Oz-Oz yang pernah saya dengar diantaranya adalah film The Wizard of Oz atau The Wonderful Wizard of Oz, dan sepertinya kalau saya tidak salah memahami, ini ada hubungannya dengan Oz-Oz terdahulu itu, meskipun saya sendiri juga tidak tahu hubungannya itu apa.

Film ini bercerita tentang Oscar Diggs (James Franco) yang merupakan pesulap gadungan dari sirkus keliling di Kansas. Ia adalah pesulap yang memiliki ambisi terhadap popularitas sehingga kadang ia mengesampingkan kasih sayang, persahabatan dan kepercayaan orang lain. Pada suatu ketika Oz melarikan diri dari sirkus keliling tersebut, dan ia mendapat “balasan” dari kelakuannya dengan terombang-ambing dalam balon udara yang berada di lingkaran angin puting beliung. Angin tersebut membawa Oz ke dalam dunia baru dan ia mulai berpetualang di dunia tersebut. Disana ia bertemu penyihir-penyihir cantik yang jahat dan baik, diperankan Rachel Weisz, Mila Kunis dan Michelle Williams. Begitulah secara garis besar ceritanya.

Yang menarik dari film ini adalah awalannya yang hanya membuka separuh layar, mungkin kalau yang tidak tahu dan tidak sabar mengira studio yang memutar film ini rusak atau kecewa karena memang gambarnya hanya segitu. Selain layarnya yang cuma separuh, warnanya juga hanya hitam putih. Barulah, setelah Oz terbang dengan balon terbangnya dan masuk ke dalam lingkaran angin puting beliung dan terombang ambing untuk kemudian mendarat di negeri khayalan Oz, layar bergeser menjadi penuh dan menjadi berwarna, sungguh indah.

Oh ya, film ini juga mudah dimengerti kok, terbukti dari saya yang mengerti percakapan dan alur cerita film meskipun nontonnya ga pake teks bahasa (karena di IMAX ga pake teks), dialognya juga mengalir dan celutukan celutukan dari tokoh-tokohnya yang seperti biasa juga lucu, cukup membuat tertawa terbahak-bahak.

Dan satu lagi, Rachel Weisz di film ini yummy banget *astaga*. Yummy kenapa? Mrs. Weisz makin tua makin menjadi cantiknya, ga hilang seperti saat doi main dulu pertama kali saya liat di The Mummy. Disini ia tampak lebih mature dan dewasa, makin matang dan berisi *halah* Weisz pun dapat saingan berat dari Mila Kunis yang jadi adiknya, tapi sori Mila, saya lebih tertarik sama Mbak Weisz.

Rate (3,5/5)

Tagged , , ,

The Croods (2013)

Image

Awalnya saya tidak tahu menahu mengenai film ini, bahkan saya (yang jarang nonton film akhir-akhir ini dan terakhir nonton di bioskop adalah Oz, dan itu terjadi beberapa minggu lalu) tahu ada film bertema manusia purba yang lucu ini dari teman-teman saya sesama penggemar film yang berada di grup salah satu social media, yaitu Line. Dan itu semua isinya anak-anak ex-Multiply. Dan dari mereka pun saya disarankan untuk menonton film ini yang lucu habis dan ada sedihnya juga.

Berawal dari pilihan di depan loket tiket dan saya bingung harus memilih film yang mana, apakah Oblivion-nya Tom Cruise, The Croods ini atau G.I Joe yang sebenarnya saya penasaran tapi kata orang-orang jelek. Yaudah saya putuskan menonton The Croods.

Berkisah tentang Grug (Nic Cage), seorang ayah yang punya pandangan bahwa dunia di luar sana adalah dunia yang berbahaya dan menjadikan “ketakutan” dan cerita-cerita yang berujung larangan sebagai pedoman hidup istri dan anak-anaknya.

Ketakutan yang ditanamkan tersebut membuat Eep (Emma Stone), putri Grug yang curious dan menyukai tantangan menjadi penasaran dan mencoba untuk keluar dari gua tempat persembunyian mereka dan mencari kehidupan di luar sana.

Suatu ketika, terjadi kehancuran dan gua mereka tertutup oleh bebatuan yang longsor akibat bencana. Dan mereka sekeluarga harus menempuh perjalanan yang sama sekali mereka tidak tahu arahnya kemana. Di perjalanan mereka bertemu Guy (Ryan Reynolds). Guy adalah seorang anak muda yang berani dan pintar, dan menjadikan hari esok sebagai tujuan hidupnya. Selain itu, Guy juga mengajarkan akal dan pikiran pada keluarga Grug yang masih primitif dan bar-bar.

Perjalanan Grug sekeluarga ditambah Guy sangat lucu dan menghibur. Bagaimana mereka mengarungi hutan-hutan dan dunia yang penuh warna-warni dan makhluk aneh yang lucu sekaligu menyeramkan, dan juga tingkah laku masing-masing anggota keluarga membuat saya tak hentinya tertawa terbahak-bahak dalam setiap adegannya.

Film ini benar-benar menghibur dan menyenangkan. Cocok bagi kalian yang ingin membawa anak kecil, anak-anak maupun keponakan yang gemar akan animasi hidup yang keren dan sekaligus hilarious. The Croods menyajikan suatu tontonan yang diluar dugaan mampu sangat menghibur sekaligus menyedihkan.

Ketika saya menonton dan tiba pada endingnya, tak terasa mata saya berkaca-kaca karena ada satu scene yang sungguhlah sangat sedih dan membuat terharu. Tapi memang, ga sampe membuat saya menangis seperti setelah saya menonton Toy Story 3 dulu, haha.

Recommended movie for you and family. Dan buat yang mau pacaran juga bisa, hehe.

Rate: (5/5)

Tagged , , ,

[album review] OneRepublic – Native (2013)

OneRepublic-Native-2013-2000x2000Hampir saja saya menulis OneRepublic menjadi One Direction. Dua kelompok musik yang sangat berbeda jauh. Yang satu adalah band yang sebenarnya tidak terlalu saya suka, sedangkan satu lagi adalah boysband yang dari segi style sangat keren-keren (dan menjadi trendsetter busana cowok), minimal menurut saya haha. Maksudnya dulu saya pernah lihat video klip nya One Direction dan berkata “gayanya keren-keren juga”. Oke sekian.

Yang ingin saya review albumnya kali ini adalah OneRepublic. Dan OneRepublic ini sebenarnya saya ga terlalu kenal dengan band-nya, dan lagu mereka yang membuat tenar pertama kali, yaitu Apologize itu masuk dalam list lagu yang saya ga terlalu suka. Tapi dalam album kedua mereka kemarin, lagu yang berjudul Good Life justru saya seneng banget, sampe saya jadikan ringtone handphone, haha. Dan semenjak mereka mengeluarkan album terbaru beberapa hari ini yang bertitel Native, saya jadi penasaran ingin mendengar lagu-lagunya lebih dalam. Berisi 12 lagu, album ini menjadi album ketiga mereka semenjak berdiri tahun 2002 silam. Dan sangat tidak diduga, album ini bagus! Minimal menurut telinga saya. Banyak lagu-lagu di album ini yang menawarkan musik sederhana namun tetap menjadi ciri khas mereka, yaitu soung-sound unik dan alunan nada yang tak biasa namun tetap melekat. Kualatlah saya.

Album dibuka dengan track pertama yaitu Counting Stars. Lagu ini sangat easy listening dan tak perlu berkali-kali anda mendengar untuk memahaminya. Dan single hit pertama dari album ini yang menjadi track 2, yaitu If I Lose Myself Tonight, pastinya akan sering anda dengar di radio-radio atau bahkan di music video belakangan ini. Lagu ini bakal memiliki efek ledak seperti 2 hits mereka sebelumnya yaitu Apologize atau bahkan Good Life. Kemudian diikuti oleh 2 track selanjutnya yaitu Feel Again dan What You Wanted yang sama-sama nikmat dan ear catching untuk didengar.

Begitu juga dengan Track 5 yaitu I Lived. Dentingan gitar pada intro dan alunan pada reffrain menjadikan lagu ini cocok bila dibawakan secara akustik. Agak sedikit bias pada track selanjutnya, tetapi agak ditenangkan dengan track berjudul Can’t Stop yang memiliki nuansa dark namun elegan. Setelah itu, tempo agak melambat dengan lagu berjudul Au Revoir. Namun jangan buru-buru mematikan audio anda karena di lagu selanjutnya, adalah lagu terbaik di album ini. Yep, lagu tersebut berjudul Burning Bridges.

Burning Bridges adalah lagu one stop dimana ketika anda mendengarnya untuk kali pertama, anda tak bisa lepas dari liriknya, artinya lirik dan nada lagu tersebut akan terus menempel beberapa saat dan anda akan mengingatnya setelah mendengar lagu tersebut, dan beberapa kali didengar lagi, BANG! Lagu itu memiliki tingkat kesahihan sempurna sebagai the best track.

Setelahnya, ga usah terlalu dipusingkan. Album ini memang bagus tapi memang ga bisa dibilang istimewa juga. Tambahan beberapa bonus track berupa versi akustik dari If I Lose Myself Tonight dan Burning Bridges juga seakan hanya menjadi pelengkap belaka. So, bagi kalian yang mencari lagu-lagu simple namun tetap menarik, album ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Rate: (3/5)

Tagged , , , ,

An Introduction to The Miracle of Giving (Yusuf Mansur)

ImageSaya menyukai buku yang memberikan motivasi dan kita bisa mendapat suatu pelajaran di dalamnya. Meskipun saya ga terlalu ngeh sama yang namanya motivator yang sering berseliweran di televisi, namun untuk beberapa case, saya seakan nurut dengan motivasi yang diberikan segelintir orang, tergantung cara penyampaiannya juga sih. Dan bagi saya, Yusuf Mansur adalah motivator yang bagus (kalau kita tidak menyebutnya sebagai seorang ustadz).

Yusuf Mansur mengajarkan berbagi, dan menurut saya hal ini adalah sesuatu yang universal bagi semua lapisan masyarakat, tidak hanya untuk mereka dari kalangan muslim. Berbagi kebaikan adalah nantinya akan kembali kepada diri kita. Itu esensi yang Yusuf Mansur ajarkan. Intinya, segala kebaikan yang kita berikan dan lakukan hakikatnya untuk diri kita sendiri.

Dalam ajaran Islam, jika kita membutuhkan sesuatu, artinya hidup sedang sumpek, penat dan banyak masalah, maka sudah seharusnya kita menempuh jalan-jalan langit, apalagi bila ikhtiar dunia (usaha yang sehari-hari kita lakukan) menimbulkan kelelahan bagi kita. Atau gampangnya, capek tapi ga dapet-dapet.

Buku ini menganjurkan kita mempercepat keinginan yang kita inginkan (tujuan yang ingin kita raih) lewat jalan-jalan ibadah, diantaranya sholat malam, dhuha, dan sedekah. Bahkan dikatakan kalau kita sedang kesusahan, maka dengan sedekah (berbagi) harta kita malah jadi lapang. Jika mau ditolong Tuhan dalam setiap permasalahan hidup kita, maka tolonglah terlebih dahulu orang lain.

Dan juga tak lupa doa. Saya kira semua agama mengajarkan hal serupa mengenai konsep doa, tapi mungkin aplikasinya yang berbeda. Doa menurut ajaran Islam adalah ibadah, dan itu sangat dianjurkan, terlebih bila kita memiliki masalah. Doa menyiratkan ketergantungan kita terhadap Tuhan, dan kepercayaan bahwa Tuhan lah yang mampu menolong kita dan memenuhi semua kebutuhan kita. Oh ya, buku ini juga mengatakan bahwa apabila kita berbagi atau sedekah (contoh sederhananya, menyumbang ke yatim piatu, baik berupa uang, makanan, pakaian dan lain sebagainya), maka meskipun kita sudah lupa akan perbuatan tersebut, namun Tuhan tidak pernah lupa. Dan balasan dari perbuatan tersebut dalam Islam, akan tetap “dibayar” baik secara kontan (tak lama setelah perbuatan tersebut dilakukan) atau ditunda. Ditunda pun memiliki ketentuan, bahwa nilai kebaikan tersebut akan dilipatgandakan.

Tentunya, apa yang diajarkan buku ini memiliki kaitan dengan iman seseorang. Yang memiliki iman, tentunya akan berusaha mengikuti dan mengamalkan. Sedangkan yang biasa saja, akan menganggapnya angin lalu dan kebetulan. Saya sendiri berada di pihak dimana buku ini memiliki nilai positif yang baik, untuk memberikan semangat kepada saya untuk lebih sering berbuat baik apapun dan dimanapun. Karena memang berbuat baik itu membahagiakan dan dampaknya akan kembali kepada diri kita sendiri juga.

Rate: (3,5/5)

Tagged , , ,