Category Archives: Daily Life

Mimpi semalam.

  
Apa kabarmu? Sudah lama sekali kita tidak berjumpa.

Yang aku tahu kau pergi. Aku selalu menyangka kau pergi hanya 1 hari, 2 hari, atau seminggu. Atau 1 bulan, 1 tahun.

Untuk kemudian aku tersadar engkau pergi untuk selamanya.

Banyak sekali yang aku ingin ceritakan padamu. Tentang kehidupanku sehari-hari. Tentang dengan siapa aku bertemu, tentang dengan siapa aku berpisah.

Tentang hidup dan pertanyaan-pertanyaannya yang sungguh aku tak mengerti.

Tentang pekerjaanku, tentang masa depanku. Tentang dia, tentang mereka.

Jika aku bisa meminta 1 hal mustahil pada Tuhan, aku hanya ingin bisa bercerita denganmu kembali.

Jika waktunya tidak cukup, mungkin aku bisa sekedar bercerita tentang tim sepakbola yang kau turunkan darahnya padaku.

Dan malam tadi kau datang. Memang hanya sesaat. Kau tampak berbicara dengan seseorang, yang aku tak tahu itu siapa.

Aku tak perduli dia siapa. Yang aku ingat aku memelukmu erat. Mungkin aku rindu. Rindu teramat sangat.

Kau tersenyum.

Dan seketika aku terbangun. Dan yang tersisa hanya air membasahi dua mata ini.

*dari seorang anak yang merindukan ayahnya. mungkin efek hujan malam ini.*

Advertisements
Tagged , ,

Nyaman, produktif dan (semoga) konsisten.

Beberapa waktu lalu saya “menemukan” kembali suatu kegiatan yang dahulu sempat saya lakukan rutin bersama teman-teman, yang pada dasarnya bermanfaat bagi saya dalam menjalani hidup di dunia fana ini (halah). Apakah itu? Kegiatan yang bila saya renungkan lebih dalam lagi saya bersyukur bisa berada di dalamnya dan menjalankan sistemnya. Bila dipikir lebih dalam lagi (udah jangan terlalu dalam nanti kecebur), tidak semua orang diberikan “kesempatan” yang sama dengan saya. Seorang bijak pernah berkata bahwa sebenarnya saya telah diberikan “jalan” dan “kesempatan” itu, tinggal bagaimana saya memanfaatkannya. Apakah itu? Well, kegiatan itu adalah pertemuan sepekan sekali dengan teman-teman yang dulu sempat bersama selagi kuliah, lalu kami terpisah oleh ruang dan waktu. Kita bertemu dalam satu perkumpulan, dengan satu orang sebagai narasumber atau bahasa mudahnya, seseorang yang memiliki lebih banyak ilmu dibanding kita. Dan ia setiap minggu membagi ilmunya dengan kita, membahas berbagai hal yang penting bagi bekal kehidupan, dan juga sebagai ajang “curhat” atau menceritakan masalah untuk kemudian dicarikan solusinya, dalam koridor jalan yang benar dan seharusnya dilakukan.

Anggap saja sebagai sarana untuk mengingatkan diri akan hal-hal yang bernilai kebaikan, setelah 1 minggu lamanya selama 7 hari disibukkan oleh hal-hal yang bersifat keduniawian, ini sebagai tools untuk me-refresh kembali mengenai hakikat kehidupan. Setiap orang butuh nasihat, bukan? Dengan nasihat maka hati akan menjadi lunak dan itu menjadi ciri orang yang ingin selalu berada di jalur yang benar. Well, saya juga bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Saya itu bandel banget. Bahwasanya saya juga seperti layaknya orang lain yang sering melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Namun keinginan untuk tidak menjadi orang yang berperilaku dan berperangai buruk, dalam tatanan hubungan kepada Tuhan dan sesama manusia, itulah yang harus ada pada diri tiap orang.

Kali ini, kelompok mingguan kita mengambil tema utama Nyaman, Produktif dan Konsisten, 3 kata yang kedengarannya sederhana namun memiliki arti yang cukup luas dan bermakna dalam.

1. Nyaman. Kenyamanan adalah hal yang penting dalam kondisi sekarang, dimana saya dan teman-teman sudah tidak lagi muda (halah) dan beringas seperti jaman kuliah dulu (hahaha). Dalam artian, saat ini kenyamanan bisa ditafsirkan dalam beberapa hal, seperti isi/materi dari bahasan setiap berkumpul, atau juga dari beban tugas yang diberikan.

Dalam konteks materi bahasan/diskusi, ada beberapa hal yang sepertinya sudah tidak sesuai dengan kondisi saya dan teman-teman saat ini. Misalkan mengenai tema politik, bolehlah bila dibahas menjadi selingan, namun sepertinya tema kehidupan sehari-hari dan permasalahannya (yang nantinya melahirkan solusi) adalah tema yang sesuai dengan konteks kekinian. Begitu pula dengan beban tugas, hal ini menjadi suatu hal yang (sepertinya) akan menjadi masalah karena waktu yang saya dan teman-teman miliki saat ini sudah jauh berbeda dengan waktu jaman kuliah. Dalam artian, udah males kali ya kalo dapet tugas-tugas, hehe.

2. Produktif. Salah satu tujuan dari diadakannya kembali perkumpulan ini adalah hadirnya nilai-nilai berkualitas dalam kehidupan saya dan teman-teman. Karena semata-mata kebaikan bukan hanya sikap dan perilaku terhadap sesama manusia, namun juga harus hadir dalam ritual kita dan hubungannya dengan Tuhan. Dan itulah yang menjadi salah satu tujuan diadakannya kembali perkumpulan ini, agar nilai-nilai ritual dalam bentuk ibadah kepada Tuhan lahir dengan benar dan konsisten, dalam hal ini bisa kita kaitkan dengan produktifitas.

3. Konsisten. Kata yang paling dalam maknanya dan paling sulit pengejahwantahannya, menurut saya. Konsistensi adalah momok yang menakutkan untuk dihadirkan dalam segala aspek kehidupan. Maaf, sepertinya kata momok kurang tepat. Yang tepat adalah konsistensi adalah tantangan yang harus ditaklukkan meskipun selama ini lebih kalahnya saya, hehe. Konsistensi dalam hal kebaikan, adalah suatu cita-cita bagi saya pada khususnya, dan bagi yang lain pada umumnya.

Demikianlah, postingan kali ini rada bener sepertinya, hehe.

image from Google.

Tagged , , , ,