Monthly Archives: November 2013

Escape Plan (2013)

escape_plan_ver2

Ray Breslin (Sylvester Stallone) adalah seorang yang ahli dalam bidang keamanan dan pelarian dari berbagai sistem keamanan penjara. Setelah sukses, Ray menerima pekerjaan terakhir untuk menjebol fasilitas penjara yang memiliki tingkat keamanan tertinggi yang disebut The Tomb. Tapi ia ditipu dan akhirnya benar-benar dijebloskan dalam The Tomb, yang membuat ia harus bekerja sama dengan narapidana lainnya yang bernama Emil Rottmayer (Arnold Schwarzenegger). Keduanya akhirnya bahu membahu dan menyiapkan segala sesuatunya demi lolos dari penjara tersebut. Berhasilkah mereka melakukannya?

Sepanjang menonton film ini, saya sembari mikir.. Kapan ya Stallone sama Schwarzenegger pernah bareng main dalam satu film sebelum ini? Googling juga ga nemu. Jadi ini kayaknya film pertama mereka bersama ya? Dan dahsyat sekali mengingat 2 bintang ini adalah bintang paling top dan terkenal di masa jayanya.

Sylvester Stallone adalah bintang action yang paling saya kenal ketika saya masih kecil. Pas Rambo muncul tuh filmnya, saya masih SD udah kenal Stallone. Bahkan generasi kakak saya pun berada di jaman ketika Stallone berjaya lewat Rocky. Dan Arnold? Siapa yang ga kenal doi. Udah puluhan film aksi dia bintangi, dari kecil hingga saya gede. Karirnya sempet agak stop ketika dia menjabat sebagai gubernur, dan kayaknya ini adalah film pertama dia pasca dia udah ga ngejabat lagi sebagai Gubernur California (CMIIW).

Kalo dulu Stallone tenar gegara Rambo – Rocky. Arnold apalagi kalo bukan karena Terminator yang kesohor itu. Memorable role pas doi di Terminator 2: Judgment Day, dan itu benar-benar menginspirasi masa kecil saya. Berminggu-minggu film itu terbayang di kehidupan masa kecil saya, karena Arnold tampil luar biasa disitu. Apalagi pas scene Arnold membawa bunga mawar dan kemudian melepas bungkusnya trus isinya senapan itu, wuidih. Selain Terminator, paling Total Recall yang juga memorable, trus ada True Lies, dan lain sebagainya.

Dulu ga pernah kepikiran mereka main dalam satu film bareng. Sebelum akhirnya hadir film ini. Oh ya, selain judul Escape Plan, film ini juga dikasih judul The Tomb. Mana yang sebenarnya seharusnya dipake ga jadi masalah, yang penting alur cerita dan bagaimana 2 jagoan ini bisa klop.

Stallone seperti biasa, hadir sebagai jagoan utama yang mencoba menggunakan segala cara dan intelegensinya untuk memecahkan rahasia lolos dari penjara yang super canggih sekalipun. Dan Arnold tampil slenge’an dengan janggut lebat yang membuatnya tampil layaknya narapidana beneran, dan kesan sebagai badboy lekat sekali dengan Arnold di film ini. Well dia memang didandani sesangar mungkin karena memang penghuni narapidana di penjara dalam film ini adalah penjahat-penjahat kelas berat. Ada 1 penjahat yang digambarkan sebagai penjahat muslim (mungkin si sutradaranya bermaksud bikin penjahat teroris kali ya), dan kalau kita jeli si penjahat itu adalah aktor yang biasa mainin penjahat ras Arab (Faran Tahir) dan kalo ga salah dia jadi penjahat teroris juga di Iron Man. Dan disini si penjahat Arab (Javed) beberapa kali mengatakan kalimat-kalimat Islami dan juga berakting sholat hehe (no offense). Ga usah dibahas masalah gituannya ya, udah sering juga film asing dibumbui oleh akting-akting islami.

escape

Yang lebih seru dibahas adalah, perpaduan akting Stallone – Schwarzenegger yang apik di film ini. Dua aktor sarat pengalaman tersebut seakan tahu apa yang mereka lakukan. Pada awalnya saya menyangka Arnold akan menjadi lawan dari Stallone disini, dan mereka akan berduel hingga akhir film. Namun ternyata mereka berkolaborasi dalam memecahkan “kode” bagaimana caranya lolos dari penjara tersebut. Baik scene aksi, komunikasi maupun scene yang mengundang gelak tawa mereka lahap habis disini, dan semua seru lagi menyenangkan.

Yang kurang mungkin hanyalah siapa yang menjadi lawan mereka disini. Jim Caviezel (Hobbes) sebagai kepala sipir penjara menakutkan tersebut nampak kurang sangar, dan kalah tongkrongan dari kegagahan duo Stallone – Schwarzenegger. Udah gitu endingnya juga menurut saya bisa dibuat lebih memorable dan wow lagi, ga cuma kayak begitu saja. Kekurangan-kekurangan versi saya tersebut yang sepertinya mengurangi pemberian bintang film ini hehe. Tapi tanpa kekurangan tersebut film ini tetap menarik kok. Mungkin Vinnie Jones sebagai Drake yang menjadi lawan cukup seimbang secara fisik dan kesangaran tampang bagi Stallone.

Dan saya masih ga habis pikir Vinnie Jones dulu “pernah” jadi pemain sepakbola profesional Wimbledon, haha.

Harusnya siapa gitu ya, yang dipasang jadi lawannya Stallone. The Rock misalkan? Ah, sudah terlalu sering Dwayne Johnson. Berantemnya The Rock sama Vin Diesel di Fast and Furious udah yang paling pas sih dari segi lawan seimbang. Hmm, atau bahkan bisa dicoba nih untuk besok-besok kalo mau bikin film lagi, sekuel Escape Plan mungkin.. Stallone yang langsung berduel musuh-musuhan sama Schwarzenegger, hehe.

Oke, itu cuma sekedar saran dan fantasi saya saja. So just enjoy the movie.

Rate: 3/5.

Advertisements
Tagged , , , , ,

Ender’s Game (2013)

Image

Bumi pernah diserang dengan brutal oleh sebuah ras alien yang dijuluki Formic di masa lalu. Korban yang tak terhitung jumlahnya berjatuhan di pihak manusia. Beruntung salah seorang pilot pesawat tempur dengan cerdik dan juga patriotik mengorbankan diri menabrak pesawat induk Formic.

Manusia bisa bernafas lega meski sejenak. Kini manusia bersiap menghadapi potensi serangan balasan yang lebih besar dari para Formic. Salah satu jalan yang ditempuh untuk mengatasinya adalah membidik remaja jenius seperti Andrew “Ender” Wiggin (Asa Butterfield) untuk dijadikan komandan tentara. Remaja yang punya daya imajinasi tinggi dianggap pas sebagai komandan untuk melawan Formic.

Namun bukan perkara gampang bagi Ender untuk bisa memahami bahwa ia secara tak langsung ditunjuk sebagai sang penyelamat umat manusia. Ia yang bermasalah dalam pergaulan tentu bukan kandidat yang pas sebagai komandan perang tertinggi umat manusia. Saat pertama kali masuk sekolah pelatihan perang, ia menjadi korban bullying.

Bagaimana perjalanan Ender dalam memimpin tim melawan Formic? Apakah ia bisa menggunakan talentanya dengan baik untuk kemudian menyelamatkan ras manusia? Bagaimana pula kisah pergaulannya dengan teman-teman setim juga pihak-pihak yang tidak suka dengannya?

Awalnya saya kira film ini adalah film epic yang penuh dengan peperangan spektakuler dengan ledakan di sana sini, dan dengan penampakan alien jahat berbentuk aneh dan beringas yang berniat meluluhlantakkan bumi. Namun ternyata, film ini lebih cerdas dari itu. Film ini lebih mengedepankan unsur-unsur filosofis yang dalam, salah satunya adalah tentang bagaimana seseorang harusnya “memenangi” sebuah pertempuran.

enders-game-tv

Ah, saya jadi ingat kisah nyata mengenai filosofis sepakbola, dimana ada 2 paham yang memandang sebuah “kemenangan” itu. Ada satu pelatih yang sangat mengagungkan keindahan permainan tim. Dalam sepakbola, rakyat dan sejarah tim nasional Brasil sangat mengedepankan keindahan permainan yang disebut “Jogo Bonito”. Kemenangan yang diraih tanpa permainan indah dianggap suatu hal yang disayangkan dan mengecewakan. Namun ada pula pelatih yang lebih mementingkan hasil akhir dibanding keindahan permainan tim. Jose Mourinho salah satunya. Ketika membesut Inter Milan dan Chelsea, terkadang tim tampil mengecewakan dan cenderung bertahan namun efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Kok malah jadi ngomongin sepakbola…

Kembali ke film. Namun bukan berarti ketegangan tidak ada dalam film besutan sutradara Gavin Hood ini. Kisah hidup Ender di dalam pesawat luar angkasa, bagaimana mimpi-mimpi dan masa lalunya juga menjadi warna film ini. Ditambah dengan kehadiran Harrison Ford (Colonel Graff) sebagai orang yang percaya akan kapasitas Ender dalam memimpin tim dan menjadi atasan Ender membuat film ini terasa lebih megah. Saya sempat membayangkan Ford disini menjadi Han Solo tua dalam Star Wars Episode VII yang tayang 2 tahun lagi.

One of a good movie.

Rate: 3/5.

Tagged , ,

Carrie (2013)

carrie_ver3

Ini sebenarnya film yang udah ga asing lagi, terlebih ceritanya. Dan kini di tahun 2013, kembali difilmkan dengan cerita yang hampir atau bahkan sama.

Sependek pengetahuan saya tentang film, Carrie pernah difilmkan pertama kali tahun 1976 dengan titel sama dengan fimnya yang sekarang. Carrie pada saat itu diperankan oleh Sissy Spacek. Dan seingat saya juga, saya pernah nonton film itu dahulu di tv atau di video ya.. Dan memang menyeramkan untuk ukuran anak seusia saya dulu. Oh ya, setelah itu Carrie sempat “dihancurkan” image nya oleh film tahun 1999, The Rage (Carrie 2). Saat itu, saya sedang mengalami masa-masa curiosity yang besar terhadap film (masih inget banget dulu jaman VCD) dan masih nyewa seharga 2.500 rupiah di rental untuk jangka waktu 2 hari. The Rage kalo ga salah menjadi film yang ga jelas dan kehilangan daya magisnya sebagai franchise cewek yang punya kekuatan telekinetis itu.

Dan kini, sutradara Kimberly Peirce coba mengangkat kembali kisah Carrie dengan dunianya lewat akting aktris Chloe Grace Moretz, yang entah kenapa, melihat wajahnya mengingatkan saya akan Avril Lavigne haha. Dan adek Chloe ini (lahir tahun 1997 bok) benar-benar menghadirkan nuansa mistis Carrie di film tersebut. Saya memang belum pernah dengan seksama sekali melihat penampilan Spacek di original Carrie. Tapi untuk masalah penempatan aktris yang memiliki wajah gothic, Chloe pantes lah. Apalagi yang jadi emaknya Julianne Moore, dan dengan dandanan yang asli menyeramkan dengan rambut ga keurus, sudah cukup deh menghadirkan keluarga mistis dengan rumah spooky yang mistis pula.

Carrie (Chloe) adalah seorang gadis pemalu yang diasingkan oleh teman-temannya di sekolah serta “disembunyikan” oleh ibu kandungnya dirumah. Karena perilaku teman-teman serta ibunya yang semakin kelewatan, sesuatu yang sangat mengerikan muncul pada diri Carrie yang pada akhirnya meneror seluruh warga di desa kecil tempat ia tinggal. Kurang lebih begitu deh. Cerita menuju klimaks setelah Carrie yang freak tersebut diajak ke prom night oleh Tommy Ross (Ansel Elgort), idola sekolah. Apa yang terjadi di prom night tersebut? Tonton deh filmnya, hehe.

Cast sudah cukup baik. Cerita, sudah pada tau semua. Apa lagi? Yang tersisa hanyalah duduk manis di kursi bioskop dan nikmati saja alur filmnya, dengan gambar versi kini tentunya. Well, bagi kalian yang sudah pernah menonton sebelumnya dan membandingkan dengan film tahun 70-annya, tentunya hanya akan menjadi pop corn movie dan tak perlu diambil pusing kekurangannya disana sini. Menurut saya, ceritanya lebih ke arah teen movie. Film yang cukup menghibur dengan alur cerita yang cukup menegangkan, namun sayangnya, agak tidak terasa dari awal hingga akhir. Hingga pada akhirnya, tahu-tahu kok sudah habis. Tapi ya beginilah, memang seperti itu filmnya hehe.

Dan pada endingnya, kita hanya bisa melihat kekacauan-kekacauan dari dampak kemarahan Carrie dengan ledak-ledakan, chaos dan orang-orang berlarian. Dan kita juga bisa tahu sejarah Carrie dan keluarganya, ada semua di akhir film. Hingga ketika selesai, kita hanya mendapatkan tagline “You Will (Only) Know Her Name”.

Rate: 2,5/5

Tagged , ,

The Paradigm Shift (Korn) [2013]

paradigm shift

Akhirnya, band new metal yang disebut-sebut sebagai “pesaing” Limp Bizkit ini dan sempat tenar di masa jaya-jaya mereka dahulu, kembali mengeluarkan album terbaru di akhir 2013. Album yang bertitel Paradigm Shift ini menjadi album teranyar mereka sejak terakhir kali mengeluarkan album pada 2011 lalu. Paradigm Shift sekaligus menjadi penanda kembali eksistensi mereka di blantika musik metal dunia.

Korn, yang lekat dengan sang vokalis, Jonathan Davis, saat ini masih mengandalkan personil original mereka seperti James “Munky” Shaffer, Brian “Head” Welch, Reginald “Fieldy” Arvizu, dan Ray Luzier. Khusus buat Brian, ini adalah kemunculan sang gitaris, Head semenjak album tahun 2003 silam Take A Look In The Mirror. Total, Korn telah mengeluarkan 10 album, dan ini menjadi album yang ke-11. Semenjak kemunculan perdana mereka lewat album self-titled “Korn” di tahun 1994, Davis dkk seakan masih ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa band-band metal lawas masih bergigi dan ga kalah dengan band-band alternative baru yang bermunculan. Kalo ngebahas Korn, terus terang saya respek dan menantikan konser mereka di Indonesia. Korn ya seangkatan dan masih bisa dibilang selevel dengan Limp Bizkit lah, meskipun bila dilihat dari sudut pandang vokalis, Davis agak lebih “kalem” dibandingkan Fred Durst.

Oke di album Paradigm Shift, band yang berasal California ini kembali memunculkan track-track dengan nuansa metal yang menggetarkan telinga dan beraliran keras khas Korn dengan bunyi-bunyian unik dan aneh. Belum lagi karakter vokal Davis yang khas dengan lengkingan namun tetap sangar membuat album ini cepat menarik perhatian saya.

Track 1 sampai 4 benar-benar klimaks dari album ini. Dibuka dengan Prey For Me, lagu yang cocok menjadi opening. Kemudian disusul dengan Love & Meth yang menjadi single kedua, lagu khas Korn yang sepertinya bakal sering masuk setlist live performance. Kemudian What We Do, dan yang terakhir Spike in My Veins. Lagu yang disebut terakhir menjadi favorit saya selain Love & Meth. Spike in My Veins langsung akrab di telinga semenjak pertama kali terdengar, dan saya yakin lagu itu akan menjadi single selanjutnya.

Jangan lupakan pula Never Never, single jagoan mereka di album ini. Dengan video klip yang bagus dengan perpaduan nuansa hitam, wanita dengan jubah hitam dan putaran jarum jam, video klip tersebut memperlihatkan unsur elegan dengan bumbu metal. Never Never menjadi lagu catchy di album ini yang tidak terlalu keras tapi tetap ngerock.

Well, bukan berarti di sisa lagu lain terasa hampa. Mass Hysteria, Paranoid And Aroused dan Punishment Time menjadi lagu keras dengan sound-sound distorsi menarik. Untuk lagu slow dan gloomy coba perhatikan Lullaby For A Sadist, dimana lengkingan Davis pada reffrain membuat lagu ini menjadi gagah. Dan album ini kemudian ditutup oleh Victimized dan It’s All Wrong.

Album yang tidak terlalu istimewa namun cukup baik untuk comeback band sekaliber Korn.

Rate: 3/5

Evolution-Cartoon1

Backpacker, sebutan yang belakangan ini begitu populer, seksi dan menjual semenjak bermunculannya buku-buku bertema travelling hingga disusul kemudian selebriti di dunia travelling seperti Trinity, Agustinus Wibowo, Takdis dan masih banyak lagi lainnya.

Yaa, saat ini dunia travelling memang tengah menjadi sorotan sehingga banyak orang yang kemudian latah melakukan perjalanan dan kemudian dengan bangga menyebut dirinya backpacker.

Saya sendiri memendam impian untuk menjadi seorang backpacker namun karena satu dua kendala sehingga belum bisa mewujudkan impian tersebut. Saya pernah melakukan beberapa travelling baik sendiri maupun rombongan namun saya merasa belum pantas menyebut diri ini sebagai backpacker. Namun keinginan untuk berbagi pengalaman dalam perjalanan saya itu terus-menerus mendorong saya untuk suatu saat menerbitkan buku bertema travelling.

Nah, saya merasa sekarang ini saatnya yang tepat bagi saya untuk mewujudkan impian tersebut. Karena saya merasa belum pantas disebut backpacker namun buku ini nanti bertema travelling maka saya memberi proyek antologi saya kali ini:

AUDISI BACKPACKER WANNABE

 

Bagi kamu yang merasa sebagai Backpacker Wannabe saya mengajakmu untuk ikut berpartisipasi dalam proyek antologi ini. Beberapa sub tema yang bisa kamu tulis dalam antologi ini antara lain:

  1. Backpacker pertama kali. Ceritain perjalanan pertamamu, mulai dari persiapannya yang heboh hingga hal-hal tak terduga yang terjadi dikarenakan persiapan dan pengetahuanmu yang masih minim.
  2. Backpacker Terkonyol/Terseru. Ceritain perjalananmu yang konyol atau seru banget sehingga masih kamu ingat sampai sekarang. Karena ini pengalaman yang konyol dan seru maka tulis pengalamanmu itu dengan selucu mungkin.
  3. Backpacker Ternekat. Ceritain perjalananmu yang terasa begitu nekat, entah karena lokasinya yang sangat jauh, persiapan atau budget yang sangat minim. Jangan lupa ceritain juga cara kamu mengatasi semua masalah yang terjadi karena kenekatanmu itu.

Untuk mengikuti audisi menulis BACKPACKER WANNABE  syaratnya mudah sekali.

Syarat Peserta:

  1. Pria atau Wanita berumur minimal 13 tahun.
  2. Berteman dengan Mozaik Indie Publisher dan Ihwan Hariyanto di FB.
  3. Like Fanpage Mozaik Indie Publisher atau follow twitter kami: @mozaikindie.
  4. Sebarluaskan info event ini melalui dua cara yang bisa kamu pilih:

Jika lewat note FB, maka kamu harus mentag minimal 20 teman dan akun FB Mozaik Indie Publisher dan Ihwan Hariyanto.

Jika lewat blog, maka kamu harus publish blogmu di twitter dengan format: Lomba #BackpackerWannabe [link blogmu] mention: @mozaikindie dan minim 5 orang temanmu.

Lalu untuk ketentuan naskahnya sebagai berikut:

  1. Naskah harus pengalamanmu sendiri, jadi ini audisi menulis NON FIKSI.
  2. Naskah ditulis dengan gaya yang popular dan menarik.
  3. Belum pernah dipublikasikan di media apapun, baik online maupun offline.
  4. Panjang naskah antara 4-6 halaman. Diketik di kertas A4, huruf TNR 12, spasi 1,5 dan margin 3 cm tiap sisinya. Kirim naskah ke: audisibackpackerwannabe@yahoo.com dengan judul email: BW-Judul Naskah
  5. Kamu boleh menambahkan foto bacpackermu yang narsis, lucu dan unyu. Maksimal 2 saja ya he3

Jangan lupa sertakan juga biodata naratif Anda maksimal 100 kata di akhir naskah. Semua berkas tersebut dilampirkan di attachment, jangan di badan email.

Naskah diterima paling lambat 04 November 2013. (deadline bisa diperpanjang jika naskah yang masuk belum memenuhi kuota)

Meskipun ini hanya audisi namun kami menyediakan gift bagi 3 naskah terbaik:

Naskah Terbaik 1: IC Safety Belt dan Multifunction Pocket
Naskah Terbaik 2: Multifunction Pocket dan Tissue Pocket
Naskah Terbaik 3: Multifunction Pocket

 

Lalu untuk 25 naskah terbaik akan dibukukan dengan naskah Ihwan Hariyanto.  Karena ini diterbitkan secara indie, maka kontributor tidak akan diberikan royalti namun akan mendapatkan diskon 20 persen jika membeli bukunya sendiri.

Jika naskah-naskah yang terpilih mempunyai nilai jual yang tinggi maka akan kami coba ajukan ke investor untuk diterbitkan secara major dan tentunya semua kontributor akan mendapatkan royalti. Oleh karena itu keluarkan kemampuan terbaikmu yaa!!

Please, feel free to copy paste and share to everyone!

Link lomba bisa dilihat selengkapnya disini.

Audisi BACKPACKER WANNABE

Tagged , ,
Advertisements