Monthly Archives: March 2014

RoboCop (2014)

Image

Saya ingat betapa saya begitu terpesona dan takjub dengan polisi berbentuk robot ini ketika saya menontonnya di Laser Disc beberapa waktu silam. Dahulu, petualangan superhero salah satu favorit saya ini adalah pengalaman seru ketika menontonnya di piringan obesitas yang kakak saya sewa di tempat penyewaan terdekat. Dengan harga sewa 5 ribu rupiah kala itu, saya bisa membawa pulang film ini untuk kemudian ditonton dengan penuh penghayatan. Aksi yang seru dan tembak-tembakan disertai robot-robot besar yang saling menghancurkan, benar-benar hiburan yang membuat saya sebagai anak kecil tercengang, meskipun kalau dilihat di zaman ini efek yang digunakan di tahun tersebut pasti jadul sekali dan aneh, namun sangat berjaya pada masanya.

Dan belasan tahun kemudian, film ini kembali di remake di era teknologi perfilman masa kini yang serba wah dan mampu menghidupkan fantasi jauh menjadi lebih nyata. Kini, film yang dibintangi Joel Kinnaman dan Michael Keaton itu mampu menyedot animo penonton yang ingin bernostalgia, melihat seperti apa tampilan polisi robot masa kini, atau juga generasi baru yang tidak pernah menonton film lamanya tapi ingin melihat bahwa Detroit juga punya polisi masa depan yang sanggup mengatasi berbagai tindak kriminalitas kota.

RoboCop baru ini menceritakan ketika tahun 2028, kala itu manusia telah mampu mengembangkan teknologi untuk membuat robot yang mampu digunakan sebagai mesin perang. Dan OmniCorp adalah sebuah perusahaan raksasa yang meraup keuntungan besar dari produksi robot-robot tempur yang digunakan oleh pihak militer di berbagai negara. Hanya Amerika yang enggan menggunakan robot dan OmniCorp mengincar Amerika sebagai pasar yang sangat potensial jika negara tersebut bersedia membel robot buatan mereka.

Alex Murphy (Kinnaman), hampir meninggal dengan tubuh hancur akibat ledakan mobilnya, dan OmniCorp menyelamatkan Murphy dan menggunakan teknologi mereka untuk memadukan tubuh hancur Murphy dengan mesin robot yang canggih. Hasilnya, seorang polisi setengah robot yang tangguh dan tak terkalahkan. Pembuatan RoboCop menjadi langkah awal bagi OmniCorp untuk membuat robocop-robocop lainnya dan mengeruk keuntungan milyaran dollar dari produksi tersebut.

Menggabungkan manusia dengan mesin memang sebuah ide brilian, namun mereka lupa memperhitungkan bahwa adanya unsur manusia membuat RoboCop berbeda dengan robot-robot lain dalam hal “kepatuhan”. Sosok kemanusiaan Murphy yang ada dalam tubuh RoboCop adalah sosok yang sangat berdedikasi dalam membasmi kejahatan, hal ini membuat RoboCop tidak bisa diatur seenaknya oleh OmniCorp. Bahkan RoboCop berbalik menentang perusahaan yang membuatnya.

Film ini memang pada awalnya bertema action superhero yang pantas dilihat anak kecil, namun percayalah bahwa beberapa scene di film ini bukan untuk anak-anak dan please, jauhkan anak anda dari bioskop bila ingin melihat film ini. Atau yang ada hanyalah tangisan dan jeritan anak kecil yang tidak mengerti apa-apa, seperti yang saya alami ketika menontonnya. Overall, scene-scene menarik berserakan di film ini diantaranya adalah ketika Murphy “dihidupkan” kembali dan dia melihat tubuhnya yang hanya menyisakan jantung dan paru-paru saja. Emosi yang timbul mengena di penonton, terutama ketika untuk pertama kalinya ia hadir dan bertemu anak istrinya dengan kondisi fisik yang telah menjadi robot yang kaku dan menimbulkan suara elektrik bila sendi-sendinya bergerak.

Kemudian dari sisi aksi, RoboCop hadir menawan dengan aksi senjata juga motor yang sebenarnya tidak terlalu keren, tapi gagah. Yang keren justru evolusi kostum RoboCop dimana dahulu berwarna putih sekarang dirubah menjadi hitam pekat yang menonjolkan sisi elegan dan kuat. Oh ya, jangan sampe anda melewatkan scene ketika sang polisi robot menyerbu markas penjahat orang yang telah mengebomnya. Dimana kemudian para musuh mematikan lampu dan mencoba menembaki RoboCop dan yang terlihat hanya kilatan senjata saja, menurut saya itu keren.

Peran Gary Oldman sebagai Dr. Dennett Norton disini juga krusial. Tak bisa membayangkan bila peran dokter yang merawat dan membuat RoboCop disini tidak diserahkan kepada aktor kawakan tersebut. Oldman mampu menghidupkan suasana di tengah peran aktor-aktor dan aktris lain yang terkesan standar. Oh ya, Abbie Cornish (Clara Murphy) yang berperan sebagai istri Murphy disini mirip banget sama Raisa, haha. Dan Samuel L. Jackson (Pat Novak) juga hadir dengan aktingnya yang konyol sebagai pembaca berita.

Nikmati saja film ini dan hadirkan kembali pengalaman masa kecil anda. Oh ya, robot OmniCorp yang berkaki dua dan menjadi trademark RoboCop jaman dulu masih ada lho, haha (kalo inget suka nongol di video game Nintendo/SEGA), dan backsoundnya, masih tetap sama! Namun satu yang disayangkan, saya lebih terpukau dengan cara mati Murphy jaman dulu dibanding yang sekarang. Yang dulu kan ditembakin dan disiksa tuh, nah kalo sekarang “hanya” kena bom saja, hehe.

Akhir kata, selamat menonton!

(Rate: 3/5)

Advertisements
Tagged , ,

Vespa Dijual

Bantu temen gan:

Dijual sampe jadi, Vespa LX 150, warna putih, km rendah 1800 km, tahun 2012, mesin 150cc, pajak bulan juli, plat nomer B bekasi kota, jarang pakai hanya dipanasin, barang mulus bgt yakinlah sumpah. Minat PM ajeh. – with M Aditya

View on Path