Tag Archives: world cup

Day 25: Describe Your Typical Matchday Routine

brazil-fans-tv

My typical matchday routine? Well karena saya bukanlah seorang pemain sepakbola, hanyalah penikmat sepakbola. Dan menurut saya bahasan ini adalah cocok bagi mereka yang bermain, maka saya akan menganalogikan challenge hari ini dengan typical matchday routine bagi seorang penikmat. Yup, saya akan mengambil contoh pagelaran Piala Dunia 2014 yang telah berlalu kemarin.

Piala Dunia memang selalu memunculkan kisah menarik. Tidak hanya bagi para pemainnya, namun juga seisi negara dari tim nasional yang bertanding, dan melibatkan seluruh aspek negara tersebut: entah itu mulai dari rakyat jelata hingga kepala negara. Semua dijamin mendukung negara mereka yang sedang bertanding. Bahkan Barack Obama, Presiden AS pun sesekali di sosial media nampak fotonya menonton timnas AS ketika bertanding, bahkan beliau sampai membuat suatu surat untuk khusus untuk perusahaan-perusahaan AS agar meliburkan karyawannya, karena hari itu bertepatan dengan timnas AS bermain untuk menentukan apakah mereka lolos ke babak selanjutnya atau tidak. Luar biasa. Jangankan mereka yang negaranya terlibat, para pecinta sepakbola yang negaranya tidak (pernah) ikut serta saja kadang lebih heboh seakan-akan negara mereka ikut berpartisipasi. Salah satunya di Indonesia.

Pecinta sepakbola Indonesia dihadapkan pada kenyataan yang cukup berat bila ada turnamen besar yang diselenggarakan di luar benua mereka (Asia). Contoh yang paling kentara adalah bila ada pertandingan (kompetisi) di Eropa. Perbedaan waktu membuat penikmat sepakbola Asia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, harus “mengalah” karena kebagian jatah menonton live match pada malam dan dini hari. Memang hal itu semakin lama menjadi kebiasaan, tapi bila menyangkut Piala Dunia, akan tercipta suatu dilematisasi yang besar (bahasa apa ini). Karena Piala Dunia adalah event 4 tahunan yang tidak boleh dilewatkan, dan nyatanya Piala Dunia selalu hadir pada jam-jam yang tidak nyaman bagi pecinta sepakbola tanah air, dan ironisnya hal tersebut berlangsung selama 1 bulan penuh. Itu pastinya akan mengganggu jam biologis kita yang harus bekerja di siang harinya. Jika malam dibuat begadang terus menerus, tentu kinerja kita di siang hari akan terganggu. Dan itulah yang terjadi pada gelaran Piala Dunia Brasil 2014 lalu.

World Cup 2014 bisa menghadirkan rata-rata 3 pertandingan setiap harinya, kadang 4. Dan bila dicocokkan dengan waktu Indonesia bagian barat, 4 pertandingan tersebut hadir di jam 23.00, 2.00, 5.00 dan beberapa 8.00 pagi. Yang sampai jam 8 pagi adalah pertandingan yang dimainkan di akhir pekan, mungkin di sana malam sekali. Yang jadi pertanyaan, jangankan sampai jam 8 pagi. Bila dikonversikan waktu Indonesia, sungguhlah menjadi suatu hal yang mustahil bagi pecinta sepakbola semaniak apapun untuk kuat dan tahan mengikuti seluruh pertandingan jam 11, 2 pagi dan 5 subuh, dan mereka pun juga harus bekerja keesokan harinya. Kuat sih, tapi menurut saya hanya bisa bertahan 1-2 hari, dan itu juga catatannya tidak tidur. Jika tidak tidur pun, niscaya di kantor bakal ngantuk abis. Atau malah bisa ketiduran tanpa disengaja dan bablas bangun keesokan harinya.

Itulah yang terjadi pada saya ketika itu. Bangun kesiangan sudah bukan barang baru lagi. Hari-hari saya di era Piala Dunia sungguhlah menjadi suatu hal yang mudah ditebak. Dari pagi hingga malam ngantor, pas pulang sampai rumah sudah jam 10-11, masuklah saya ke dalam kamar dan menyalakan TV, kemudian melihat di ANTV atau TV One pasti sedang menyiarkan pertandingan malam itu berbarengan. Jika matchday ke-3 fase grup, maka pertandingan akan berbeda karena 1 grup pasti main secara bersamaan. Setelah mandi dan beres-beres, saya tiduran di kasur ditemani pertandingan itu hingga jam 1. Kalau masih kuat, saya teruskan hingga match yang jam 2. Di beberapa kasus kalau menunggu tanpa tidur, saya masih bisa kuat nonton yang jam 2 mungkin sampai babak pertama usai, tapi kebanyakan ya bablas haha. Saya ingat kalau saya hanya kuat di 1-2 hari awal pembukaan Piala Dunia.

Alhasil untuk pertandingan subuh hari, saya kebanyakan melewatkannya dengan asumsi, saya bangun kesiangan untuk solat subuh (jangan ditiru). Ya begitulah yang terjadi selama 30 hari gelaran Piala Dunia. Sempat ingin merubah pola dengan melewatkan pertandingan jam 11 demi mengejar yang jam 2 karena biasanya pertandingannya seru, tapi amat jarang terjadi. Well, dilihat juga sih ya jam berapa partai serunya main. Karena kadang jam 11  atau subuh big match terjadi. Tapi saya punya kebiasaan agak buruk nih, bila ada pertandingan penting, katakanlah mungkin partai puncak atau final sebuah turnamen apapun (tidak hanya Piala Dunia), pasti saya akan bela-belain untuk tidak tidur. Karena saya tidur seperti kerbau yang dibius terlelap dan niscaya akan kelewatan alias bablas. Baik itu alarm beneran atau alarm handphone bersatu pun belum tentu bisa membangunkan saya. Begitulah pengalaman saya, bagaimana dengan anda?

Advertisements
Tagged , , , , ,

Day 22: Biggest Footballing Injustice Still Not Over

lampard-420x0

Ada hal menarik ketika di gelaran Piala Dunia 2014 lalu bila kita melihat, wasit memiliki “senjata” yang selalu mereka ambil dari belakang celana ketika terjadi tendangan bebas beberapa meter dari kotak penalti. Ya, setelah mereka meniup peluit, mereka akan menghitung jarak untuk berdiri membuat pagar betis dan kemudian menyemprot dengan semacam foam di rumput, sebagai batas berdiri pemain. Itu salah satu terobosan FIFA dalam sepakbola, dan satu lagi terobosan yang diciptakan oleh organisasi yang dikepalai Sepp Blatter yaitu: Goal Line Technology.

Biasa kita sebut teknologi garis gawang. Teknologi ini memungkinkan wasit mendapat kabar melalui jam tangan yang dikenakannya, apabila terjadi gol tipis di bibir garis gawang yang kerap menimbulkan kontroversi. Bila bola telah melewati garis gawang ada sensor yang berbunyi untuk kemudian mengirimkan sinyal pemberitahuan kepada wasit, dan prit prit, mereka akan meniup peluit tanda terjadinya gol. Para pemain tidak perlu lagi berdebat kusir hingga mengeroyok wasit atau menarik otot serta urat, berkelahi dengan pemain lawan untuk saling berargumen menentukan apakah bola telah melewati garis atau tidak. Bahkan terlihat para pemain menyarankan agar wasit melihat tayangan ulang yang ada dari layar stadion. Dan itu juga bukan saran yang baik karena di tayangan ulang pun tidak diberikan gambaran jelas prosesi bola apakah melewati garis gawang atau tidak. Dan wasit pun jadi semakin bingung. Biasanya mereka berkonsultasi dengan hakim garis, dan hakim garis pun tak jarang ragu-ragu mengambil keputusan yang akhirnya menjadi rancu dan merugikan salah satu pihak.

Lalu apa latar belakang ditemukannya teknologi garis gawang? Tidak lain tidak bukan salah satunya karena insiden ini: partai perdelapanfinal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tanggal 27 Juni 2010, di Bloemfontein, Jerman yang saat itu menjadi juara Grup D bertemu Inggris sebagai runner-up Grup C. Inggris yang seperti biasa selalu kesulitan lolos dari putaran grup harus langsung berhadapan dengan Der Panzer yang diisi pemain muda macam Mesut Özil, Thomas Müller, Sami Khedira dan striker kawakan Miroslav Klose. Inggris yang bermain dengan kostum away berwarna merah agak keteteran di menit-menit awal menghadapi serangan spartan khas Jerman. Alhasil baru 20 menit pertandingan berjalan, tendangan gawang Manuel Neuer yang langsung mengarah ke depan gawang Inggris, disontek dengan sekali sentuhan Klose. Inggris tersentak, skor 0-1 untuk Jerman.

frank lampard's goal

Unggul 1 gol membuat pemain-pemain asuhan Joachim Löw tampil lebih semangat. Inggris pun yang kelihatannya selalu apes setiap perhelatan major tournament harus kembali kebobolan, kali ini lewat Lukas Podolski. Jerman membuat gol itu dengan apik, rapih sekali lewat open play yang dibangun dengan cermat dari belakang. Ketinggalan 2 gol membuat Inggris mau tak mau harus bermain menyerang, dan akhirnya gol datang lewat tandukan Matthew Upson. Saat posisi hanya tertinggal 1 gol saja, Inggris tambah bersemangat untuk mengejar ketertinggalan dan akhirnya momen ini yang terjadi.

Lewat satu serangan balik yang coba dibangun anak-anak St. George Cross, bola ditendang dengan keras oleh Frank Lampard ke arah gawang Neuer. Bola keras itu menghantam mistar gawang tanpa bisa dijangkau kiper yang menjadi penerus Oliver Kahn itu. Bola tektok itu menghantam tanah jauh melewati garis dan sialnya dengan sigap ditangkap lagi oleh Neuer ketika ia bangun. Semua orang mengira itu gol dan Inggris telah berhasil menyamakan kedudukan. Tapi siapa sangka wasit bergeming dan tidak meniup peluit memerintahkan bola untuk ditaruh di tengah lapangan. Lampard seakan tak percaya bola itu tidak dianggap gol. Jangankan Lampard dan hooligans di lapangan, saya dirumah aja loncat-loncat kegirangan karena menyangka skor jadi sama kuat, eh tapi malah dianggap tidak gol. Padahal kalo diliat dari tayangan ulang, mau berapa kali pun diulang-ulang sampe pita tayangan ulang kusut, tetep aja keliatan bola udah lewat garis gawang. Dari sudut manapun juga begitu, dan nampaknya Neuer pun mengakui kalo bola udah lewat garis. Wasit pun kalo liat tayangan ulangnya lagi pasti bakal insaf, cuma ya begitu deh. Wasit keukeuh dengan keputusannya, dan mungkin ia berpikiran wasit Argentina vs Inggris di Piala Dunia 1986 aja bisa khilaf ga liat tangan Maradona di Gol Tangan Tuhan. Menyakitkan bagi Inggris dan semua tim yang dirugikan.

Itulah sedikit banyak latar belakang terciptanya teknologi garis gawang. Dari ketidakadilan itu FIFA membuat regulasi dan juga teknologi yang akan meminimalisir konflik-konflik yang terjadi bila bola dengan ganjennya antara mau tidak mau masuk ke gawang, menggoda si garis eh udah gitu keluar lagi. Dengan teknologi ini diharapkan akan lebih tercipta keadilan bagi para pihak. Meskipun sebenarnya, ada juga yang mengatakan bahwa terobosan seperti ini membuat sepakbola jadi tidak alamiah lagi. Artinya, sepakbola dan kesalahan mendasar manusia sekarang telah menjadi bagian tak terpisahkan. Kesalahan wasit dalam mengambil keputusan, menjadi hal yang lumrah. Kita melihat bagaimana hal-hal tersebut memberi warna tersendiri dari sebuah permainan sepakbola. Sepakbola tidak boleh menjadi sepenuhnya dikuasai teknologi yang mengalahkan unsur humanity dengan segala keterbatasannya itu sendiri.

Well, tapi cukuplah teknologi garis gawang yang menjadi suatu penemuan revolusioner mencegah ketidakadilan. Selebihnya, biarkan sepakbola tampil apa adanya.

Tagged , , , , , ,

Day 13: Favourite Goal

owen_argentina

Apakah gol favorit anda? Begitu banyak gol tercipta dalam sejarah sepakbola dan begitu banyak pula pemain hebat yang menciptakan gol tersebut. Sepakbola adalah panggung yang tepat untuk melihat para pemain menciptakan gol-gol spektakuler, apalagi bila pentasnya sekaliber Piala Dunia atau partai-partai penting lain, membuat siapa yang membuat gol tersebut tertulis dalam tinta emas sejarah panggung sepakbola dunia.

Saya akan menceritakan salah satu gol favorit saya. Ketika itu sedang berlangsung kejuaraan Piala Dunia 1998 di Prancis, dan saya ingat saya nonton dinihari bersama kakak saya di depan tv. Kakak saya seperti biasa tertidur pulas. Dulu bapak saya lagi dinas, saya ingat. Saya mana bisa tidur karena yang sedang main adalah Inggris. Saat itu saya menonton salah satu pertandingan seru yang terjadi di babak perdelapanfinal. Inggris harus berhadapan dengan salah satu kandidat kuat juara Argentina. Inggris dan Argentina adalah 2 negara digdaya sepakbola yang menjadikan partai mereka sebagai pertandingan klasik yang punya nilai historis tinggi. Di luar lapangan, sebagai negara, Inggris dan Argentina adalah 2 negara yang terlibat perang Malvinas, dan inilah yang mereka “bawa” hingga ke lapangan hijau. Saat itu pemain-pemain di kedua kubu masih menyimpan nama-nama legendaris, khususnya di bagian penyerang pada diri Gabriel Batistuta (Argentina) dan Alan Shearer (Inggris).

Dan itulah yang terjadi. Malam dinihari waktu Indonesia menjadi pertarungan seru tak terelakkan. Inggris saat itu punya penyerang belia pada diri Michael Owen yang menjadi salah satu pemain muda andalan untuk diduetkan bersama Shearer. Owen yang kala itu bermain di Liverpool menjadi pilihan utama pelatih Glenn Hoddle sebagai starter, karena sebelumnya di fase grup ia bermain cemerlang dan mencetak satu gol ke gawang Rumania.

Pertandingan berlangsung seru. Dari peluit babak pertama dibunyikan kedua tim saling melancarkan serangan. Argentina lebih dulu beruntung karena mereka mendapatkan penalti di menit ke-6 yang dikonversi dengan sukses oleh Batigol. Seakan tidak mau kalah, Shearer membalas juga dari titik putih di menit ke-9, dan skor sama kuat 1-1.

Di menit ke-16, keajaiban itu terjadi. Owen, yang waktu itu masih dianggap sebagai “bocah ingusan”, menerima umpan Beckham dari tengah lapangan. Dengan satu sentuhan, wonder boy Anfield itu menerima bola kemudian berlari secepat kilat menuju box penalti Argentina dengan melewati 2 pemain, yang terakhir paling saya ingat adalah Roberto Ayala. Dan dengan 1 tendangan mematikan ke pojok kanan gawang Carlos Roa, Owen berhasil menciptakan gol indah yang memadukan kecepatan, ketenangan dan finishing kualitas pemain kelas dunia. Inggris berpesta dan bukan sekedar menciptakan keunggulan, namun gol tersebut lebih dari sekedar gol karena telah menorehkan sejarah bagi Owen khususnya dan The Three Lions pada umumnya.

Sayang belum sampai berakhir babak pertama, Argentina membalas ketinggalan lewat set-piece tendangan bebas cerdik Juan Veron yang melihat Javier Zanetti berdiri bebas dan dengan mudahnya menceploskan ke gawang David Seaman. 2-2 dan kedua tim turun minum.

Di babak kedua, pertandingan sama kuat dan harus diakhiri dengan adu penalti. Adu penalti seperti biasa, bagaikan musibah bagi Inggris. Mereka lagi-lagi kalah atau tidak beruntung dari tos-tosan titik 12 pas. Tendangan David Batty yang diblok Roa menjadi penanda Argentina lolos ke perempatfinal dan Inggris harus pulang kampung. Hooligans lagi-lagi kecewa, namun Owen membawa cerita indah untuk dibawa ke negara Ratu Elizabeth dan juga menyebarkan pesona ke seluruh dunia lewat golnya itu.

Tagged , , , , , , , , ,

Please Welcome, BRAZIL 2014..!!

ImageHmm, gelaran akbar sepakbola tingkat dunia sekaligus puncak yang terbesar di dunia dalam hitungan bulan akan segera dimulai. Apalagi kalau bukan Piala Dunia (selanjutnya disebut World Cup/WC) yang akan diselenggarakan di Brasil tahun 2014. Well pandangan mata pecinta sepakbola dan juga seluruh dunia pasti akan tertuju di bulan Juni – Juli tahun depan, ketika pemegang gelar juara dunia 5 kali tersebut akan menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Apakah Brasil akan berpesta dan dengan mudahnya menjadi juara di tanah air nya sendiri? Atau ada tim lain yang berani-beraninya “nyolong” trofi di kandang Samba tersebut? Sebelum jauh-jauh memprediksi, ada baiknya kita bahas pembagian grup yang sudah dilakukan pada hari Jumat minggu lalu.

Seperti yang kita bisa lihat di gambar, terdapat 8 grup yang berisi 32 negara yang akan bertarung memperebutkan 16 tiket ke perdelapanfinal. Negara-negara unggulan yang ditentukan berdasarkan peringkat FIFA terkini ditempatkan dalam 1 pot yang berbeda dengan tim non-unggulan. Ironisnya, non-unggulan menempatkan tim kuat macam Belanda, Italia, Prancis atau Portugal. Ini memungkinkan terjadinya beberapa tim yang punya nama besar di 1 grup. Dan benar saja, di babak awal Spanyol akan bertemu Belanda, Portugal harus berjibaku dengan Jerman, dan Inggris, Italia dan Uruguay harus saling bunuh untuk 2 tiket yang ada.

Para-pemain-tim-Nasional-Brazil-300x223GRUP A (Brasil, Kroasia, Meksiko, Kamerun)

Brasil sebagai tuan rumah berhak mendapat grup paling awal, dan mereka pun akan main pada partai pembuka. Lawannya? Kuda hitam benua Eropa di diri Kroasia. Mungkin mereka bukanlah seperti Kroasia tahun 1998 dimana saat itu Davor Suker, Robert Prosinecki dan kawan-kawan menjadi semifinalis. Kini, Kroasia telah banyak berubah. Generasi emas mereka mungkin sudah lewat, namun nama-nama seperti Luka Modric, Mario Mandzukic dan Darijo Srna tetap menjadi ancaman tersendiri yang diprediksi bakal menyulitkan Brasil. Selain itu, Meksiko juga menjadi ancaman berat bagi Kroasia untuk melaju ke babak selanjutnya. Bila Los Tricolores mampu tampil konsisten dan trengginas khas tim-tim Amerika Tengah, maka saya lebih menjagokan Meksiko yang akan menemani Brasil ke babak kedua. Sedangkan Kamerun? Memang mereka menjadi salah satu wakil Afrika yang diperhitungkan, namun masih mengandalkan Samuel Eto’o yang telah dimakan usia tidaklah cukup untuk berbicara banyak di Piala Dunia.

Oke, anggaplah Neymar dkk melaju sebagai juara grup, maka 1 tiket tersisa menurut saya hanya diperebutkan Kroasia dan Meksiko. Dan kedua tim sama-sama berpotensi untuk melaju. Pertemuan mereka berdua dan hasil melawan Kamerun akan menjadi pembeda, siapa yang lolos ke babak berikutnya.

Prediksi lolos: BRASIL dan MEKSIKO.

161703_pemain-timnas-spanyol-merayakan-gol-david-silva-pada-final-melawan-italia-_641_452

GRUP B (Spanyol, Belanda, Cili, Australia)

Salah satu grup yang dikategorikan berat. Spanyol dan Belanda adalah 2 jagoan utama di grup ini yang bakal mementaskan ulangan final Piala Dunia 2010, namun Cili sebagai wakil Amerika Selatan juga tidak bisa dianggap enteng. Australia sebagai jagoan Asia juga kerap menghadirkan kejutan dan patut diwaspadai. Namun berbicara grup ini tentunya masyarakat awam hanya membicarakan Spanyol dan Belanda, dan pertanyaan terbesar adalah: siapa yang akan menjadi juara grup.

La Furia Roja memang sudah sepantasnya diunggulkan dan bakal melenggang sebagai penguasa. Namun segalanya ada di partai pembuka, dimana bentrok melawan Oranje menjadi tolok ukur dari persaingan siapa yang bakal menjadi juara grup. Bila hasilnya imbang, maka di dua partai sisa melawan Cili dan Australia adalah kuncinya. Namun jika salah satu meraih kemenangan (entah Spanyol atau Belanda), maka mereka yang paling berpeluang lolos sebagai juara grup. Apa artinya juara grup? Jelas, hal itu menghindari pertemuan awal dengan Brasil di babak 16 besar. Yap, jika tak ada aral melintang, Samba yang akan menjadi juara grup akan bertemu runner up Grup B, antara Spanyol atau Belanda. Ini berarti, pertemuan seru di babak 16 besar tidak terelakkan!

Prediksi lolos: SPANYOL dan BELANDA.

post-37737-0-17501400-1382898150GRUP C (Kolombia, Yunani, Pantai Gading, Jepang)

Grup yang agak kurang seru, bila dilihat dari ketiadaan negara kuat sepakbola disini. Namun menjadi grup yang sengit karena semua tim disini sama-sama berpeluang lolos. Okelah, Kolombia merupakan tim unggulan saat ini dan posisi mereka di ranking FIFA tinggi, namun Radamel Falcao dkk di grup ini mendapat saingan yang tidak bisa dibilang lemah. Yunani yang merupakan mantan juara Eropa juga tak bisa dianggap remeh, meskipun saat ini kembali menjadi tim medioker. Pantai Gading adalah salah satu kekuatan inti Afrika saat ini dengan generasi emasnya. Dan Jepang, siapa yang tak kenal mereka sebagai macan Asia.

Grup ini menjadi grup universal, dimana semua benua hadir dan terwakili. Tentunya akan sulit memilih mana 2 tim yang akan lolos. Namun apabila boleh memilih dan sedikit berprediksi, Kolombia dan Pantai Gading patut diperhitungkan. Kolombia yang juga mengalami generasi emas dewasa ini dengan dipimpin oleh Falcao, bila menemukan form terbaiknya akan sangat tajam. Pantai Gading dengan komando Didier Drogba pun demikian. Di Piala Dunia terakhirnya, pasti ia berusaha memberikan yang terbaik. Namun, kejutan bisa datang dari Yunani dan Jepang. Kolombia pantas jadi unggulan, sedang 1 tiket lagi menjadi rebutan 3 tim lain yang sebenarnya pantas untuk melaju.

Prediksi lolos: KOLOMBIA dan PANTAI GADING

Italia2-640x360

GRUP D (Uruguay, Kosta Rika, Inggris, Italia)

Group of death. Di setiap helatan Piala Dunia pasti ada yang namanya grup neraka, dan kali ini Grup D menjadi kawah candradimuka dari neraka tersebut. Dihuni oleh 3 tim yang pernah menjuarai Piala Dunia, grup ini menjanjikan pertarungan ketat hingga match terakhir.

Uruguay didaulat sebagai tim unggulan meskipun melewati jalur playoff, wakil Amerika Selatan ini punya potensi mengulang keberhasilan mereka 4 tahun lalu sebagai semifinalis. Di gelaran kali ini, apalagi yang mereka andalkan selain duet maut Luis Suarez dan Edinson Cavani yang sama-sama trengginas di level klub. Suarez dan Cavani diyakini menjadi ancaman serius bagi 2 tim Eropa yang juga harus saling bunuh demi 2 tiket yang ada. Yup, Inggris dan Italia, 2 negara yang menjadi kiblat sepakbola dan liga utama di Eropa, tak disangka masuk ke dalam grup yang sama. Masih ingat penalti panenka Andrea Pirlo di Euro 2012 lalu yang memperdaya Joe Hart? Scene seperti itu dan berbagai drama lainnya berpotensi terulang di Brasil tahun depan. Seru!

Sangat sulit menentukan siapa yang lolos diantara ke-3 tim hebat tersebut. Tanpa memandang remeh Kosta Rika, harusnya 3 negara tersebut mampu memanfaatkan pertemuan dengan Kosta Rika dengan sebaik-baiknya. Uruguay berpeluang lolos ke 16 besar, tapi hati kecil saya menginginkan Italia dan Inggris yang lolos. Atau kalo boleh ambil opsi kedua, Italia dan Uruguay yang akan lolos.

Prediksi lolos: ITALIA dan INGGRIS

Franck-Ribery-France-vs-Iceland_2772977Grup E (Swiss, Ekuador, Prancis, Honduras)

Prancis bisa dibilang menjadi tim yang beruntung di 2 perhelatan Piala Dunia. Coba ingat, di 2010, mereka lolos berkat gol “tangan tuhan” Thierry Henry saat playoff melawan Irlandia. Dan kali ini, mereka masuk playoff lagi, dan kembali lolos ke Brasil lewat aggregat 3-2 atas Ukraina, setelah sempat tertinggal 0-2 di kandang lawan. Memang sepertinya Prancis DNA nya itu Piala Dunia. Dan kini, mereka berada di grup yang relatif enteng bersama Swiss, Ekuador dan Honduras.

Adalah suatu kemungkinan yang besar bila Prancis difavoritkan untuk menjadi juara grup, apalagi bila mereka hadir dengan kekuatan penuh dengan bintang-bintangnya yang tersebar di liga-liga Eropa. Dan pertanyaan yang tersisa hanyalah siapa yang berhak mendampingi Les Blues. Swiss menurut saya memiliki peluang terbesar. Oke, Ekuador adalah tim yang cukup kuat dan edisi lalu bisa menembus babak kedua. Dan kini, antara Ekuador atau Swiss yang akan menemani Prancis sepertinya. Honduras? 1 kemenangan di Piala Dunia saja sepertinya sudah cukup membanggakan bagi mereka.

Prediksi lolos: PRANCIS dan SWISS

Lionel Messi Argentina

Grup F (Argentina, Bosnia, Iran, Nigeria)

Lionel Messi dan kawan-kawan diuntungkan dengan berada di grup yang tidak terlalu berat pada Piala Dunia kali ini. Berada di Grup F, mereka adalah tim besar yang akan coba diganggu kekuatannya oleh tim-tim kuda hitam. Messi, yang saat ini disebut-sebut sebagai pemain terbaik di dunia hanyalah kurang 1 trofi saja untuk ditasbihkan benar-benar sebagai pemain terbaik dunia, dan juga titisan Diego Maradona. Yup, apalagi kalau bukan trofi Piala Dunia yang belum pernah diangkatnya. Dan, Messi saat ini masih dipertanyakan kapabilitasnya bersama tim Tango. Di klub ia sudah mencapai capaian luar biasa, namun ia menjadi melempem bila berbicara di level negara. Dan tahun ini adalah tahun yang paling tepat untuk dia membawa Argentina melangkah jauh di Piala Dunia.

Argentina sangat mungkin jadi juara grup. Tinggal siapa yang menemani. Bosnia sebagai tim debutan satu-satunya di Piala Dunia kali ini cukup baik, namun menurut saya masih harus lebih banyak menimba pengalaman. Tak bisa hanya mengandalkan kekuatan Edin Dzeko dan Miralem Pjanic yang menjadi andalan di klub masing-masing.. Tapi Bosnia juga harus mengatasi kemungkinan demam panggung yang terjadi di ajang sekelas Piala Dunia. Sayangnya, Nigeria sebagai lawan potensial mereka juga kadang melempem dan telah melewati masa keemasan mereka. Namun juga jangan lupakan Iran yang menjadi langganan dari Asia. Bila Bosnia memperlihatkan semangat membara sebagai tim debutan, mereka akan mengangkangi Nigeria dan Iran untuk menemani Argentina.

Prediksi lolos: ARGENTINA dan BOSNIA.

PORTUGAL VS TURQUIAGrup G (Jerman, Portugal, Ghana, Amerika Serikat)

Jerman sebagai calon juara dan tim unggulan Piala Dunia kali ini mendapat grup yang cukup berat. Minimal, mereka akan mendapat perlawanan sengit dari Portugal. Meskipun Portugal lolos lewat babak playoff, namun Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tahu benar apa arti Piala Dunia bagi mereka. Dan seperti yang sudah-sudah, Selecção das Quinas akan menjadi kuda hitam (jika ga mau disebut juga tim unggulan) yang paling potensial mengejutkan di tiap turnamen besar. Melihat prestasi terbaik mereka yaitu finalis Piala Eropa 2004 dan semifinalis Piala Dunia 2006.

Namun PR besar Portugal seperti biasa adalah bagaimana mereka melepaskan kungkungan stigma yang begitu melekat akan diri kapten sekaligus superstar mereka, CR7. Bagaimana publik menilai kalau Portugal bukan hanya Ronaldo, namun juga masih bisa mengandalkan bintang-bintang lain seperti Pepe, Fabio Contreao dan Nani. Tapi hal tersebut bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Portugal, karena Ronaldo sedang sangat on fire, sehingga diharapkan kebintangannya meledak di Brasil.

Sedangkan Ghana dan AS? Bukan berarti mereka tidak memiliki kans lolos, namun mereka harus mengeluarkan effort yang jauh lebih besar untuk menjungkirbalikkan prediksi para pengamat dan publik sepakbola akan 2 tim perebut tiket dari Grup G.

Prediksi lolos: JERMAN dan PORTUGAL.

eden-hazard-130337-logo

Grup H (Belgia, Aljazair, Rusia, Korea)

Grup ini adalah grup yang banyak ditunggu oleh publik sepakbola dunia. Kenapa begitu? Karena di grup ini kita akan melihat sepak terjang tim unggulan yang disebut-sebut memiliki generasi emas saat ini, mungkin seperti Spanyol di tahun 2008, yaitu Belgia. Hmm, agak terlalu berlebihan bila dibilang mirip Spanyol memang, karena masih perlu banyak dibuktikan dari sisi pemain-pemain Belgia yang juga masih muda-muda. Namun bila melihat nama-nama seperti Marouane Fellaini, Eden Hazard, Simon Mignolet, Jan Vertonghen, Christian Benteke, Romelu Lukaku dan lain-lainnya, maka tidak berlebihan juga bila Belgia diprediksi bakal mengejutkan di Brasil tahun depan. Minimal, jaminan lolos ke 16 besar sudah separuh mereka genggam, jika mereka tampil baik tentunya.

Dan Rusia, sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 juga menjadi salah satu tim kuat yang tidak bisa dianggap remeh di setiap perhelatan Piala Dunia. Apalagi kini mereka diracik oleh ahli strategi sekaliber Fabio Capello. Itulah alasan saya menempatkan duet Belgia dan Rusia sebagai 2 calon pemegang tiket dari Grup H. Tinggal bagaimana persaingan mereka untuk menjadi juara grup. Sedangkan Aljazair dan Korea? Kita lihat saja kiprahnya nanti.

Prediksi lolos: BELGIA dan RUSIA.

Tagged , , ,