Tag Archives: starting XI

Day 15: Dream XI of All Time

photo

Banyak sekali pemain sepakbola bagus di jagat ini, dan pilihan semua orang pasti berbeda-beda tergantung dari siapa pemain yang mereka suka. Dan kali ini saya akan mencoba menyusun starting eleven pilihan saya sendiri. Mari kita simak siapa saja mereka:

KIPER:

1. Gianluigi Buffon (Italia).

Tak berlebihan kalo Buffon disebut sebagai salah satu kiper legendaris dunia era 2000-an hingga kini. Italia memang dikenal sebagai penghasil kiper-kiper papan atas dunia. Setelah era Dino Zoff, maka Azzurri memiliki Buffon sebagai pewarisnya. Tampil sejak Piala Dunia 1998 namun masih menjadi cadangan, di tim nasional karirnya mulai dirintis ketika menjadi kiper utama di Piala Dunia 2002. Setelah kalah menyakitkan dari Korea Selatan di babak perdelapanfinal kala itu, Buffon tak terbantahkan lagi menjadi andalan palang pintu terakhir di depan gawang Italia. Ia bahkan menjadi suksesor Fabio Cannavaro sebagai capitano. Hingga usianya sekarang yang sudah beranjak 36 tahun, Buffon masih menjadi andalan di timnas maupun klubnya Juventus. Loyalitas Buffon pada tim yang dibelanya pun bukan main, ketika Juventus harus turun ke Serie B karena terlibat kasus pengaturan skor, Buffon tetap setia hingga kembali lagi ke Serie A. Berdiri di bawah mistar gawang tim impian saya, Buffon memberikan ketenangan.

BELAKANG:

2. Marcos Cafu (Brasil).

Salah satu bek kanan terbaik di dunia. Pada masa keemasannya, Cafu menjadi pemain andalan di tim nasional Brasil dan klubnya, Milan. Lebih dulu bermain di Roma sebelum menjadi rossonero, Cafu yang mengkapteni Samba meraih Piala Dunia Korea Jepang 2002, menjadi bek sayap kanan yang cepat dalam membantu serangan dan piawai memutus akselerasi lawan yang beroperasi di sebelah kiri. Pemain bernama asli Marcos Evangelista de Moraes ini benar-benar menjadi momok menakutkan karena umpan-umpan silangnya ke kotak penalti yang akurat. Banyak gol dari striker-striker Milan macam Andriy Shevchenko atau Filippo Inzaghi yang lahir akibat dimanjakan umpan Cafu. Satu lagi, Cafu menjadi pemain yang ramah, sopan dan disukai karena kebiasaannya yang murah senyum. Berada di sisi kanan tim impian saya, Cafu adalah pemain yang tepat untuk membantu barisan pertahanan dan penyerangan.

3. Paolo Maldini (Italia).

Bila saya menempatkan Cafu di sebelah kanan, pilihan yang cocok menjatuhkan pilihan pada Paolo Maldini di sebelah kiri. La Bandiera menjadi trademark bek kiri modern kelas dunia. Sama halnya dengan Cafu, akselerasi Maldini dalam menyerang menjadi jaminan mutu. Memang Maldini tidak seperti Cafu yang piawai memberi crossing, tapi Maldini bak dewa di barisan pertahanan tim yang dibela sepanjang karirnya, Milan. Tanyakan pada Ronaldo Nazario atau Zinedine Zidane siapa bek yang paling sulit dihadapi mereka sepanjang karir, maka Maldini jawabannya. Pada masa jayanya, siapa yang meragukan kapasitas Maldini di timnas dan Milan. Bicara loyalitas, dipensiunkannya nomor 3 Milan adalah bukti sahih betapa ia begitu dihormati. Dalam hal membantu serangan, beberapa kali gol diciptakannya. Dalam hal membantu pertahanan, ia pun kapabel diplot sebagai bek tengah. Sayang, hanya Ballon d’Or yang belum pernah diraihnya sepanjang karir. Bagaimanapun itu, Maldini menjadi nama yang paling pantas ditempatkan di posisi kiri tim impian saya.

4. Franz Beckenbauer (Jerman).

Der Kaiser atau Sang Kaisar, adalah julukan yang disematkan kepada legenda ini. Berbicara mengenai tim nasional Jerman, tentu tak lepas dari namanya. Ia adalah maestro sepakbola di barisan belakang, dan menjadi pemain paling digdaya untuk ditempatkan lini pertahanan dalam sistem libero, yaitu seorang bek yang berdiri tepat di depan penjaga gawang. Beckenbauer sangat fasih menjalani peran itu, sehingga bila berbicara mengenai libero, maka Beckenbauer adalah orangnya. Tampil sebagai kapten Jerman ketika menjuarai  Piala Dunia 1974, ia kembali membawa Jerman menjuarai trofi nomor satu dunia itu ketika menjadi arsitek tim di tahun 1990. Sebagai pemain dan pelatih ia sudah lengkap dengan penghargaan, dan meskipun saya sebagai penggemar sepakbola tidak sempat melihatnya bermain, namun hal itu tidak mengurangi respek saya untuk menempatkannya sebagai salah satu bek tengah pada tim impian saya.

5. Franco Baresi (Italia).

Siapa yang patut mendampingi Beckenbauer dalam pola center back lini belakang? Bila harus memilih satu nama yang pantas, pikiran ini langsung menuju Franco Baresi. Duet Baresi dan Beckenbauer adalah bicara kualitas dan keagungan sepakbola. Baresi, bersama Maldini menjadi salah dua pemain yang dikeramatkan nomor punggungnya di Milan. Hal itu mengindikasikan bagaimana peran sentralnya semasa menjadi pemain. Berbagai gelar telah diraihnya di level klub, mulai dari liga domestik sampai gelar eropa dan antar benua. Di tingkat negara, Piala Dunia 1982 pernah direngkuhnya. Baresi menjadi simbol pola catenaccio atau sistem pertahanan gerendel yang tersohor di Italia. Penguasaan zona marking dan man to man marking-nya tak perlu diragukan lagi. Bersama Der Kaiser, ia benar-benar akan membuat saya bisa tidur nyenyak, karena yakin bahwa gawang tim impian saya akan suliti dibobol lawan.

TENGAH:

6. Andrea Pirlo (Italia).

Beranjak ke lini selanjutnya, pilihan saya akan pemain yang menempati salah satu posisi di barisan tengah tak bisa dilepaskan dari nama Andrea Pirlo. Sang Metronom, begitu julukannya selama masih membela Milan, membuat tim impian saya tidak perlu khawatir akan kehadiran seorang pemain yang mampu melepaskan umpan-umpan jitu dari tengah lapangan. Segala macam tipe dan metode umpan, pendek maupun panjang, adalah pekerjaan Pirlo dan ia melakukannya seperti memejamkan mata. Pemain yang di awal karirnya menjalani peran sebagai trequartista atau penyerang lubang ini, di masa keemasannya lebih maksimal sebagai deep-lying midfielder, yaitu posisi pemain tengah yang berada tepat di depan empat bek sejajar. Melalui posisinya ini, Pirlo sangat leluasa mengendalikan tempo permainan. Ia menjadi pemain pertama yang memutus alur serangan lawan, pun menjadi pemain utama yang memberikan umpan ke segala sisi lapangan. Berbicara bola mati, Pirlo juga ahlinya. Tak terhitung tendangan bebas indah yang diciptakan dari kakinya. Memiliki pemain yang menjalani 10 tahun karirnya di Milan ini sebagai salah satu personil lini tengah, akan membuat setiap orang menikmati indahnya permainan sepakbola dari tim impian saya.

7. David Beckham (Inggris).

Salah satu pemain terbesar Inggris dan dunia di era sepakbola modern. Kalo bicara tentang pemain kelas wahid yang beroperasi di sayap kanan, maka orang ini akan muncul di posisi paling atas dari daftar nama yang ada. Beckham tidak hanya menjadi pemain sepakbola, ia adalah ikon sepakbola itu sendiri. Becks adalah megabintang sepakbola, dimana kualitas permainannya di dalam maupun di luar lapangan sama hebatnya. Becks adalah pemain yang apabila melepaskan umpan, maka kakinya seperti punya mata, artinya bola akan mencari pemain yang dikasih umpan, bukan si pemain yang sewajarnya mencari bola. Becks adalah pemain nomor satu dalam urusan mengirim crossing dari sisi kanan. Dan saya jamin striker manapun akan tersanjung dan merasa istimewa mendapatkan Beckham sebagai pelayanannya. Untuk urusan bola mati atau free kick, saya sendiri juga bingung siapa yang bakal ngambil, dia atau Pirlo. Saya suruh suit aja palingan.

8. Cristiano Ronaldo (Portugal).

Menempatkan Cristiano di posisi sebelah kiri tim impian saya sebenarnya sama dengan perjudian. Cristiano seakan mubazir bila “hanya” ditempatkan sebagai pemain sayap, karena memang sesungguhnya bila namanya ada dalam setiap starting eleven di klub mana saja, pelatih manapun akan memberinya kebebasan bermain di segala penjuru lapangan. Sudah habis kata-kata saya untuk menggambarkan pemain yang satu ini, salah satu pemain besar yang sudah layak menjadi legenda sepakbola. CR7 Memiliki skill, gocekan dan dribbling ala pemain Amerika Selatan dan kecepatan lari pemain Eropa, merupakan perpaduan mumpuni yang sangat jarang dimiliki pemain manapun di belahan dunia ini. Bila ditempatkan di sayap kiri, saya membayangkan Cristiano berlari dengan bola di kakinya, melewati satu, dua bahkan tiga pemain lawan dengan step over-nya, untuk kemudian mendekati kotak penalti dan melepaskan tembakan keras menghunjam gawang lawan. Well, kita menonton Real Madrid atau Portugal bermain hanya untuk melihat Cristiano mencetak gol, bukan?

9. Zinedine Zidane (Prancis).

Kalau ada yang nanya siapa pemain yang membuat bola seakan betah nempel di kakinya, tidak bisa lepas apalagi direbut lawan, ia mungkin sedang melihat Zinedine Zidane bermain. Zizou, panggilan akrabnya, memang sang empunya ciri khas ini. Sisi indah sepakbola salah satunya bisa dilihat dari caranya bermain, melihatnya membawa bola, mengontrol bola dengan satu dua sentuhan, untuk kemudian melepaskan umpan-umpan yang kadang tak masuk akal dan seringkali ia mencetak golnya sendiri dengan spektakuler. Namanya mulai harum semenjak membawa Prancis menguasai Eropa dan dunia era 1998 hingga 2000-an. Setelahnya adalah sejarah. Zizou sempat menjadi pemain termahal dunia ketika ditransfer Real Madrid dari Juventus, namun harga segitu menjadi sangat pantas untuk mendapatkan servis dirigen sepakbola ini. Dalam tim impian saya, Zizou saya tempatkan sebagai trequartista atau penyerang lubang di belakang duet penyerang.

DEPAN:

10. Lionel Messi (Argentina).

Pemain yang terus menapaki karirnya sebagai yang terbaik di dunia. Lebih dari itu, orang ini sedang, telah dan akan terus menjalani hidupnya sebagai legenda sepakbola. Bila Argentina memenangi Piala Dunia, maka lengkaplah sudah pencapaian Lionel Messi sebagai yang terbaik di dunia, karena seluruh gelar yang ada di kolong langit telah dimenanginya. Akan menjadi suatu perdebatan yang tiada habisnya bila bertanya apakah ia merupakan titisan sang legenda Maradona atau bukan. Namun yang jelas, Messi nyatanya lebih dari Maradona. Saya sudah tak punya kata-kata lagi untuk mendeskripsikan The Messiah. Yang saya takutkan malah tim saya menjadi Messi-dependent bila pemain Barcelona ini berada di tim impian saya. Tapi tunggu dulu, Messi-dependent masihkah berlaku di skuad semacam ini?

11. Ronaldo Nazario (Brasil).

Ada 2 Ronaldo di tim ini. Well, untuk membedakannya, kalian sudah pasti tahu kalau pemain yang saya deskripsikan ini adalah “The Real” Ronaldo. Yup, Ronaldo Luis Nazario de Lima adalah striker yang hingga detik ini masih saya anggap sebagai striker paling berbahaya yang pernah dilahirkan di Brasil. Ia dijuluki Sang Fenomena, untuk menandakan betapa kemunculannya di jagad sepakbola membawa suatu hal yang luar biasa mencengangkan dan menjadi buah bibir seluruh dunia. Pada masa keemasannya, mungkin kemunculan Ronaldo sendiri mampu melawan 11 pemain lawan. Ia mampu mencetak gol melewati berapa pun bek lawan. Terlalu indah untuk menjadi kenyataan, melihat Ronaldo akan berduet dengan Messi di lini depan suatu tim sepakbola.

PELATIH: Carlo Ancelotti (Italia).

Untuk melengkapi formasi tim impian saya, mereka butuh pelatih yang tak hanya ahli strategi, tapi juga pelatih yang mampu dan cakap dalam hal meramu pemain bintang dengan segala talenta dan juga egonya. Dan menurut saya, saat ini pelatih yang handal menangani itu adalah Carlo Ancelotti. Hal tersebut sudah terbukti dengan mampunya ia membawa klub yang ditanganinya meraih berbagai gelar, dengan komposisi para bintang di dalamnya. Don Carlo menjadi pelatih yang sanggup membawa harmonisasi dalam tim. Juga sebagai ahli strategi, Ancelotti mampu menampilkan sepakbola menyerang dengan baik, namun tetap mengedepankan kualitas pertahanan. Agak subjektif sih ini, karena Ancelotti merupakan pelatih favorit saya.

Yang jelas dengan tim seperti ini, skuad saya siap lahir batin untuk melawan tim yang berisi alien dari planet manapun, dengan kualitas bagaimanapun, bahkan kami siap apabila diutus untuk menyelamatkan peradaban umat manusia sekalipun.

Advertisements
Tagged , , , ,