Tag Archives: santos

Day 24: Player(s) You Really Can’t Stand

maxresdefault

Ketika Robson de Souza atau yang lebih dikenal dengan Robinho datang ke Milan sebagai pemain baru di bursa transfer akhir musim 2010, Milanisti bergembira dan sepakat Milan telah menjalani musim transfer pemain (mercato) yang sukses. Dua nama besar, Zlatan¬†Ibrahimovińá dan Robinho datang dengan kualitas yang masih bagus sebagai seorang pemain. Ibra dipinjam dari Barcelona sedangkan Robinho tiba dari Manchester City. Dua-duanya meninggalkan klub lamanya dengan kondisi tidak bagus. Dan seperti biasa, tangan Milan selalu terbuka untuk pemain-pemain “terbuang” seperti mereka. Robinho dan Ibra langsung menjadi andalan di skema pelatih kala itu, Max Allegri, dan benar saja, Milan langsung menjuarai Serie A di musim pertama Robinhi dan Ibra mengarungi Liga Italia.

Robinho yang sempat menjadi hot stuff timnas Brasil dan bintang di Real Madrid, masih memiliki taji sebagai pemain yang lincah, atraktif dan jenius layaknya pemain-pemain Brasil lainnya. Itu yang membuatnya istimewa. Di luar tipikalnya sebagai pesepakbola bad boy dan kerap berselisih paham dengan pelatih klub yang dibelanya. Lagipula, Robinho adalah pemain yang memiliki skill di atas rata-rata. Demikian halnya pun dengan Ibra, 2 pemain itu adalah pemain yang diharapkan bisa “jinak” dan menjadi good boy ketika bermarkas di Milanello. Sudah menjadi rahasia umum bila Milan adalah klub yang bisa menenangkan pemain-pemain yang bertipe liar. Dan anggapan itu tidak salah, Robinho dan Ibra jarang terdengar kabar buruk atau kelakuan negatifnya yang menjadi sorotan media.

Meskipun kiprah Robinho di Milan terbilang cukup baik, performa Robinho menurun seiring dengan menurunnya pula prestasi Milan pasca scudetto, apalagi setelah ditinggal Ibra dan juga Thiago Silva. Kuantitas golnya pun tak lagi sebagus musim-musim pertamanya. Namun ada satu hal dari Robinho yang tidak dapat dilupakan. Agak kurang baik ini kedengarannya, tapi memang betul terjadi. Yup, Robinho sering melewatkan peluang emas untuk mencetak gol, bahkan bila peluang tersebut memiliki persentase 99,9% gol.

Well, peluang hilang untuk mencetak gol pun sebenarnya bisa terjadi pada pemain lain dan pemain manapun di dunia ini, tidak hanya Robinho saja. Namun yang menjadi masalah, Robinho terbiasa melakukannya, hingga ia dicap pemain yang sangat sering membuang peluang emas di depan gawang. Dan kadang inilah yang membuat Milanisti “benci” kepadanya, dan sumpah serapah santer terdengar agar klub menjualnya. Robinho kadang dianggap sebagai biang kegagalan Milan meraih kemenangan, karena hampir di setiap pertandingan ia melewatkan peluang mencetak gol, meskipun tak sedikit pula gol lahir dari kakinya. Begitulah tipikal manusia, ketika ada satu keberhasilan maka dianggapnya biasa, namun bila ada satu kegagalan, akan diingat sepanjang masa, haha.

Apapun itu, Robinho tetaplah Robinho. Pemain yang telah memiliki nama besar dan salah satu yang terbaik di Brasil. Milan yang punya tradisi sebagai klub tempat berlabuh pemain-pemain hebat asal Brasil pun beruntung pernah dibela Robinho. Dan sejujurnya, Robi merupakan pemain yang masih bagus dan masih memiliki skill-skill berkelas, meskipun sudah tidak lagi secepat dulu. Aksi dribbling bolanya masih menawan dan gocekannya masih mengingatkan kita akan masa jaya-jayanya. Namun, Milan tidak membutuhkan itu saat ini.

Apa yang Milan butuhkan adalah peremajaan dan penyegaran, dalam arti pemain baru. Artinya bukan hanya diisi pemain-pemain muda, namun pemain senior di Milan juga penting keberadaannya. Robi bisa menjadi pemain senior yang dimaksud itu, namun kualitasnya yang menurun pasca cedera pun tidak bisa terlalu lama ditolerir. Atau trademark pemain yang sering membuang peluang kadang juga menjadi hal yang merugikan klub. Pada intinya, masih banyak pemain di Milan yang memiliki kualitas setara atau bahkan lebih darinya, dan juga lebih muda sehingga perannya lambat laun tergantikan. Dan ingat, bila mempertahankan pemain bintang yang kerap menjadi cadangan, Milan harus merogoh kocek lebih dalam secara rutin untuk membiayai gajinya, sesuatu yang sebenarnya bisa dikurangi, apalagi di saat-saat klub Italia kini sedang dilanda krisis, untuk digunakan hal-hal lain macam membeli pemain baru.

Kabar baiknya, setelah lama mendapat berita bahwa ia “susah” dijual. Akhirnya mulai musim ini Robi dipinjamkan ke Santos, klub lamanya di Brasil. Meskipun statusnya masih pinjaman sehingga ada kemungkinan ia kembali lagi, tempat yang lowong ditinggalkannya cukup baik untuk diisi pemain baru atau pemain muda yang membutuhkan jam terbang lebih tinggi. Dan berharap saja Robi sukses kembali di Santos sehingga ia bisa dijual secara permanen. Akhir kata, Milanisti mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa Robinho selama ini. Good luck!

Advertisements
Tagged , , , ,