Tag Archives: favourite

My 5 Favourite Coldplay Songs.

121126-Coldplay

Karena baru semalam saya mendengarkan playlist Coldplay di dalam mobil, khususnya lagu-lagu di album konser Coldplay Live (2012) yang sepertinya direkam pada saat mereka manggung di beberapa kota Eropa, salah satunya Paris. Setelah itu tangan saya gatel mau nulis apa aja sih lagu Coldplay yang saya suka. Karena sungguhlah, band yang satu ini memiliki daftar lagu yang tak biasa, setlist konser yang hampir semuanya mumpuni, dan menonton mereka live adalah salah satu impian yang belum terwujud hingga kini. Dan berikut saya hitung mundur 5 lagu Coldplay yang menjadi favorit saya. Cekidot gan:

5. Shiver (album Parachutes, 2000)

Lagu ini diambil dari album perdana mereka yang menjadi titik awal perkenalan Coldplay di blantika musik dunia. Diletakkan di track 2 setelah Don’t Panic, Coldplay mulai menyebar bius musiknya ke telinga penggemar musik sejagat raya di album pertama mereka ini. Lagu yang bertempo cepat ini enak didengar karena alunan musiknya yang mengalun konstan bergenre alternaive rock, dengan bunyi-bunyian gitar yang menggariskan dengan keras karakter Coldplay saat itu.

Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland dan Will Champion dalam video klipnya masih sangat muda. Martin memakai kaos lidah menjulur khas The Rolling Stones. Dan mereka bermain dalam suatu studio dengan posisi melingkar. Klip ini memunculkan kesan perkenalan Coldplay sebagai suatu band yang solid dengan skill yang sebenarnya biasa, namun apik dan kompak. Video klip yang bagus untuk ukuran band yang ingin mencoba mengenalkan diri mereka pada dunia.

4. A Sky Full Of Stars (album Ghost Stories, 2014)

Menarik bila lagu ini masuk ke dalam list, karena selain tergolong baru, sebuah lagu masuk kategori favorit bila telah lama didengar dan merasuk ke dalam jiwa raga, dan kuping seakan lekat menerima tanpa syarat akan lagu tersebut. Dan kemunculan Ghost Stories belum ada 2 bulan lebih, namun lagu ini seakan sudah menjadi yang paling akrab di telinga.

Mengakomodir musik baru bertema EDM, Coldplay mengguncang kebiasaan musik mereka yang biasanya alternative rock dengan mempertunjukkan jenis musik satu ini. Musik dugem, kata mereka yang baru pertama kali denger. Ya memang tidak salah. Reff dari lagu ini memang akrab di telinga kita-kita atau mereka yang tahu dan menyimak lagu-lagu Avicii atau Armin Van Buuren dan semacamnya. Coldplay dengan rasa trance, dan menurut saya keberanian empat orang asal London itu untuk menunjukkan musik jenis ini patut diacungi jempol. A Sky Full Stars resmi masuk ke dalam golongan lagu-lagu akbar yang pantas dinyanyikan dengan khidmat di konser, bersama dengan Yellow, Every Teardrop Is A Waterfall, Viva La Vida, Paradise, dan lainnya.

3. Speed Of Sound (album X&Y, 2005)

Lagu ini masuk dalam daftar karena saya ingat pertama kali Coldplay mengeluarkan X&Y dengan Speed Of Sound sebagai jagoan. Saya terpana dan terpukau akan kedalaman nuansa lagu ini. Hingga saya ingat ketika itu saya mencoba merekam lagu ini dari radio (dulu belum jaman digital), ketika lagu ini di-request dalam acara permintaan putar memutar lagu di radio.

Sesuai dengan tema album X&Y yang bernuansa elektronik, video klip lagu ini juga dibuat dengan tone gelap, dimana para personil Coldplay perform di depan sebuah lampu LED raksasa yang menyala dengan terang, sehingga hanya siluet mereka saja yang tampak dalam klip. Meskipun saya jarang melihat lagu ini dibawakan ketika live, namun Speed Of Sound cukup menarik perhatian saya dan menjadi salah satu yang terfavorit dengan alunan irama dan tempo yang khas.

2. Charlie Brown (album Mylo Xyloto, 2011)

Mengejutkan ketika lagu ini masuk dalam daftar lagu-lagu Coldplay favorit saya, dan duduk di posisi runner-up. Kenapa? Karena sebenarnya lagu ini hanyalah single ke-3 dari album Mylo Xyloto. Namun nuansa yang dibawa lagu ini mengingatkan saya akan satu masa dimana saya menganggap hidup saya berada di alam mimpi. Ini serius, bunyi-bunyian yang mereka ciptakan seakan membawa saya ke dunia masa kecil, yang tidak bisa saya terjemahkan ke dalam tulisan namun ada di alam pikiran. Video klip yang dihadirkan pun mendukung, dengan warna warni wrist band yang menyala yang biasa dipakai oleh mereka yang menonton Coldplay secara live ketika konser. Penuh dengan aura khayalan, fantasi dan nuansa positif.

Argh, menonton klip ini seakan membuat diri saya tak sabar untuk segera menjalani pengalaman menonton mereka manggung di depan mata, dengan segala entertainment yang mereka hadirkan pada saat konser. Khususnya bila saya amati, aksi panggung dengan wrist band warna warni dan semacamnya merupakan atribut konser tema Mylo Xyloto. Nah untuk album Ghost Stories yang terbaru, entah tema apa yang akan dipakai. Well, sekali lagi saya berharap untuk bisa secepatnya merasakan atmosfir konser mereka, hehe.

1. Fix You (album X&Y, 2005)

Kalau yang ini, sudah jelas merupakan lagu Coldplay terfavorit saya yang paling saya sukai. Baik dari segi lirik, musikalitas, tempo dan nuansa yang hadir setiap mendengar lagu ini, membuat saya terdiam sejenak dan coba mengikuti dan menghayati dengan seksama esensi lagu ini. Saya pikir Chris Martin adalah seorang jenius ketika bisa membingkai suatu kejadian yang buruk, yang pernah dialami oleh setiap orang dalam hidupnya, rasa kehilangan, rasa kesia-siaan, rasa lelah, dan rasa tak berarti untuk dituangkan dalam rangkaian nada dan instrumen musik yang menjadi elemen penting Fix You. Konon lagu ini bercerita tentang kehilangan. Terinspirasi dari sang mantan istri, Gwyneth Paltrow yang baru saja kehilangan orang tuanya.

Saking ngefans nya saya dengan lagu ini, saya ingat ketika itu saya menonton konser sebuah band yang sedang digandrungi anak muda dengan lagu-lagu alternatif mellownya, dan saya yang sama sekali tidak mengerti diam saja sepanjang konser. Hingga akhirnya si artis membawakan intro lagu ini dan wow, saya langsung bersorak. Ternyata, si artis dalam albumnya sengaja meng-cover lagu ini dan alhasil saya otomatis nyanyi sepanjang lagu dan teriak paling kencang sendiri. Well meskipun ga sebagus versi asli Coldplay. Atau ini, saya sengaja merekam suara saya sendiri menyanyi lagu ini dan meng-aplotnya di SoundCloud dalam sesi genjrang genjreng tengah malam di kamar, haha. Atau ini lagi, saya sengaja membeli lagu ini dari iTunes seharga 7 ribu rupiah untuk disimpan dalam iPad, hehe. Jarang banget saya beli lagu digital, lho. Intinya, lagu ini jenius dan cocok didengarkan di segala musim situasi dan kondisi.

Advertisements
Tagged , , ,