Tag Archives: courtois

Day 23: Favourite Young Player U-21

a.espncdn.com

Salah satu tujuan klub sepakbola meminjamkan pemainnya ke klub lain adalah untuk memberikan kesempatan kepada pemain tersebut berkembang, agar memiliki banyak kesempatan bermain dan berkontribusi lebih banyak terhadap klub barunya. Selain membantu performa, stabilitas dan jam terbang si pemain, juga bermanfaat untuk klub baru yang dibelanya bila pada musim peminjaman tersebut si pemain tampil bagus.

Dan itu sepertinya yang dialami oleh Thibaut Courtois. Terus terang saya saja masih googling how to write and spell his name, haha. Dan bila diucapkan dengan lidah, nama kiper muda ini terdengar asik didengar. Coba deh kalian dengar ketika ia muncul di layar kaca dan pas komentator mengucapkan namanya, keren! Haha. Courtois menjadi kiper yang sedang ramai namanya dibicarakan belakangan ini karena penampilannya yang luar biasa musim lalu bersama Atlético Madrid, dimana ia berhasil mengawal gawang Atlético menuju tahta juara La Liga, sekaligus memutus dominasi Barcelona dan Real Madrid dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir.

Pemain bernama lengkap Thibaut Nicolas Marc Courtois ini sebenarnya merupakan pemain Chelsea, dibeli dari klub Belgia, Racing Genk. Tampil apik di Genk membuat The Blues berminat merekrutnya, untuk menjadi kiper yang digadang-gadang akan menggantikan penjaga gawang legendaris mereka, Petr Cech. Penampilan Courtois yang gemilang membawa Genk juara Liga Pro Belgia membuat manajemen Chelsea meliriknya. Apalagi saat itu Courtois telah dipercaya menjadi kiper timnas Belgia U-21. Dan kini, perannya tak bisa tergantikan sebagai kiper utama meskipun Belgia punya rising star lagi pada posisi penjaga gawang pada diri Simon Mignolet (Liverpool). Tapi, sinar Mignolet meskipun juga tampil cemerlang masih harus kalah dibanding Courtois. Tentunya ini menjadi suatu kondisi yang bagus bagi Belgia ketika mereka telah menemukan penerus kiper yang dulu pernah bersinar pada diri Michael Preud’Homme di Piala Dunia AS ’94.

Courtois pun semakin bersinar ketika perannya di Atlético, yang tadinya hanya sebagai pemain pinjaman, menjadi vital dan juga menjadi pengganti yang tepat bagi David de Gea yang dikontrak Manchester United. Courtois pun mendapat warisan nomor peninggalan De Gea, yaitu 13. Dan puncaknya apalagi kalau bukan mengantarkan Atlético meraih titel La Liga, sekaligus merusak hegemoni Barcelona dan Real Madrid. Malahan, Atléti hampir saja meraih gelar ganda La Liga dan Liga Champions, kalau saja Madrid tidak mengalahkan mereka 1-4 pada final di Lisbon. Di derby tersebut malah Atléti sempat unggul 1-0 hingga menit 93, sebelum gol sundulan Sergio Ramos menjatuhkan mental mereka. Kalau saja Atléti bisa meraih gelar Liga Champions tersebut, maka lengkaplah sudah mereka mengalahkan Barça dan Madrid di 2 partai puncak kompetisi berbeda. Menyusul sebelumnya Barça mereka tahan 1-1 di Camp Nou pada partai akhir liga.

Sampai sejauh manapun Atléti meraih hasil di musim lalu, hal tersebut cukup untuk membuat Roman Abramovich dan Jose Mourinho beserta manajemen Chelsea sepakat memboyongnya kembali ke Stamford Bridge. Meskipun Cech di Chelsea masih menjadi andalan, nampaknya Mou sengaja untuk membiarkan Cech berada pada posisi tidak nyaman dengan kehadiran Courtois. Artinya Mou ingin menciptakan persaingan sehat di posisi kiper, antara Cech dengan Courtois. Hal ini berdampak positif dan negatif. Postifnya, Chelsea memiliki dua kiper kelas dunia yang memiliki kualitas setara. Sedangkan negatifnya, peluang Cech untuk hijrah besar bila ia kalah bersaing sebagai kiper utama atau ia tidak rela menjadi pilihan kedua. Atau mungkin Mou ingin mengadopsi jurusnya ketika di Madrid, dimana ia merotasi Diego Lopez dan Iker Casillas secara bergantian di 2 kompetisi berbeda, salah satu dikhususkan untuk di liga dan lainnya di kompetisi Eropa. Well, banyak hal yang bisa terjadi.

Dan keberhasilan Belgia mencapai perempatfinal Piala Dunia Brasil 2014 juga dianggap sebagai wadah yang membentuk performa Courtois lebih matang lagi. Belgia yang harus pulang karena kalah dari Argentina itu memang sedang mencapai usia emas sebagai sebuah tim nasional. Tak hanya Courtois, rekan-rekannya yang kebanyakan juga berpredikat pemain andalan atau rising star klub masing-masing tampil baik dan mereka masih bisa bertahan di Piala Eropa 2 tahun lagi, atau bahkan 2 kali Piala Dunia di Rusia dan Qatar.

Kita lihat saja sepak terjang Courtois dalam mengawal gawang Chelsea di musim Barclays Premiere League yang baru berjalan ini.

Advertisements
Tagged , , , , ,