Day 21: Favourite Legendary Player Who Is No Longer Playing

1585338_w2

Saya saat itu sedang bermain di rumah teman ketika mendengar berita besar nan membahagiakan yang menyangkut klub idola saya, AC Milan. Saat itu terpampang berita di sebuah tabloid olahraga bahwa Milan baru saja membeli seorang bek yang sedang naik daun dan merupakan kapten tim dari lawan Milan di Serie A, SS Lazio. Siapakah ia? Tentu saja tak lain tak bukan adalah sang maskot, Alessandro Nesta.

Pembelian itu luar biasa karena saat itu Nesta menjadi kapten Lazio dan ia sedang naik daun sebagai bek tengah klub maupun timnas. Nesta pun harus ridho dijual oleh manajemen klub karena klub biru langit berlambang burung elang tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan. Dan saya ingat sekali foto dari berita di tabloid itu sangat melegenda, yaitu gambar Nesta sedang berpose memegang jersey Milan. Wow, luar biasa. Hingga kini transfer Nesta ke Milan masih menjadi salah satu transfer terbaik Milan sepanjang masa. Bayangkan saja, kapten Lazio kok dibeli. Itu kan ibaratnya sama aja dengan mindahin Paolo Maldini dari Milan atau membeli Javier Zanetti dari Inter atau Alessandro Del Piero dari Juventus. Atau ngangkut Francesco Totti dari Roma. Luar biasa. Pemilihan Milan sebagai klub Nesta selanjutnya juga menjadi suatu hal yang melegakan karena desas desusnya, Nesta sempat ingin pindah ke Inter. Ah, untung Nesta memilih jalan yang lurus, hehe.

Sebelum transfer itu terjadi juga kabarnya Milan melirik Fabio Cannavaro, yang saat itu juga tengah naik daun di Parma. Duet Nesta dan Cannavaro sedang menjadi duet paling diandalkan di timnas Italia. Mereka berdua adalah bek tengah klasik yang menjadi andalan di masing-masing klub. Namun akhirnya Cannavaro hijrah ke Inter dan takdir memilih Nesta sebagai seorang Rossonero, dan sisanya adalah sejarah.

Bersama Milan, Nesta datang dan langsung mempersembahkan gelar juara Liga Champions di musim pertamanya. Final di Old Trafford menjadi saksi dimana Nesta bersama Maldini, Marcos Cafu, Billy Costacurta dan Jaap Stam menjadi barisan belakang yang kokoh bagai tembok. Nesta bahkan mendapat julukan Minister of Defence karena kepiawaiannya mengawal barisan pertahanan Milan. Kami para Milanisti pun merasa tenang bila Nesta hadir di barisan belakang. Nomor 13 pun seakan lekat pada diri Nesta, ketika turun ke lapangan dan mengisi salah satu dari 4 bek sejajar Milan. Nesta dan Maldini menjadi duet klasik sepakbola Italia yang tenar dengan pakem catenaccio-nya, dan Nesta – Maldini menjadi wujud dari kokohnya sistem pertahanan grendel tersebut.

Sayang karir gemilang Nesta di klub seakan tidak terlalu mengikuti perjalanan hidupnya bersama La Nazionale. Berbaju biru timnas Italia, Nesta lebih sering dihantui cedera sehingga performance-nya tidak selalu maksimal. Masih lekat di ingatan saya ketika Nesta tidak selesai menjalani gelaran Piala Dunia 2006 karena harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera. Ironisnya, Italia saat itu keluar menjadi juara. Itulah sebagian dari kisah sedih Nesta, selain kekalahan menyakitkan atas Korea Selatan di perdelapanfinal Piala Dunia 2002.

Selain menjadi dewa di barisan pertahanan, kehadiran Nesta di Milan sepanjang 10 tahun karirnya juga menjadi mentor bagi bek-bek baru Milan sepeninggal Maldini, Stam, Cafu, Billy dan lainnya. Oke sebut saja satu nama yaitu Thiago Silva. Kapten Brasil masa kini itu menyebut Nesta sebagai salah satu bek yang menginspirasinya dan berpengaruh pada permainannya. Duet Nesta – Silva sempat menjadi andalan Milan sebelum Nesta pensiun dan Silva dijual ke Paris Saint-Germain. Silva yang saat itu anak baru dari Fluminense mendapat ilmu, teknik dan taktik dalam hal mengorganisir pertahanan dari seorang bek legendaris Italia macam Nesta. Duet Silva – Nesta sebenarnya menjadi angin segar bagi Milan dan mungkin bisa melebihi Nesta – Maldini, namun waktu dan keadaan tidak memungkinkan dan Milan harus ikhlas mengakhiri kebersamaan mereka itu.

Kini Nesta telah mengakhiri 10 musim yang tak terlupakan bersama Milan dan meraih semua gelar level klub. Nesta menjadi salah satu legenda Milan, juga Lazio dan tim nasional Italia. Kehadirannya di Milan menjadi suatu bagian dari keluarga besar Rossoneri, dan membuat Milan semakin lekat menjadi tim yang kerap melahirkan bintang-bintang kelas dunia dan bek-bek legendaris. Nesta kini bermain di Kanada bersama tim Montreal Impact dan masih menjadi nama besar yang menjual bagi klub mana pun yang dibelanya. Dan tahun lalu, Nesta kabarnya telah mundur sebagai pesepakbola profesional.

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: