Day 16: Other Current Player You Are A Fan Of

664xauto-barca-incar-evan-dimas-dan-dua-pemain-timnas-u-19-140925n

Berbicara mengenai pemain idola atau kesukaan, saya telah menuliskan di awal-awal tantangan meme bahwa pemain favorit saya saat ini adalah Cristiano Ronaldo, dengan alasan-alasan yang telah saya kemukakan. Kalau ditanya lagi siapa pemain favorit atau pemain yang sedang saya perhatikan akhir-akhir ini dan membuat saya berdecak kagum akan kemampuannya di lapangan maupun personalitasnya di luar lapangan, tak berlebihan kalau saya menyebut satu nama, yaitu kapten tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono.

Siapakah Evan Dimas? Publik tentu tidak mengetahui siapakah dia hingga ia membawa PSSI lolos ke babak putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar tahun ini. Publik sebelumnya juga tidak akan pernah tahu siapa dia sampai dia memimpin rekan-rekannya dengan heroik mengalahkan macan sepakbola Asia, Korea Selatan di GBK beberapa waktu silam. Sekaligus dengan kemenangan itu Indonesia berhak lolos ke Myanmar dan secara mengejutkan membalikkan prediksi pengamat sepakbola Asia, bahkan saat itu saya juga masih ga percaya kalo Indonesia bisa begitu digdaya Korea dikalahin.

Evan Dimas adalah pemain asal Surabaya, yang sepintas mengingatkan saya akan sosok Andres Iniesta, gelandang andalan timnas Spanyol dan Barcelona. Evan Dimas memiliki gaya permainan sama seperti Iniesta. Nomor punggungnya 6, pun sama dengan Iniesta haha. Cukup piawai dalam membantu pertahanan dan unggul dalam mengendalikan tempo penyerangan adalah kelebihannya. Ia pun tak jarang menceploskan gol-gol krusial yang kadang bahkan lebih banyak dari para striker timnas U-19 sendiri. Tendangan kerasnya juga menyerupai Iniesta. Ia mengomandoi rekan-rekannya dari barisan tengah. Meskipun posturnya terbilang mungil, tak jarang pula ia berani berduel dengan pemain lawan yang lebih besar, untuk kemudian merebut bola, membawanya hingga jantung pertahanan lawan, melepaskan umpan-umpan akurat atau bahkan menembak langsung ke gawang.

Evan Dimas masih berumur 19 tahun (lahir 1995) namun telah memiliki jiwa dan karakter seorang pemimpin bagi rekan-rekannya di lapangan. Hal itu menjadi suatu hal yang langka bagi pesepakbola usia muda, dan Evan Dimas telah menunjukkan pribadi itu di atas lapangan. Ia juga saya lihat adalah sosok yang religius dan rendah hati. Hal itu tercermin dari sikapnya (dan juga sikap seluruh tim, pelatih dan ofisial) yang memilih melakukan sujud syukur setiap kali timnas mencetak gol dan meraih kemenangan di akhir laga. Hal itu mau tak mau menjadi sesuatu yang positif bagi perkembangan sisi psikologis dan spiritual mereka. Mudah-mudahan hal tersebut tetap terjaga.

Kita sebagai warga negara Indonesia sekaligus pecinta sepakbola yang sangat haus akan kesuksesan timnas juga mengharapkan bahwa pembinaan pemain muda khususnya anak-anak U-19 berjalan dengan baik. Segala hal yang berhubungan dengan publikasi dan eksploitasi yang tidak penting, kita harapkan bersama tidak dialami mereka, agar fokus dan konsentrasi para pemain tidak terbelah, tidak seperti kakak-kakak seniornya yang tetiba menjadi selebritis. Mohon agar PSSI memperhatikan benar hal ini. Juga kalaupun bisa, agar mereka semua nantinya dikirim saja untuk berlatih dan berkompetisi di luar negeri, jangan di Indonesia yang liganya sudah terkenal busuk dan aneh-aneh saja isinya.

Publikasi dan eksploitasi berlebih itu pula yang akan mengurangi beban mereka sebagai pesepakbola yang kita harapkan berprestasi. Namun mengingat usia mereka yang masih sangat muda, beban berlebih di pundak masing-masing pemain dikhawatirkan akan mengganggu permainan, yang nantinya tidak lagi lepas seperti anak-anak yang sedang berlarian mengejar bola di jalan-jalan dan lapangan sore hari di Indonesia. Ingatlah bahwa permainan lepas seperti itu yang membuat timnas U-19 menang atas Korea Selatan di partai terakhir babak kualifikasi.

Terakhir, mudah-mudahan Evan Dimas sebagai pemain yang saya jadikan pusat perhatian mampu mengemban tugas mulia ini dengan baik. Bertanding di Piala Asia U-19, Indonesia bergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan UEA. Tidak ada lawan yang ringan bila telah memasuki putaran final. Namun seperti kata Evan Dimas “Tidak ada yang tidak bisa dikalahkan, kecuali orang tua dan Tuhan..” hal itu benar-benar membuat kepercayaan diri dalam jiwa masing-masing kita sebagai rakyat dari bangsa yang besar tumbuh.

Hanya dengan lolos ke semifinal, kita akan membuat sejarah baru. Indonesia akan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Mungkin bukan ajang World Cup tingkat senior, namun Piala Dunia U-20 di Selandia Baru juga merupakan turnamen akbar seluruh dunia. Evan Dimas dan kawan-kawan telah optimis dan akan memperjuangkan itu. Kini kita sebagai rakyat Indonesia yang harus mengaminkan dengan dukungan dan doa.

Advertisements
Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: