Day 5: Football Moment has Made You the Happiest

Seedorf and Kaka kissing The Big Ears

Seedorf and Kaka kissing The Big Ears

Kalau berbicara momen apa dalam kehidupan sepakbola saya yang membuat bahagia, itu banyak. Keberhasilan Milan menjadi juara liga, kesuksesan Milan mendatangkan pemain top dalam bursa transfer, bahkan kemenangan Milan dalam derby misalnya, sudah cukup bikin bahagia. Namun bila dikerucutkan, momen apa yang PALING membuat bahagia, ini mungkin jawabannya.

Pertengahan bulan Mei tahun 2007, saya sengaja tidak tidur karena tidak ingin melewatkan partai yang satu ini. Yup, kebiasaan saya ini, mungkin kebiasaan buruk, untuk tidak tidur apabila ada pertandingan penting dinihari supaya ga kelewatan, memang sudah menjadi budaya dari beberapa tahun lalu. Bukan apa-apa, saya ini termasuk kebo kalo tidur, dan bahkan weker pun (baik weker alarm handphone atau bunyi weker beneran) ga mampu untuk membangunkan kebo yang sedang terlelap ini. Keterlaluan bukan? Jadi daripada saya terlambat dan tiba-tiba kebangun trus melongo karena pas nyetel tipi udah ga ada alias habis siaran bolanya (beberapa kali saya seperti itu dan rasanya ga enak banget), maka lebih baik jiwa dan fisik saya ini mengalah dulu deh untuk tidak memberikan hak-haknya (yailah mau bilang begadang aja susah amat, hehe). Yup, begadang is the answer.

Saya begadang untuk menantikan satu partai mahapenting. Bisa dibilang ini adalah partai balas dendam. Revenge yang saya harapkan berjalan sempurna. Apakah itu? Ketika itu Milan diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk membalas dendam mereka terhadap klub Inggris, Liverpool. Dendam apa? Dua tahun lalu, Milan secara dramatis dikejutkan oleh comeback Liverpool dalam salah satu final paling tragis (bagi Milanisti) dalam sejarah sepakbola. Dan kini, mereka dihadapkan kembali pada satu momen krusial, Final Liga Champions Athena 2007.

Kenangan Final Liga Champions Istanbul 2005 tentunya masih sulit untuk dilupakan. Bahkan beberapa pemain Milan di final 2007 adalah korban bengisnya final 2005, dan kali ini mereka kembali berhadapan, Milan dan Liverpool. Takdir seakan mempertemukan mereka kembali untuk satu final “kesempatan kedua” bagi Il Diavolo Rosso untuk membalas dendam kesumat kepada The Reds. Dan benar saja, malam itu pembalasan terjadi.

Milan yang melaju ke final dengan perkasa setelah sebelumnya menumbangkan Manchester United dengan agregat 5-3 sepertinya sudah tidak sabar untuk menantang Liverpool yang lolos ke final pasca bertarung adu penalti lawan Chelsea. Dan tak terelakkan lagi, pertarungan dinihari itu berlangsung seru dan menegangkan. Milanisti (termasuk saya) menonton dengan jiwa penuh aura revenge, namun tetap mencoba rendah hati dan tidak jumawa. Bagaimana tidak? Keunggulan pun nampaknya belum memberikan rasa aman sebelum wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai. Istanbul 2005 memberikan pelajaran amat berharga tentang arti sebuah keunggulan dalam pertandingan sepakbola. Jangan pernah menyebut anda sebagai seorang pemenang sebelum 90 menit berlalu, bahkan ditambah injury time sekalian.

Pertandingan nampaknya akan masih berjalan sama kuat hingga babak pertama hampir usai, ketika Milan mendapat tendangan bebas beberapa meter dari kotak penalti Liverpool, setelah Kaka dilanggar. Algojo bola mati Setan Merah kala itu, Andrea Pirlo, bersiap mengambil ancang-ancang. Tendangannya pun menembus pagar pemain Liverpool namun secara tak diduga berbelok arah hingga bobollah gawang Pepe Reina. Dalam tayangan ulang terlihat kenapa Reina bisa salah menebak arah bola. Oh ternyata membentur striker Milan Filippo Inzaghi. Dan Inzaghi seperti biasa berlarian seperti anak kecil ketika gawang Liverpool berhasil dijebol. Sempat timbul kekhawatiran gol akan dianulir karena tampak sekilas menyentuh tangan Pippo. Namun wasit mengesahkan gol tersebut karena menganggap bola mengenai punggung sisi sebelah kiri Pippo hingga berbelok arah. Gol. Milan unggul 1-0.

Inzaghi's goal

Inzaghi’s goal

Pasca istirahat babak pertama, Milanisti (termasuk saya) tidak euforia akan keunggulan. Sekali lagi, Istanbul 2005 adalah pelajaran berharga. Babak kedua pun dimulai dengan tempo yang sama cepatnya dengan babak pertama. Saling tukar menukar serangan terjadi hingga waktu memasuki 10 menit terakhir. Kaka membawa bola dengan hati-hati di tengah lapangan, agak menusuk ke dalam sebelum akhirnya melepaskan umpan terobosan ke Inzaghi yang langsung berlari cepat menyergap bola dengan mengelabui hakim garis. Tidak offside! Pippo tinggal berhadapan dengan Reina sebelum akhirnya memasukkan bola dengan pelan menyusur tanah. 2-0 dan Milanisti makin dekat dengan pesta pembalasan. Namun sekali lagi, saya (dan kami para Milanisti) mencoba tenang sebelum 90 menit berlalu.

Benar saja, di menit 89 Liverpool mampu memperkecil ketinggalan lewat sundulan Dirk Kuyt. DHUAR..!! Bagai petir menyambar seketika Milanisti teringat peristiwa 2 tahun silam dimana keunggulan 3-0 mampu dibalikkan dengan awalan 1 gol  lawan. Untungnya kali ini, sudah memasuki menit akhir, tinggal injury time. Milanisti agak lega karena sisa waktu tidak banyak. Tidak seperti 2 tahun lalu yang masih ada 45 menit. Dan benar saja, ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai.. Athena pecah dan Milan berhasil membawa pulang gelar Liga Champions ke-7 nya.

Banyak momen indah dalam sepakbola. Namun tidak ada yang lebih indah selain pembalasan dendam yang sukses, akan sebuah tragedi yang menghancurkan. Kemenangan 2007 ini seperti manisnya berbuka puasa setelah berpanas-panasan dan lari-lari keliling lapangan di siang bolong. Lega dan benar-benar membahagiakan.

Advertisements

4 thoughts on “Day 5: Football Moment has Made You the Happiest

  1. ayanapunya says:

    Kalau final liga champion yang paling kuingat ya tahun 99. Soalnya cuma itu yang ketonton. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: