Ender’s Game (2013)

Image

Bumi pernah diserang dengan brutal oleh sebuah ras alien yang dijuluki Formic di masa lalu. Korban yang tak terhitung jumlahnya berjatuhan di pihak manusia. Beruntung salah seorang pilot pesawat tempur dengan cerdik dan juga patriotik mengorbankan diri menabrak pesawat induk Formic.

Manusia bisa bernafas lega meski sejenak. Kini manusia bersiap menghadapi potensi serangan balasan yang lebih besar dari para Formic. Salah satu jalan yang ditempuh untuk mengatasinya adalah membidik remaja jenius seperti Andrew “Ender” Wiggin (Asa Butterfield) untuk dijadikan komandan tentara. Remaja yang punya daya imajinasi tinggi dianggap pas sebagai komandan untuk melawan Formic.

Namun bukan perkara gampang bagi Ender untuk bisa memahami bahwa ia secara tak langsung ditunjuk sebagai sang penyelamat umat manusia. Ia yang bermasalah dalam pergaulan tentu bukan kandidat yang pas sebagai komandan perang tertinggi umat manusia. Saat pertama kali masuk sekolah pelatihan perang, ia menjadi korban bullying.

Bagaimana perjalanan Ender dalam memimpin tim melawan Formic? Apakah ia bisa menggunakan talentanya dengan baik untuk kemudian menyelamatkan ras manusia? Bagaimana pula kisah pergaulannya dengan teman-teman setim juga pihak-pihak yang tidak suka dengannya?

Awalnya saya kira film ini adalah film epic yang penuh dengan peperangan spektakuler dengan ledakan di sana sini, dan dengan penampakan alien jahat berbentuk aneh dan beringas yang berniat meluluhlantakkan bumi. Namun ternyata, film ini lebih cerdas dari itu. Film ini lebih mengedepankan unsur-unsur filosofis yang dalam, salah satunya adalah tentang bagaimana seseorang harusnya “memenangi” sebuah pertempuran.

enders-game-tv

Ah, saya jadi ingat kisah nyata mengenai filosofis sepakbola, dimana ada 2 paham yang memandang sebuah “kemenangan” itu. Ada satu pelatih yang sangat mengagungkan keindahan permainan tim. Dalam sepakbola, rakyat dan sejarah tim nasional Brasil sangat mengedepankan keindahan permainan yang disebut “Jogo Bonito”. Kemenangan yang diraih tanpa permainan indah dianggap suatu hal yang disayangkan dan mengecewakan. Namun ada pula pelatih yang lebih mementingkan hasil akhir dibanding keindahan permainan tim. Jose Mourinho salah satunya. Ketika membesut Inter Milan dan Chelsea, terkadang tim tampil mengecewakan dan cenderung bertahan namun efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Kok malah jadi ngomongin sepakbola…

Kembali ke film. Namun bukan berarti ketegangan tidak ada dalam film besutan sutradara Gavin Hood ini. Kisah hidup Ender di dalam pesawat luar angkasa, bagaimana mimpi-mimpi dan masa lalunya juga menjadi warna film ini. Ditambah dengan kehadiran Harrison Ford (Colonel Graff) sebagai orang yang percaya akan kapasitas Ender dalam memimpin tim dan menjadi atasan Ender membuat film ini terasa lebih megah. Saya sempat membayangkan Ford disini menjadi Han Solo tua dalam Star Wars Episode VII yang tayang 2 tahun lagi.

One of a good movie.

Rate: 3/5.

Advertisements
Tagged , ,

4 thoughts on “Ender’s Game (2013)

  1. jampang says:

    kalau denger nama harison ford, kayanya bisa dijadiin jaminan kalau filmnya bagus 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: