The Paradigm Shift (Korn) [2013]

paradigm shift

Akhirnya, band new metal yang disebut-sebut sebagai “pesaing” Limp Bizkit ini dan sempat tenar di masa jaya-jaya mereka dahulu, kembali mengeluarkan album terbaru di akhir 2013. Album yang bertitel Paradigm Shift ini menjadi album teranyar mereka sejak terakhir kali mengeluarkan album pada 2011 lalu. Paradigm Shift sekaligus menjadi penanda kembali eksistensi mereka di blantika musik metal dunia.

Korn, yang lekat dengan sang vokalis, Jonathan Davis, saat ini masih mengandalkan personil original mereka seperti James “Munky” Shaffer, Brian “Head” Welch, Reginald “Fieldy” Arvizu, dan Ray Luzier. Khusus buat Brian, ini adalah kemunculan sang gitaris, Head semenjak album tahun 2003 silam Take A Look In The Mirror. Total, Korn telah mengeluarkan 10 album, dan ini menjadi album yang ke-11. Semenjak kemunculan perdana mereka lewat album self-titled “Korn” di tahun 1994, Davis dkk seakan masih ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa band-band metal lawas masih bergigi dan ga kalah dengan band-band alternative baru yang bermunculan. Kalo ngebahas Korn, terus terang saya respek dan menantikan konser mereka di Indonesia. Korn ya seangkatan dan masih bisa dibilang selevel dengan Limp Bizkit lah, meskipun bila dilihat dari sudut pandang vokalis, Davis agak lebih “kalem” dibandingkan Fred Durst.

Oke di album Paradigm Shift, band yang berasal California ini kembali memunculkan track-track dengan nuansa metal yang menggetarkan telinga dan beraliran keras khas Korn dengan bunyi-bunyian unik dan aneh. Belum lagi karakter vokal Davis yang khas dengan lengkingan namun tetap sangar membuat album ini cepat menarik perhatian saya.

Track 1 sampai 4 benar-benar klimaks dari album ini. Dibuka dengan Prey For Me, lagu yang cocok menjadi opening. Kemudian disusul dengan Love & Meth yang menjadi single kedua, lagu khas Korn yang sepertinya bakal sering masuk setlist live performance. Kemudian What We Do, dan yang terakhir Spike in My Veins. Lagu yang disebut terakhir menjadi favorit saya selain Love & Meth. Spike in My Veins langsung akrab di telinga semenjak pertama kali terdengar, dan saya yakin lagu itu akan menjadi single selanjutnya.

Jangan lupakan pula Never Never, single jagoan mereka di album ini. Dengan video klip yang bagus dengan perpaduan nuansa hitam, wanita dengan jubah hitam dan putaran jarum jam, video klip tersebut memperlihatkan unsur elegan dengan bumbu metal. Never Never menjadi lagu catchy di album ini yang tidak terlalu keras tapi tetap ngerock.

Well, bukan berarti di sisa lagu lain terasa hampa. Mass Hysteria, Paranoid And Aroused dan Punishment Time menjadi lagu keras dengan sound-sound distorsi menarik. Untuk lagu slow dan gloomy coba perhatikan Lullaby For A Sadist, dimana lengkingan Davis pada reffrain membuat lagu ini menjadi gagah. Dan album ini kemudian ditutup oleh Victimized dan It’s All Wrong.

Album yang tidak terlalu istimewa namun cukup baik untuk comeback band sekaliber Korn.

Rate: 3/5

Advertisements

2 thoughts on “The Paradigm Shift (Korn) [2013]

  1. tinsyam says:

    *lagi dengerin.. tfs ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: