Gravity (2013)

Image

Yang terlintas di benak saya setelah melihat trailer film ini ketika saya menonton Pacific Rim adalah, film jenis apakah ini? Film yang tak biasa, mengambil setting di luar angkasa. Oke, sampai di sini, masih biasa. Banyak film mengambil setting di luar angkasa.. Seperti misalnya Apollo 13, Alien, dan banyak lagi. Namun, ini berbeda. Ini adalah film tentang kecelakaan di luar angkasa. Dan gambar yang saya lihat tadi begitu indah! Bumi sangat bulat dan besar, dan astronot lengkap dengan space suit nya itu sangat nyata, terombang ambing di ruang hampa udara. Dan yang membuat saya tercengang kembali adalah, scene kecelakaan yang seakan terjadi benar di depan mata.. Pesawat luar angkasa yang meledak, astronot yang lepas pegangan tangannya kemudian melayang jauh di angkasa.. Sungguh membuat saya bergidik ketika membayangkan kalau saja saya yang berada di sana.

Well, setelah membaca beberapa sumber yang menyumpahserapahi film ini dengan berbagai pujian, bahkan ada teman saya yang bilang bahwa dia sampai menangis saking bagusnya, dan menyebut film ini adalah film terbaik dalam 1 dekade terakhir.. Berlebihan? Well penilaian memang subjektif, sampai saya menilai sendiri. Bahkan ada yang ga suka juga kok sama film ini. Dan hal tersebut yang membuat saya amat sangat penasaran untuk (segera) menontonnya. Dan masih menurut berbagai sumber, juga prediksi saya sendiri, IMAX adalah pilihan tepat untuk menikmati pemandangan luar angkasa ini, dan bangku yang pas adalah row H. Dan semua itu saya ikuti, haha.

Hasilnya? Oke pertama-tama saya harus mengatakan, ini bukan sekedar film. Ini adalah suatu pengalaman yang luar biasa, terlebih bagi kalian yang menyukai science fiction, luar angkasa dan semacamnya, ini adalah film yang lebih ke arah pemuasan hasrat akan keindahan luar angkasa. Dan terbukti, saya yang menyukai (walaupun bukan penggemar) luar angkasa dan planet-planet dan astronomi dan semacamnya.. Kadang masih bengong dan mikirin apa yang telah saya tonton. Memikirkan bagaimana rasanya jika saya menjadi astronot dan celaka di atas sana.

gravity-explosion

Kedua, bagi kalian yang memiliki daya imajinasi tinggi, film ini akan membuat anda berkhayal setinggi-tingginya, seandainya anda menjadi astronot macam Ryan Stone (Sandra Bullock) dan Matt Kowalski (George Clooney), dan bila dihayati lebih jauh lagi, yang kalian rasakan tidak lain hanya ketakjuban dan bulu kuduk yang merinding. Lebay? Ga juga. Ketiga, hmm ini dia. Ternyata bumi itu indah lho. Kita sedang membicarakan bumi sebagai suatu planet ya. Benar-benar indah, apalagi bila dilihat dari luar angkasa. Dan kita cuma segede upil. Ih, menakjubkan.

Mungkin saya sekarang hanya bisa melihat melalui film ini, namun percayalah, anda akan terperangah begitu menyadari kita adalah bagian dari alam semesta. Dan film ini benar-benar menterjemahkan itu semua. Ditambah lagi ada beberapa scene sunrise yang indah sekali. Lalu scene dimana ada kumpulan awan (atau ombak di samudera) yang selama ini hanya kita tahu dari pelajaran geografi di bangku sekolah. Oh jangan lupa amati scene aurora di sebelah kanan atas layar.. Hampir sama dampak merindingnya ketika ikan paus muncul dari dasar laut di Life of Pi (2012).

Selain itu, keheningan luar angkasa yang hampa juga didukung oleh tata suara yang baik oleh Steven Price. Score yang digunakan mewakili kegelisahan dan ketegangan ilmiah di luar angkasa yang gelap gulita. Apalagi ketika Ryan terombang ambing dan menghilang jauh. Atau amati ketika musik sama sekali tidak ada dan yang terdengar hanya desahan nafas. Pokoknya, kita semakin terbawa ketegangan hingga pop corn yang tadinya saya pegang ga jadi masuk-masuk ke mulut karena bengong.

Penampilan Bullock juga menawan di film ini. Dan Clooney juga tampil segar di tengah keheningan luar angkasa dengan jokes-jokes dan musik country nya. Bullock pun seperti jadi mirip Keanu Reeves disini, haha (oke skip, agak absurd juga pas liat Bullock jadi ingetnya Speed jaman dulu). Dan yang kita selama ini sadari bahwa akting Bullock biasa-biasa saja, mungkin karena kebanyakan tampil di komedi romantis, diuji disini. Well anda yang menilai sendiri apakah ia bisa masuk nominasi Oscar tahun ini atau tidak (too early?). Oh ya, pergerakan kamera di film ini juga bagus. Kita kadang diajak untuk masuk ke sudut pandang Ryan ketika mengikat-ikat tali, melepaskan diri dari jeratan tali parasut yang kusut, masuk dan melayang di dalam pesawat luar angkasa, atau bahkan melompat-lompat dari satu pegangan pesawat ke pegangan yang lain. Ah, scene point of view yang saya suka adalah ketika kamera menyorot helm Ryan, semakin dekat hingga ke wajah dan akhirnya masuk ke dalam helm, dan kita bisa melihat semua komponen tanda-tanda penunjuk di dalam helm astronot, macam panel oksigen dan sebagainya. Cool.

M_Id_418149_Gravity

Dan semua ini menjadi breath-taking karena, kita ga akan bisa jatuh ke bawah. Dan kalau anda menonton film ini, anda akan bersyukur bisa jatuh ke bawah haha. Kalo di luar angkasa, ga ada yang namanya jatuh. Bila pegangan terlepas kita hanya berputar-putar dan melayang saja. Jauh entah kemana.. Mungkin ga ada berhentinya. Dan, tidak ada yang bisa mendengar dan menolong kita, bukan? Hehe.

Last words, tontonlah film ini dengan tenang. Kalo saya sih cukup bawa pop corn salty small size satu ditambah air mineral kecil. Matikan segala alat komunikasi, dan berpeganglah hanya pada pop corn anda dan masukan perlahan ke dalam mulut, namun mata anda jangan sampai terlepas dari layar, karena.. Bila mulut anda terlalu melongo ketika merasakan sensasi film ini, pop corn itu pasti akan lama habisnya atau bahkan jatuh ke kursi. Seperti yang berkali-kali saya alami, hehe.

Rate: 5/5

Tagged , ,

19 thoughts on “Gravity (2013)

  1. potrehkoneng says:

    *****censored*****. Kereen filmnya

  2. Kereeen review-nya, detail.
    Sudah masuk jadwal tonton weekend ini. Sayang banget jauh dari IMAX 🙂

  3. ayanapunya says:

    aku juga mau nonton iniii

  4. johanesjonaz says:

    3Dnya kereeeeeeeeeeeeeeennnnn

  5. Badai says:

    aaaak harus segera nonton!

  6. Omnduut says:

    Baru aja pulang dari bioskop. Nonton sendiri. Sesak napas sendiri. Piuuuh.
    Bagus, spesial tapi nggak yang dipuja-puja banget hihihi. Dan setuju mas Bimo bahwa betapa bisa menginjak bumi itu luar biasa berkahnya. Dulu ngarepnya bisa terbang, melayang eh setelah nonton film ini kudu mikir lagi hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: