An Introduction to The Miracle of Giving (Yusuf Mansur)

ImageSaya menyukai buku yang memberikan motivasi dan kita bisa mendapat suatu pelajaran di dalamnya. Meskipun saya ga terlalu ngeh sama yang namanya motivator yang sering berseliweran di televisi, namun untuk beberapa case, saya seakan nurut dengan motivasi yang diberikan segelintir orang, tergantung cara penyampaiannya juga sih. Dan bagi saya, Yusuf Mansur adalah motivator yang bagus (kalau kita tidak menyebutnya sebagai seorang ustadz).

Yusuf Mansur mengajarkan berbagi, dan menurut saya hal ini adalah sesuatu yang universal bagi semua lapisan masyarakat, tidak hanya untuk mereka dari kalangan muslim. Berbagi kebaikan adalah nantinya akan kembali kepada diri kita. Itu esensi yang Yusuf Mansur ajarkan. Intinya, segala kebaikan yang kita berikan dan lakukan hakikatnya untuk diri kita sendiri.

Dalam ajaran Islam, jika kita membutuhkan sesuatu, artinya hidup sedang sumpek, penat dan banyak masalah, maka sudah seharusnya kita menempuh jalan-jalan langit, apalagi bila ikhtiar dunia (usaha yang sehari-hari kita lakukan) menimbulkan kelelahan bagi kita. Atau gampangnya, capek tapi ga dapet-dapet.

Buku ini menganjurkan kita mempercepat keinginan yang kita inginkan (tujuan yang ingin kita raih) lewat jalan-jalan ibadah, diantaranya sholat malam, dhuha, dan sedekah. Bahkan dikatakan kalau kita sedang kesusahan, maka dengan sedekah (berbagi) harta kita malah jadi lapang. Jika mau ditolong Tuhan dalam setiap permasalahan hidup kita, maka tolonglah terlebih dahulu orang lain.

Dan juga tak lupa doa. Saya kira semua agama mengajarkan hal serupa mengenai konsep doa, tapi mungkin aplikasinya yang berbeda. Doa menurut ajaran Islam adalah ibadah, dan itu sangat dianjurkan, terlebih bila kita memiliki masalah. Doa menyiratkan ketergantungan kita terhadap Tuhan, dan kepercayaan bahwa Tuhan lah yang mampu menolong kita dan memenuhi semua kebutuhan kita. Oh ya, buku ini juga mengatakan bahwa apabila kita berbagi atau sedekah (contoh sederhananya, menyumbang ke yatim piatu, baik berupa uang, makanan, pakaian dan lain sebagainya), maka meskipun kita sudah lupa akan perbuatan tersebut, namun Tuhan tidak pernah lupa. Dan balasan dari perbuatan tersebut dalam Islam, akan tetap “dibayar” baik secara kontan (tak lama setelah perbuatan tersebut dilakukan) atau ditunda. Ditunda pun memiliki ketentuan, bahwa nilai kebaikan tersebut akan dilipatgandakan.

Tentunya, apa yang diajarkan buku ini memiliki kaitan dengan iman seseorang. Yang memiliki iman, tentunya akan berusaha mengikuti dan mengamalkan. Sedangkan yang biasa saja, akan menganggapnya angin lalu dan kebetulan. Saya sendiri berada di pihak dimana buku ini memiliki nilai positif yang baik, untuk memberikan semangat kepada saya untuk lebih sering berbuat baik apapun dan dimanapun. Karena memang berbuat baik itu membahagiakan dan dampaknya akan kembali kepada diri kita sendiri juga.

Rate: (3,5/5)

Advertisements
Tagged , , ,

10 thoughts on “An Introduction to The Miracle of Giving (Yusuf Mansur)

  1. ayanapunya says:

    jarang-jarang nh bimo review buku πŸ˜€

  2. tinsyam says:

    biasanya review film.. ternyata suka juga ya buku motivasi.. ini keren, udah baca lama..

  3. nyonyasepatu says:

    Setuju bgt dgn sedekah

  4. omnduut says:

    Aku juga suka kalo liat Ust Yusuf Mansyur udah ngomongin soal sedekah, bikin hati medit jadi (sedikit) tobat hehe πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: